Apa Itu Junk Bond?
简体中文 繁體中文 English 한국어 日本語 Español ภาษาไทย Tiếng Việt Português Монгол العربية हिन्दी Русский ئۇيغۇر تىلى

Apa Itu Junk Bond?

Penulis: Charon N.

Diterbitkan pada: 2025-12-31   
Diperbarui pada: 2026-01-02

Junk bond, juga disebut obligasi imbal hasil tinggi, adalah pinjaman yang diberikan kepada perusahaan atau pemerintah yang memiliki rekam jejak pembayaran utang yang lebih buruk. Karena peminjam dianggap lebih berisiko, mereka harus menawarkan bunga yang lebih tinggi untuk meyakinkan investor agar mau meminjamkan uang. Singkatnya, junk bond menjanjikan pendapatan yang lebih tinggi, tetapi juga membawa risiko kerugian yang lebih besar.


Bagi para pedagang dan investor, junk bond penting karena seringkali pergerakannya bergantung pada perubahan sentimen risiko di pasar. Ketika kepercayaan kuat, permintaan meningkat. Ketika rasa takut muncul, harga dapat turun dengan cepat.


Definisi

Dalam istilah perdagangan, junk bond adalah obligasi yang diberi peringkat di bawah peringkat investasi oleh lembaga pemeringkat kredit utama. Obligasi ini biasanya memiliki peringkat BB atau lebih rendah.


Peringkat yang lebih rendah menandakan peluang yang lebih tinggi bahwa penerbit mungkin kesulitan untuk membayar kembali utang selama masa-masa sulit.

What Is Junk Bond?

Para pedagang melihat junk bond dikutip berdasarkan harga dan imbal hasil, sama seperti obligasi lainnya. Mereka juga mengikuti reksa dana obligasi dan ETF yang melacak pasar obligasi berimbal hasil tinggi. Pedagang profesional, hedge fund, dan manajer aset besar mengamati junk bond dengan cermat karena obligasi tersebut mencerminkan selera risiko.


Ketika harga junk bond naik dan imbal hasil turun, pasar sering kali merasa percaya diri. Ketika harga turun dan imbal hasil melonjak, kehati-hatian mulai menyebar.


Apa yang Mengubah Junk Bond dari Hari ke Hari?

Beberapa faktor memengaruhi pergerakan junk bond setiap hari.


  • Pertumbuhan ekonomi: Ketika pertumbuhan kuat, perusahaan menghasilkan lebih banyak uang tunai, dan obligasi berisiko tinggi cenderung naik. Ketika pertumbuhan melambat, risiko gagal bayar terasa lebih tinggi.

  • Suku bunga: Ketika suku bunga bank sentral naik, biaya pinjaman meningkat, yang dapat menekan peminjam yang lebih lemah. Junk bond mungkin akan jatuh.

  • Suasana risiko pasar: Di pasar yang tenang, investor mencari pendapatan yang lebih tinggi dan membeli obligasi berisiko tinggi (junk bonds). Saat pasar sedang tegang, mereka menjual terlebih dahulu dan baru bertanya kemudian.

  • Berita perusahaan: Kegagalan mencapai target pendapatan, peringatan utang, atau penurunan peringkat kredit dapat dengan cepat memengaruhi harga saham.


Bagaimana Junk Bond Mempengaruhi Perdagangan Anda

Junk bond memengaruhi perdagangan dalam beberapa cara. Pertama, junk bond memengaruhi waktu masuk. Banyak pedagang menggunakan kekuatan atau kelemahan junk bond sebagai sinyal kondisi risiko yang lebih luas. Junk bond yang kuat sering kali mendukung saham dan mata uang berisiko. Junk bond yang lemah dapat menjadi peringatan akan adanya masalah di masa mendatang.


Kedua, hal itu memengaruhi strategi keluar dan pengendalian risiko. Karena junk bond dapat bergerak tajam selama masa tekanan, kerugian dapat meningkat dengan cepat jika risiko tidak dikelola. Spread dapat melebar, yang berarti menjadi lebih mahal untuk masuk atau keluar dari posisi.


Kondisi Khas yang Perlu Diperhatikan

  • Situasi yang baik: Harga stabil, hasil panen tetap, dan data ekonomi membaik.

  • Situasi buruk: Penurunan harga yang cepat, kenaikan imbal hasil, dan berita utama tentang gagal bayar atau penurunan peringkat kredit.


Memahami pola-pola ini membantu para trader menentukan ukuran posisi dengan lebih cermat.


Contoh Singkat

Misalkan sebuah perusahaan menerbitkan junk bond dengan nilai nominal $1.000 dan membayar bunga 8 persen setiap tahun. Anda membelinya seharga $1.000, sehingga Anda mengharapkan $80 per tahun. Sekarang, rasa takut memasuki pasar. Investor khawatir tentang gagal bayar, dan pembeli menuntut pengembalian yang lebih tinggi.


Harga obligasi turun menjadi $900. Pada harga yang lebih rendah ini, pembayaran $80 yang sama sekarang setara dengan hampir 9 persen. Jika Anda menjual pada harga $900, Anda akan mengalami kerugian $100, meskipun suku bunga tidak berubah. Ini menunjukkan bagaimana harga junk bond dapat bergerak tajam ketika sentimen berubah.


Cara Memeriksa Junk Bond Sebelum Anda Melakukan Perdagangan

Sebelum bertindak, para trader biasanya memperhatikan beberapa sinyal kunci.


  • Periksa ETF obligasi dengan imbal hasil tinggi untuk melihat tren harga terkini.

  • Perhatikan selisih imbal hasil, yang membandingkan imbal hasil junk bond dengan obligasi pemerintah yang lebih aman. Selisih yang lebih lebar menandakan meningkatnya kekhawatiran.

  • Bacalah kalender ekonomi untuk data pertumbuhan dan inflasi.

  • Ikuti berita kredit dari lembaga pemeringkat.

  • Kebiasaan sederhana adalah meninjau sinyal-sinyal ini setiap hari, terutama selama pasar yang bergejolak.


Kesalahpahaman Umum

  • Mengejar imbal hasil semata. Bunga tinggi dapat menyembunyikan risiko kredit yang serius.

  • Mengabaikan siklus ekonomi. Junk bond paling menderita selama perlambatan ekonomi.

  • Terlalu percaya diri di saat tenang. Volatilitas rendah dapat berubah dengan cepat.

  • Diversifikasi yang buruk. Memegang terlalu banyak obligasi berisiko meningkatkan kerugian selama masa krisis.

  • Keluar terlambat. Menunggu terlalu lama saat harga turun dapat memperdalam kerugian.


Istilah Terkait

  • Risiko kredit : Risiko bahwa peminjam mungkin gagal membayar bunga atau gagal melunasi pinjaman.

  • Selisih imbal hasil : Imbal hasil tambahan yang diminta investor untuk memegang obligasi yang lebih berisiko dibandingkan dengan obligasi yang lebih aman.

  • Selera risiko : Seberapa besar kesediaan investor untuk mengambil risiko dalam mencari keuntungan yang lebih tinggi.

  • Sentimen pasar : Suasana keseluruhan para investor, yang menunjukkan apakah kepercayaan atau ketakutan yang mendorong keputusan pembelian dan penjualan.

  • Likuiditas : Seberapa mudah suatu obligasi dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang besar.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah junk bond selalu merupakan investasi yang buruk?

Tidak. Junk bond tidak otomatis buruk, tetapi memang membawa risiko yang lebih tinggi. Obligasi ini sering berkinerja baik ketika ekonomi tumbuh, keuntungan perusahaan meningkat, dan investor merasa yakin untuk mengambil risiko. Pada periode ini, tingkat gagal bayar cenderung rendah, dan harga dapat naik seiring dengan pendapatan bunga yang lebih tinggi. Masalah biasanya muncul selama resesi atau tekanan keuangan, ketika peminjam yang lebih lemah kesulitan untuk membayar utang. Hal ini membuat junk bond lebih sensitif terhadap siklus ekonomi daripada obligasi yang lebih aman.


2. Mengapa junk bond membayar bunga lebih tinggi?

Junk bond membayar bunga lebih tinggi untuk mengkompensasi investor atas risiko kredit yang lebih tinggi. Risiko kredit berarti kemungkinan bahwa peminjam mungkin gagal membayar atau tidak mampu melunasi obligasi. Investor menuntut pendapatan tambahan untuk menerima ketidakpastian ini. Semakin rendah peringkat kredit, semakin tinggi suku bunga yang biasanya diminta investor. Imbal hasil yang lebih tinggi ini bukanlah bonus; ini adalah harga untuk menanggung risiko yang lebih besar.


3. Apakah junk bond bergerak seperti saham?

Junk bond seringkali berperilaku lebih mirip saham daripada obligasi pemerintah. Selama pasar tenang, harganya dapat naik karena investor mencari imbal hasil yang lebih tinggi. Selama pasar sedang tertekan, harganya dapat turun tajam karena investor bergegas menuju aset yang lebih aman. Perilaku seperti saham ini terjadi karena harga junk bond sangat bergantung pada kesehatan perusahaan dan kepercayaan investor. Sebaliknya, obligasi pemerintah seringkali naik selama pasar dilanda ketakutan, bertindak sebagai tempat yang aman untuk menyimpan uang.


4. Siapa yang memberi peringkat pada junk bond?

Junk bond diberi peringkat oleh lembaga pemeringkat kredit utama. Lembaga-lembaga ini menilai kekuatan keuangan peminjam, arus kas, tingkat utang, dan kemampuan untuk membayar kembali. Obligasi yang diberi peringkat di bawah peringkat investasi, biasanya BB atau lebih rendah, dianggap sebagai junk bond. Peringkat dapat berubah seiring waktu jika keuangan perusahaan membaik atau melemah.


5. Bagaimana bank sentral memengaruhi junk bond?

Kebijakan bank sentral memainkan peran utama dalam kinerja junk bond. Ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga, pinjaman menjadi lebih mahal, yang dapat menekan perusahaan yang lebih lemah dan merugikan harga junk bond. Ketika suku bunga turun atau likuiditas membaik, pembiayaan ulang menjadi lebih mudah, yang dapat mendukung pasar. Bank sentral juga memengaruhi sentimen risiko. Kebijakan yang mendukung seringkali meningkatkan kepercayaan, sementara kebijakan yang lebih ketat dapat membuat investor lebih berhati-hati.


Ringkasan

Junk Bond adalah obligasi dengan imbal hasil tinggi yang diterbitkan oleh peminjam yang lebih berisiko. Obligasi ini menawarkan pendapatan yang lebih tinggi tetapi membawa peluang kerugian yang lebih besar. Para pedagang mengamati junk bond karena obligasi ini mencerminkan kepercayaan dan ketakutan di berbagai pasar.


Jika digunakan dengan bijak, indikator-indikator tersebut memberikan sinyal tentang suasana hati terkait risiko. Jika digunakan secara sembarangan, indikator-indikator tersebut dapat memperbesar kerugian. Kuncinya adalah menghargai baik imbalan maupun risikonya.


Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Tidak ada pendapat yang diberikan dalam materi ini yang merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.