Diterbitkan pada: 2026-01-14
Equity drawdown mengacu pada penurunan nilai investasi dari puncaknya di masa lalu hingga titik terendahnya sebelum pulih. Investor menggunakan equity drawdown untuk mengukur risiko yang terkait dengan strategi investasi atau portofolio tertentu.
Sebagai contoh, jika portofolio mencapai puncak $100.000 dan kemudian turun menjadi $80.000, maka drawdown adalah $20.000 atau 20%.
Drawdown bukanlah sesuatu yang permanen. Ini hanya mengukur pengurangan dari nilai puncak dan tidak menunjukkan kerugian total. Dengan melacak drawdown, investor dapat memahami toleransi risiko dan volatilitas aset mereka.

Pemahaman tentang equity drawdown menjadi lebih jelas dengan contoh dari portofolio nyata. Pertimbangkan seorang investor yang membeli 1.000 lembar saham perusahaan teknologi dengan harga $100 per lembar.
Nilai Puncak: $120.000 (harga saham naik menjadi $120)
Nilai Terendah: $90.000 (koreksi pasar menurunkan harga saham menjadi $90)
Drawdown: $30.000 atau 25%
Meskipun drawdown tampak parah, hal itu tidak berarti kerugian permanen kecuali saham dijual pada titik terendah. Investor jangka panjang sering mengalami penurunan serupa selama siklus pasar, yang menekankan pentingnya kesabaran dan manajemen risiko.
Dalam contoh lain, portofolio yang terdiversifikasi yang terdiri dari saham, obligasi, dan ETF mungkin mengalami drawdown yang lebih kecil. Misalkan portofolio senilai $500.000 turun menjadi $450.000 karena penurunan pasar:
Drawdown: $50.000 atau 10%
Kesimpulan: Diversifikasi mengurangi volatilitas dan memitigasi dampak drawdown aset individual.
Skenario-skenario ini menunjukkan bahwa besarnya drawdown aset bergantung pada komposisi portofolio, kondisi pasar, dan perilaku investor.
Equity drawdown bukan hanya konsep numerik tetapi juga tantangan psikologis. Investor sering bereaksi secara emosional selama penurunan pasar, yang dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang buruk. Respons perilaku umum meliputi:
Penjualan panik (menjual investasi dengan kerugian karena takut), terlalu percaya diri pasca-pemulihan (berinvestasi secara sembrono setelah terjadi rebound), dan kelumpuhan analisis (menghindari keputusan investasi karena takut akan drawdown di masa depan).
Investor profesional dan manajer dana menggunakan metrik drawdown investasi untuk menjaga disiplin, memastikan bahwa emosi tidak mengganggu pengambilan keputusan strategis. Mengembangkan rencana untuk drawdown investasi yang diharapkan sebelum berinvestasi dapat mencegah tindakan impulsif.
Drawdown dari Berbagai Instrumen Investasi
Drawdown investasi bervariasi tergantung pada jenis investasi. Memahami bagaimana perilaku berbagai aset sangat penting:
Saham: Cenderung memiliki drawdown yang lebih besar karena volatilitas pasar, tetapi menawarkan potensi pengembalian yang lebih tinggi.
Obligasi: Umumnya mengalami drawdown yang lebih kecil tetapi sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Reksa Dana dan ETF: Mencerminkan kinerja aset yang mendasarinya; diversifikasi dapat membatasi drawdown.
Mata uang kripto: Dapat mengalami drawdown yang ekstrem hingga lebih dari 50% selama koreksi pasar, yang menyoroti pentingnya toleransi risiko.
Mengetahui kisaran drawdown yang diharapkan untuk setiap jenis aset membantu investor merencanakan alokasi mereka dan menghindari kejutan yang tidak diinginkan.

Studi Kasus: Mengelola Drawdown dalam Praktik
Pertimbangkan seorang investor hipotetis, Jane, dengan portofolio senilai $200.000 yang terbagi 60% dalam saham dan 40% dalam obligasi. Selama koreksi pasar:
Porsi ekuitas turun 25%, mengakibatkan penurunan sebesar $30.000. Porsi obligasi turun 5%, mengakibatkan kerugian sebesar $4.000. Total drawdown portofolio: $34.000 atau 17%.
Jane memiliki batas risiko yang telah ditentukan sebelumnya sebesar drawdown sebesar 20%. Karena drawdown portofolionya tidak melebihi batas tersebut, ia mempertahankan strateginya, menyeimbangkan kembali portofolionya, dan menghindari penjualan panik. Selama 12 bulan berikutnya, pasar pulih, dan portofolionya kembali mencapai nilai puncaknya.
Contoh ini menunjukkan pentingnya perencanaan, batasan risiko, dan pemahaman tentang drawdown investasi dalam mempertahankan kesuksesan investasi jangka panjang.
Investor dapat memanfaatkan teknologi untuk melacak drawdown investasi:
Perangkat lunak manajemen portofolio (banyak platform secara otomatis menghitung drawdown dan memvisualisasikannya dari waktu ke waktu), spreadsheet (metode sederhana untuk pelacakan manual menggunakan nilai puncak dan lembah), dan platform perdagangan (mereka menawarkan analitik drawdown untuk strategi atau akun individual).
Pemantauan rutin membantu investor bereaksi secara proaktif, bukan reaktif, terhadap perubahan pasar.
Memahami berbagai jenis drawdown investasi dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang risiko investasi.
Drawdown Mutlak
Mengukur drawdown investasi dari jumlah investasi awal. Ini membantu investor memahami paparan risiko awal.
Drawdown Maksimum
Drawdown terbesar yang diamati dalam portofolio dari puncak ke titik terendah. Sering digunakan oleh manajer dana untuk mengevaluasi kinerja yang disesuaikan dengan risiko.
Drawdown Relatif
Dinyatakan sebagai persentase dari nilai puncak. Berguna untuk membandingkan portofolio dengan ukuran atau strategi yang berbeda.
Perhitungan equity drawdown melibatkan rumus sederhana:
Drawdown ($) = Nilai Puncak – Nilai Palung
Drawdown (%) = (Nilai Puncak – Nilai Terendah) ÷ Nilai Puncak × 100
Misalnya:
Nilai puncak: $150.000
Nilai terendah: $120.000
Drawdown ($) = $150.000 – $120.000 = $30.000
Drawdown(%) = ($30.000 ÷ $150.000) × 100 = 20%
Perhitungan ini dapat diterapkan pada saham individual, reksa dana, atau seluruh portofolio investasi.
Beberapa elemen memengaruhi besaran dan durasi drawdown aset:
Volatilitas pasar (volatilitas tinggi meningkatkan kemungkinan drawdown investasi yang signifikan), jangka waktu investasi (investasi jangka pendek mungkin mengalami drawdown investasi yang lebih besar daripada investasi jangka panjang), diversifikasi (portofolio yang terdiversifikasi dengan baik biasanya mengalami drawdown investasi yang lebih kecil), dan leverage (menggunakan dana pinjaman dapat memperbesar keuntungan dan kerugian, sehingga meningkatkan potensi drawdown investasi).
Memantau drawdown aset memungkinkan investor untuk menetapkan batasan risiko bagi portofolio mereka, mengevaluasi kinerja terhadap tolok ukur, menjaga disiplin emosional, mencegah penjualan panik selama penurunan, dan menyesuaikan alokasi portofolio secara proaktif.
Drawdown adalah ukuran risiko, bukan kinerja. Pengembalian yang tinggi tidak selalu berarti risiko rendah, dan bahkan portofolio yang menguntungkan pun dapat mengalami drawdown investasi yang substansial.
Penting untuk membedakan antara drawdown dan kerugian (loss): Drawdown mengukur penurunan dari titik puncak dan bersifat sementara, sedangkan kerugian adalah pengurangan modal yang terealisasi setelah menjual investasi.
Sebagai contoh, jika portofolio Anda turun dari $100.000 menjadi $80.000, maka drawdown portofolio adalah $20.000. Jika Anda menjual pada harga $80.000, maka kerugian tersebut menjadi terealisasi.
Mengabaikan riwayat drawdown aset: Penurunan di masa lalu memberikan wawasan tentang potensi risiko di masa depan.
Penggunaan utang berlebihan: Meminjam secara berlebihan memperbesar drawdown aset dan meningkatkan kemungkinan likuidasi paksa.
Mengejar keuntungan: Berinvestasi pada aset berkinerja tinggi tanpa mempertimbangkan risiko drawdown dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang emosional.
Mengabaikan diversifikasi: Portofolio yang terkonsentrasi lebih rentan terhadap drawdown yang parah.
Menyadari jebakan-jebakan ini membantu investor mengadopsi pendekatan yang disiplin dan berbasis data.
Tinjau drawdown historis suatu aset atau dana untuk mengantisipasi potensi volatilitas. Pastikan tingkat drawdown sesuai dengan toleransi risiko pribadi untuk menghindari penjualan panik. Gunakan alat manajemen risiko seperti stop-loss, hedging, dan penyeimbangan ulang untuk membatasi drawdown. Drawdown jangka pendek kurang kritis jika lintasan pertumbuhan jangka panjang tetap utuh.
Tabel 1: Contoh Perhitungan Drawdown
1. Berapa tingkat equity drawdown yang aman?
Tidak ada tingkat aman universal. Investor konservatif mungkin menargetkan 5-10%, sementara portofolio yang lebih agresif dapat mentolerir 20-30%. Hal ini bergantung pada toleransi risiko, jangka waktu investasi, dan ukuran portofolio.
2. Bagaimana cara saya pulih dari drawdown aset yang besar?
Pemulihan membutuhkan pendekatan yang disiplin, termasuk penyeimbangan kembali portofolio, mengurangi paparan terhadap aset berisiko tinggi, dan mempertahankan perspektif investasi jangka panjang untuk mengatasi volatilitas pasar.
3. Apakah drawdown investasi memengaruhi semua jenis investasi secara sama?
Tidak. Saham umumnya memiliki drawdown yang lebih tinggi daripada obligasi atau kas. Diversifikasi di berbagai kelas aset dapat mengurangi drawdown portofolio secara keseluruhan.
4. Dapatkah drawdown aset diprediksi?
Memprediksi drawdown pasti sangatlah sulit. Analisis historis membantu mengantisipasi potensi penurunan, tetapi kondisi pasar, peristiwa ekonomi, dan faktor geopolitik selalu menghadirkan ketidakpastian.
5. Apakah drawdown kecil selalu lebih baik?
Belum tentu. drawdown kecil mungkin mengindikasikan pertumbuhan yang konservatif, tetapi juga dapat mengakibatkan pengembalian yang lebih rendah. Investor harus menyeimbangkan risiko dan potensi imbalan berdasarkan tujuan mereka.
Equity Drawdown adalah ukuran fundamental risiko investasi yang harus dipahami oleh setiap investor. Dengan melacak penurunan dari nilai puncaknya, investor dapat membuat keputusan yang tepat, menerapkan strategi manajemen risiko, dan menjaga disiplin keuangan jangka panjang. Meskipun drawdown tidak dapat dihindari sepenuhnya, perencanaan yang cermat, diversifikasi, dan pendekatan yang terukur terhadap risiko dapat membantu investor menghadapi volatilitas pasar secara efektif.
Pada akhirnya, memahami drawdown aset bukan hanya tentang menghindari kerugian; ini tentang mencapai pertumbuhan berkelanjutan sambil menjaga modal. Memantau dan mengelola drawdown aset adalah landasan investasi yang cerdas dan bertanggung jawab.
Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Tidak ada pendapat yang diberikan dalam materi ini yang merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.