Apa Itu Stop Loss?
简体中文 繁體中文 English 한국어 日本語 Español ภาษาไทย Tiếng Việt Português Монгол العربية हिन्दी Русский ئۇيغۇر تىلى

Apa Itu Stop Loss?

Penulis: Deanne Sobrino

Diterbitkan pada: 2026-01-16

Definisi Stop Loss


Stop loss adalah salah satu alat utama yang digunakan para trader dan investor untuk mengelola risiko dan melindungi modal di pasar keuangan. Alat ini menyediakan cara untuk secara otomatis menjual atau membeli aset ketika mencapai harga yang telah ditentukan sebelumnya.


Memahami perintah stop loss sangat penting untuk mengurangi kerugian yang tidak terduga dan mencegah pengambilan keputusan berdasarkan emosi.


Order stop loss banyak digunakan dalam perdagangan saham, forex, komoditas, dan mata uang kripto. Artikel ini akan menjelaskan apa arti stop loss, berbagai jenisnya, cara kerjanya, manfaat, keterbatasan, dan praktik terbaik untuk membantu baik trader pemula maupun berpengalaman.


Stop Loss 1



Mekanisme Stop Loss


Order stop loss adalah instruksi yang ditempatkan pada broker untuk membeli atau menjual sekuritas setelah harganya mencapai level tertentu. Jika harga bergerak tidak menguntungkan, order akan terpicu dan menutup posisi pada harga pasar berikutnya yang tersedia. Tujuan utamanya adalah untuk mencegah kerugian lebih lanjut di luar level yang tidak ingin diterima oleh trader.


Stop loss bukanlah jaminan eksekusi pada harga yang tepat seperti yang ditentukan. Di pasar yang bergerak cepat, harga eksekusi aktual mungkin berbeda dari harga stop loss. Perbedaan ini dikenal sebagai slippage. Meskipun order stop loss merupakan alat manajemen risiko yang ampuh, trader harus memahami bagaimana gap harga dan volatilitas dapat memengaruhi hasil.


Perintah stop loss umum digunakan di semua pasar. Misalnya, jika Anda membeli saham seharga $100 dan menetapkan stop loss di $90, perintah stop loss akan memicu penjualan jika harga saham turun ke $90 atau lebih rendah. Ini berarti Anda keluar dari perdagangan sebelum kerugian yang lebih besar menumpuk.


Berbagai Bentuk Stop Loss


Perintah stop loss hadir dalam berbagai bentuk. Jenis yang paling dasar adalah stop loss standar. Trader juga dapat menggunakan perintah trailing stop loss, yang menyesuaikan secara dinamis seiring pergerakan harga yang menguntungkan mereka. Trailing stop menawarkan fleksibilitas karena memungkinkan perlindungan keuntungan sekaligus memberikan perlindungan terhadap penurunan harga.


Dalam perdagangan forex, order stop loss sangat penting karena pasar dapat bergerak cepat sebagai respons terhadap berita ekonomi. Tanpa stop loss, pergerakan kecil yang tidak menguntungkan dapat meningkat menjadi kerugian yang signifikan. Untuk posisi yang menggunakan leverage, risikonya bahkan lebih tinggi karena leverage memperbesar keuntungan dan kerugian.


Order stop loss dapat ditempatkan untuk aset apa pun yang diperdagangkan melalui bursa atau broker. Order ini tetap berlaku hingga dipicu atau hingga trader membatalkannya. Beberapa broker mungkin mengizinkan batasan waktu, seperti order harian yang berakhir pada akhir sesi perdagangan. Broker lain mungkin menawarkan order "berlaku hingga dibatalkan" yang tetap aktif tanpa batas waktu.


Prinsip-Prinsip Dasar Perintah Stop Loss


Salah satu prinsip fundamental di balik order stop loss adalah manajemen risiko. Setiap perdagangan harus memiliki rencana, termasuk berapa banyak modal yang akan dipertaruhkan dan di mana menempatkan order perlindungan. Trader sering menentukan level stop loss berdasarkan analisis teknis, seperti level support dan resistance, pola grafik, atau indikator volatilitas.


Trader yang gagal menggunakan order stop loss mungkin akan mendapati diri mereka mempertahankan posisi merugi jauh lebih lama dari yang direncanakan. Hal ini dapat menyebabkan pengambilan keputusan yang emosional, di mana harapan, bukan strategi, yang mendorong pilihan. Menerapkan stop loss mendorong disiplin dan membantu menjaga rencana trading tetap utuh.


Order stop loss juga dapat membantu melindungi keuntungan. Saat perdagangan bergerak menuju keuntungan, trailing stop loss dapat disesuaikan ke atas, mengunci keuntungan sambil tetap memberikan ruang bagi perdagangan untuk berkembang lebih lanjut. Pendekatan sistematis ini mengurangi kebutuhan akan pemantauan manual secara terus-menerus.


Terlepas dari keuntungannya, order stop loss memiliki keterbatasan. Di pasar yang sangat fluktuatif, harga dapat berayun secara luas, memicu stop loss sebelum berbalik arah ke arah yang menguntungkan. Ini dikenal sebagai "terhenti sebelum waktunya". Trader harus berhati-hati dalam menetapkan level stop terlalu ketat, yang dapat menyebabkan seringnya keluar dari perdagangan yang seharusnya dapat pulih.


Kondisi likuiditas juga dapat memengaruhi eksekusi stop-loss. Pasar yang tipis dengan volume perdagangan rendah dapat menyebabkan kesenjangan yang lebih besar antara harga bid dan ask. Dalam kasus seperti itu, harga eksekusi mungkin berbeda secara signifikan dari harga stop. Memahami kondisi pasar sangat penting untuk penggunaan order stop loss yang efektif.


Stop Loss 2

Perbedaan Antara Order Stop Loss dan Order Limit


Order stop loss berbeda dengan order limit, yang dirancang untuk mengeksekusi perdagangan pada harga tertentu atau lebih baik. Order stop loss menjadi order pasar setelah terpicu dan dieksekusi pada harga terbaik yang tersedia. Ini berarti eksekusi umumnya cepat tetapi tidak dijamin tepat pada harga stop.


Para trader juga harus menyadari bagaimana broker mereka menerapkan order stop loss. Beberapa broker mungkin menawarkan order stop loss terjamin dengan biaya tambahan. Order ini menjanjikan eksekusi tepat pada harga stop, bahkan jika terjadi gap pasar. Fitur-fitur seperti ini dapat bermanfaat dalam lingkungan yang volatil, tetapi ada biayanya.


Manajemen risiko bukan hanya sekadar memasang stop loss. Trader harus menilai ukuran posisi, rasio risiko-imbalan, dan eksposur portofolio secara keseluruhan. Stop loss harus menjadi bagian dari strategi manajemen risiko yang lebih luas yang mempertimbangkan tujuan trader, jangka waktu, dan kondisi pasar.


Aturan Praktis


Trader pemula terkadang memasang order stop loss berdasarkan persentase yang sembarangan. Aturan umum yang sering digunakan adalah hanya mempertaruhkan sebagian kecil modal pada setiap transaksi. Meskipun ini bisa menjadi titik awal yang bermanfaat, lebih baik mendasarkan level stop loss pada struktur pasar dan perilaku harga daripada hanya persentase tetap.


Para trader profesional sering menggunakan grafik dan analisis teknikal untuk menemukan penempatan stop loss yang logis. Misalnya, menempatkan stop loss tepat di bawah level support kunci dapat melindungi posisi sekaligus memberikan ruang bagi perdagangan untuk berfluktuasi dalam kondisi pasar yang normal.


Order stop loss juga dapat digunakan saat melakukan short selling. Dalam short selling, seorang trader meminjam aset dan menjualnya, dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Stop loss dalam konteks ini ditempatkan di atas harga masuk untuk membatasi kerugian jika harga naik alih-alih turun.


Manfaat Psikologis Menggunakan Perintah Stop Loss

Ada manfaat psikologis dalam menggunakan order stop loss. Mengetahui bahwa mekanisme pengendalian risiko telah diterapkan membantu mengurangi kecemasan selama trading. Trader dapat fokus pada analisis dan strategi tanpa terus-menerus khawatir tentang pergerakan pasar yang tiba-tiba.


Selain para trader individu, peserta institusional juga menggunakan order stop loss. Manajer dana, hedge fund, dan divisi trading internal memasukkan stop loss ke dalam sistem trading otomatis. Sistem ini mengeksekusi order berdasarkan aturan yang telah ditentukan tanpa campur tangan manusia.


Meskipun order stop loss sangat penting, order tersebut bukanlah satu-satunya alat pengendalian risiko yang tersedia. Trader juga dapat menggunakan order take profit, yang secara otomatis menutup posisi pada target keuntungan. Menggabungkan order stop loss dan take profit membantu menentukan parameter risiko-imbalan perdagangan sebelum dieksekusi.


Stop Loss 3

Aturan dan Kondisi Pasar


Order stop loss juga tunduk pada aturan dan kondisi pasar. Beberapa pasar mungkin memiliki batas harga atau circuit breaker yang menghentikan perdagangan sementara selama volatilitas ekstrem. Trader harus memahami mekanisme ini karena memengaruhi eksekusi order.


Mempelajari cara menetapkan level stop loss membutuhkan latihan. Trader sering kali melakukan backtest strategi pada data historis untuk menemukan penempatan stop loss yang efektif. Paper trading, atau lingkungan trading simulasi, memungkinkan trader untuk bereksperimen dengan order stop loss tanpa mempertaruhkan modal sungguhan.


Strategi stop loss yang efektif mempertimbangkan toleransi risiko trader dan perilaku harga aset. Aset yang sangat volatil mungkin memerlukan stop loss yang lebih lebar untuk menghindari kerugian akibat fluktuasi harga normal. Aset yang kurang volatil mungkin memungkinkan stop loss yang lebih ketat.


Menyeimbangkan Risiko dan Peluang


Teknologi telah mempermudah penempatan dan penyesuaian order stop loss. Sebagian besar platform trading memungkinkan trader untuk menetapkan level stop loss pada saat memasuki perdagangan. Beberapa platform juga menawarkan alat visual dan peringatan untuk membantu mengelola order.


Penggunaan order stop loss sejalan dengan pendekatan trading yang disiplin. Alih-alih bereaksi secara emosional terhadap fluktuasi harga, trader mengandalkan parameter yang telah ditentukan sebelumnya. Pendekatan disiplin ini dapat meningkatkan kinerja jangka panjang dan membantu mengelola penurunan nilai aset.


Terlepas dari manfaatnya, order stop loss tidak boleh dianggap sebagai jaminan perlindungan. Berita tak terduga, peristiwa ekonomi, atau gangguan pasar dapat menyebabkan harga melonjak melampaui level stop loss. Trader harus selalu waspada dan menggunakan order stop loss sebagai bagian dari manajemen risiko yang komprehensif.


Para trader yang sukses belajar menyeimbangkan risiko dan peluang. Order stop loss membantu menentukan sisi risiko dalam persamaan tersebut. Dengan menggabungkan order stop loss dengan analisis yang solid, para trader dapat menciptakan pendekatan terstruktur untuk trading yang mendukung pengambilan keputusan yang konsisten.


Tips Profesional


Para trader berpengalaman merekomendasikan untuk menetapkan level stop loss berdasarkan analisis teknikal, bukan berdasarkan emosi atau tebakan. Gunakan alat seperti moving average, support dan resistance, serta ukuran volatilitas untuk menemukan titik stop yang logis. Hindari menetapkan stop loss terlalu dekat dengan pergerakan harga saat ini.


Perhatikan kondisi pasar yang lebih luas. Pengumuman ekonomi, laporan pendapatan, dan peristiwa geopolitik dapat memicu volatilitas. Sesuaikan level stop loss atau kurangi ukuran posisi menjelang peristiwa besar untuk melindungi modal.


Gunakan stop loss sebagai bagian dari rencana yang lengkap. Tentukan titik masuk, stop loss, dan take profit Anda sebelum memasuki perdagangan. Ini menghilangkan ketidakpastian dan membantu Anda mengikuti strategi Anda dengan disiplin.


Istilah Terkait

  • Take Profit: Perintah take profit secara otomatis menutup perdagangan setelah level keuntungan yang telah ditentukan tercapai. Ini membantu para trader mengunci keuntungan tanpa perlu memantau pasar terus-menerus, menyeimbangkan risiko dan imbalan bersamaan dengan stop loss.

  • Rasio Risiko-Imbalan: Ini mengukur seberapa besar seorang trader bersedia mengambil risiko dibandingkan dengan potensi keuntungan dari suatu perdagangan. Misalnya, mengambil risiko $100 untuk menghasilkan $300 memberikan rasio 1:3, yang membantu trader menilai apakah suatu perdagangan layak dilakukan sebelum memasang stop loss.

  • Trailing Stop: Trailing stop adalah stop loss dinamis yang bergerak sesuai keinginan trader seiring dengan kenaikan harga. Ini memungkinkan keuntungan terus bertambah sambil tetap melindungi dari pembalikan pasar yang tiba-tiba tanpa perlu menyesuaikan level stop secara manual.

  • Support dan Resistance: Ini adalah level harga di mana pasar secara historis cenderung berhenti atau berbalik arah. Trader sering menempatkan stop loss tepat di bawah support atau di atas resistance untuk menghindari stop out akibat fluktuasi pasar normal.

  • Penentuan Ukuran Posisi: Penentuan ukuran posisi menetapkan seberapa besar perdagangan yang seharusnya dilakukan berdasarkan ukuran akun dan toleransi risiko. Penentuan ukuran yang tepat memastikan bahwa meskipun stop loss terpicu, kerugian tetap terkendali dan tidak berdampak signifikan pada akun perdagangan.

Bagian Tanya Jawab

1. Apa itu stop loss?
Stop loss adalah order yang ditempatkan pada broker untuk menjual atau membeli sekuritas ketika mencapai harga tertentu. Tujuannya adalah untuk membatasi potensi kerugian dengan menutup posisi begitu harga bergerak tidak menguntungkan.


2. Bagaimana cara kerja order stop loss?
Stop loss berubah menjadi order pasar ketika harga stop yang ditetapkan tercapai. Order ini dieksekusi pada harga yang tersedia berikutnya untuk menutup posisi dan membatasi kerugian lebih lanjut.


3. Dapatkah stop loss menjamin eksekusi pada harga yang saya inginkan?
Tidak. Order stop loss reguler tidak menjamin eksekusi pada harga stop. Di pasar yang bergejolak, slippage harga dapat terjadi, yang berarti eksekusi terjadi pada harga terbaik yang tersedia.


4. Apa perbedaan antara stop loss dan trailing stop loss?
Stop loss bersifat tetap dan akan aktif pada harga yang telah ditentukan. Trailing stop loss menyesuaikan diri secara otomatis saat harga bergerak sesuai keinginan Anda, membantu melindungi keuntungan sekaligus membatasi kerugian.


5. Apakah pemula sebaiknya menggunakan order stop loss?
Ya. Perintah stop loss membantu mengelola risiko dan mencegah kerugian besar. Perintah ini mendorong disiplin dan mengurangi dampak emosional dari keputusan trading, terutama bagi trader pemula.


Ringkasan


Order stop loss merupakan alat manajemen risiko penting bagi siapa pun yang berdagang di pasar keuangan. Order ini membantu melindungi modal dengan secara otomatis menutup posisi ketika harga bergerak di luar ekspektasi. Meskipun order stop loss tidak menjamin eksekusi pada harga tertentu, order ini memberikan cara sistematis untuk membatasi kerugian dan mengurangi pengambilan keputusan berdasarkan emosi.


Memahami jenis-jenis order stop loss, manfaatnya, dan keterbatasannya memungkinkan para trader untuk menggunakannya secara efektif. Baik Anda baru mengenal trading maupun sudah berpengalaman, memasukkan order stop loss sebagai bagian dari strategi yang lebih luas sangat penting untuk mengelola risiko dan meraih kesuksesan jangka panjang.



Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Tidak ada pendapat yang diberikan dalam materi ini yang merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.