Nicolas Darvas: Dari Lantai Ballroom Menjadi Legenda Wall Street

2025-08-29

Nicolas Darvas

Nicolas Darvas: Dari Ballroom ke Pasar Saham


Kisah hidup Nicolas Darvas lebih mirip novel daripada buku teks keuangan. Lahir di Hongaria pada tahun 1920, ia meraih ketenaran sebagai penari ballroom profesional jauh sebelum dikenal sebagai inovator pasar saham.


Berkeliling dunia, ia menghabiskan hari-harinya memukau penonton dan malam-malamnya mempelajari grafik harga dan laporan keuangan. Kombinasi tak terduga inilah yang mengubahnya menjadi salah satu trader otodidak paling ikonik sepanjang sejarah. Buku klasiknya, How I Made $2.000.000 in the Stock Market, tetap menjadi favorit para trader hingga saat ini.


Bagaimana Nicolas Darvas Memasuki Dunia Trading

Nicolas Darvas - From Ballroom to the Stock Market

Langkah pertama Darvas dalam berinvestasi hampir tidak disengaja. Saat berkarier di Kanada, ia menerima saham di sebuah perusahaan pertambangan sebagai bagian dari pembayarannya. Saham tak terduga ini menggelitik minatnya, dan tak lama kemudian ia melahap majalah Barron's dan bereksperimen dengan berbagai transaksi melalui telegram kepada brokernya di New York.


Awalnya, metodenya berantakan dan penuh kesalahan—mengejar tips, bertindak berdasarkan firasat, dan menjual terlalu cepat. Namun, bepergian jauh dari Wall Street memberinya keuntungan: ia terlepas dari kebisingan pasar dan terpaksa hanya mengandalkan pergerakan harga dan volume. Jarak ini membantu membentuk sistem disiplin yang kelak membuatnya terkenal.


Box Theory Nicolas Darvas Dijelaskan


Landasan filosofi investasi Nicolas Darvas adalah Box Theory Darvas. Ia mengamati bahwa saham sering bergerak dalam rentang tertentu, atau "kotak". Ketika harga saham menembus batas atas kotaknya dengan volume tinggi, ia menganggapnya sebagai sinyal beli. Jika harga turun di bawah kotak, ia segera keluar.


Aturan Darvas sederhana namun kuat:

  • Beli hanya saat saham mencapai harga tertinggi baru.

  • Tempatkan perintah stop-loss tepat di bawah kotak untuk membatasi risiko.

  • Tambahkan ke trading yang menang, tidak pernah ke trading yang kalah.


Pendekatan ini menjadikannya salah satu pendukung awal tren-following. Yang penting, Nicolas Darvas memadukan pendekatan teknis ini dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan peningkatan pendapatan, dan menyebut dirinya sebagai "tekno-fundamentalis".


Mengapa Nicolas Darvas Menyebut Dirinya Seorang Tekno-Fundamentalis


Berbeda dengan para chartis murni, Nicolas Darvas tidak sepenuhnya mengabaikan fundamental. Ia memperhatikan industri yang sedang naik daun dan perusahaan-perusahaan dengan potensi pertumbuhan yang kuat. Namun, ia lebih memercayai harga daripada segalanya. Laporan perusahaan, menurutnya, hanya mengungkapkan masa lalu dan masa kini. Grafik harga, dikombinasikan dengan volume, mengisyaratkan masa depan.


Filosofi ini membebaskannya dari tebak-tebakan dan prediksi, memungkinkannya trading dengan disiplin dan percaya diri. Mantranya jelas: "Tidak ada saham yang bagus atau buruk, yang ada hanya saham yang naik dan turun."


Pencapaian Investasi Luar Biasa Nicolas Darvas

The Incredible Investment Achievements of Nicolas Darvas

Antara pertengahan 1950-an dan awal 1960-an, Nicolas Darvas dilaporkan mengubah kepemilikan saham sebesar $10.000–$36.000 menjadi lebih dari $2 juta. Metodenya menjadi berita utama di seluruh dunia, terutama karena ia trading dari kamar hotel sambil tur sebagai penari.


Meskipun penyelidikan Negara Bagian New York kemudian menunjukkan bahwa keuntungan sebenarnya mungkin mendekati $216.000, penyelidikan tersebut dihentikan. Berapa pun angka pastinya, pendekatan disiplinnya dalam membeli saham yang kuat dan mengurangi kerugian menjadikannya seorang trader luar biasa di eranya.


Trading Lorillard: Studi Kasus Terkenal Nicolas Darvas

The Lorillard Trade - Nicolas Darvas's Famous Case Study

Salah satu contoh paling terkenal dari sistem Nicolas Darvas adalah tradingnya di Lorillard Tobacco. Saat berada di Saigon, ia melihat sahamnya menembus batas dengan volume yang luar biasa tinggi. Ia membeli, tetapi kemudian berhenti sekali ketika harga turun. Sesuai dengan aturannya, ia kemudian masuk kembali pada level yang lebih tinggi ketika breakout berikutnya terjadi.


Ketika akhirnya ia menjual sekitar $57 per saham, ia telah mengantongi keuntungan lebih dari 60 persen dalam enam bulan. Selama periode yang sama, Dow Jones Industrial Average naik kurang dari 8 persen. Trading Lorillard menjadi contoh nyata bagaimana disiplin dan kesabaran dapat mengalahkan pasar yang lebih luas.


Kutipan Abadi yang Menangkap Filsafat Nicolas Darvas

Nicolas Darvas bukan hanya seorang trader tetapi juga seorang pemikir yang meninggalkan kata-kata bijak yang mengesankan:


  • "Saya percaya pada analisis dan bukan peramalan."

  • "Beli saat harga tinggi, jual saat harga lebih tinggi."

  • "Satu-satunya alasan kuat bagi saya untuk membeli saham adalah karena harganya sedang naik."

  • "Laporan dan neraca perusahaan hanya bisa memberi tahu Anda masa lalu dan masa kini. Mereka tidak bisa memberi tahu masa depan."

  • "Tidak ada saham yang bagus atau buruk, yang ada hanya saham yang naik dan turun."


Kutipan ini mengungkap komitmennya terhadap kesederhanaan, disiplin, dan keyakinan dalam bereaksi terhadap realitas alih-alih prediksi.


Mengapa Nicolas Darvas Masih Penting bagi Investor Modern

Kisah Nicolas Darvas begitu berkesan karena menggabungkan awal yang tak terduga dengan pelajaran abadi. Box Theorynya tetap menjadi fondasi sistem mengikuti tren, yang menekankan disiplin, manajemen risiko, dan keberanian untuk menunggangi pemenang sambil menyingkirkan yang kalah.


Di market saat ini, dengan algoritma, berita global, dan trading berkecepatan tinggi, kesederhanaan aturan Nicolas Darvas terasa menyegarkan. Warisannya tetap abadi sebagai pengingat bahwa esensi trading yang sukses bukanlah memprediksi masa depan, melainkan merespons secara cerdas apa yang diungkapkan pasar.


Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Pendapat yang diberikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.