EURUSD Menguji Level 1.16 Saat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed Mundur. Apakah Eropa Memiliki Pertumbuhan yang Cukup untuk Menembus Level Tersebut?
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी

EURUSD Menguji Level 1.16 Saat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga Fed Mundur. Apakah Eropa Memiliki Pertumbuhan yang Cukup untuk Menembus Level Tersebut?

Penulis: Charon N.

Diterbitkan pada: 2026-08-17

EURUSD
Beli: -- Jual: --
Mulai Trading Sekarang

EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1,1580 pada awal perdagangan Senin, level terkuat sejak pertengahan Juni, dan penguatan ini didorong oleh faktor Amerika Serikat, bukan faktor Eropa. Pasangan mata uang ini menguat sejak awal sesi Asia seiring pelemahan dolar AS akibat data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan dan pergeseran ekspektasi terhadap kebijakan bank sentral. 

EUR/USD menguji level 1,1600 seiring surutnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed

Penguatan ini melanjutkan kenaikan sekitar 0,36% pada Jumat, dengan kurs referensi Bank Sentral Eropa (ECB) berada di 1,1567, pada sesi ketika indeks dolar AS turun mendekati kisaran 99,50 setelah penjualan ritel Juli turun 0,6%, padahal pasar memperkirakan kenaikan 0,1%.


Harga spot kini hanya berjarak sekitar 20 pips di bawah level bulat tersebut, dengan sejumlah level resistance menanti tepat di atasnya. Pertanyaannya adalah apakah level-level tersebut akan tertembus, dan jawabannya akan terungkap dalam tiga tahap sepanjang pekan ini.


Poin-Poin Utama

  • EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1,1580, level tertinggi sejak pertengahan Juni, setelah penjualan ritel AS yang lemah menurunkan peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada September menjadi 33% dari 44% sepekan sebelumnya.

  • Pergerakan ini didorong oleh faktor dolar AS. Penutupan Jumat di atas SMA 100 hari pada 1,1570 memperbaiki pola harian yang sebelumnya bearish, bukan memperpanjang tren naik yang sudah mapan.

  • Level resistance berturut-turut berada di 1,1600, SMA 200 hari di kisaran 1,1630, dan upper Bollinger Band di 1,1635, sebelum level tertinggi 29 Mei di 1,1685.

  • Di bawah 1,1570 momentum mulai memudar, tetapi baru di kisaran 1,1490 hingga 1,1500 sebuah pullback berubah menjadi breakdown.

  • Risalah FOMC pada Rabu menjadi risiko penurunan utama, sementara PMI awal (flash PMI) pada Jumat akan menguji apakah Eropa mampu menambah babak penguatan berikutnya.


Mengapa Dolar AS Menjadi Penggerak Utama

Penyesuaian ekspektasi pasar berlangsung cepat. Menurut CME FedWatch tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bulan depan sebesar 33,1%, turun dari sekitar 44% sepekan sebelumnya, meski pelaku pasar tetap yakin The Fed perlu mengetatkan kebijakan hingga akhir 2026 mengingat inflasi telah berada di atas target selama lebih dari lima tahun.


Inflasi konsumen Juli melandai, dengan inflasi headline tercatat 3,4% dan inflasi inti 2,5%, sementara harga produsen berada di bawah perkiraan. Penjualan ritel kemudian terkontraksi 0,6% secara bulanan, berbanding terbalik dengan kenaikan 0,2% pada Juni, dengan laju tahunan melambat menjadi 5,0% dari revisi sebelumnya 6,8%.


Secara keseluruhan, data ini menggambarkan inflasi yang mereda dari sisi harga dan permintaan yang melemah dari sisi konsumsi. Kondisi ini mengurangi urgensi argumen hawkish, tanpa menghilangkan argumen itu sendiri.


Grafik Teknikal EUR/USD

Rata-rata bergerak 100 hari telah membentuk rentang pergerakan ini selama berminggu-minggu. Penolakan harga yang berulang di sekitar level tersebut menjaga struktur harian secara luas tetap tertekan, dengan pola lower high dan lower low, meski rebound dari bawah 1,1400 pada akhir Juli sempat memperbaiki momentum jangka pendek.

Grafik teknikal EUR/USD menunjukkan level SMA 100 hari, SMA 200 hari, dan Bollinger Band

Jumat mengubah keadaan. Harga ditutup di atas rata-rata tersebut dan bertahan di level itu hingga Senin, yang memperbaiki pola bearish sebelumnya, bukan memperpanjang tren naik yang sudah ada. Pasangan ini kini diperdagangkan di atas SMA 100 hari sekaligus di atas garis tengah Bollinger, berada di paruh atas rentang pergerakan terkininya.

Indikator / Level Nilai Saat Ini Makna
Spot EUR/USD ~1,1580 Sekitar 20 pips di bawah area resistance 1,1600
SMA 100 hari ~1,1570 Titik pivot terdekat; bertahan di atasnya menjaga rebound tetap utuh
SMA 200 hari ~1,1630 Resistance utama, berimpit dengan upper Bollinger Band
Upper Bollinger Band ~1,1635 Batas atas zona breakout
Garis tengah Bollinger ~1,1490 Level tempat pullback berubah menjadi breakdown
SMA 50 hari ~1,1465 Support rata-rata bergerak yang lebih dalam
Lower Bollinger Band ~1,1345 Batas bawah rentang pergerakan yang lebih luas
RSI 14 hari ~63 Momentum bullish tanpa berada di area jenuh beli (overbought)


Di atas level spot, 1,1600 akan mengarah ke SMA 200 hari di kisaran 1,1630, dan baru setelah level tersebut level tertinggi 29 Mei di 1,1685 kembali menjadi target. Rata-rata jangka panjang itu nyaris tidak bergerak selama berminggu-minggu, yang menggambarkan pasar tanpa arah yang jelas, bukan pasar dengan tren naik yang sudah mapan.


RSI di level 63 condong bullish dan masih memiliki ruang sebelum memasuki area jenuh beli, tetapi pergerakan harga di sini membawa informasi lebih banyak dibandingkan indikator momentum. Penutupan yang bertahan menembus kisaran 1,1600 hingga 1,1635, tempat level bulat, SMA 200 hari, dan upper Bollinger Band bertemu, akan menjadi konfirmasi yang lebih kuat dibandingkan pembacaan indikator osilator mana pun.


Sejauh Mana Kontribusi Eropa terhadap Pergerakan Ini

Kontribusi euro dalam penguatan ini bersifat mendukung, bukan menjadi penggerak utama.


Estimasi kedua PDB kuartal II mengonfirmasi pertumbuhan 0,4% secara kuartalan dan 1,0% secara tahunan, sementara neraca perdagangan kembali surplus pada Juni setelah defisit selama tiga bulan. PMI komposit final Juli kemudian naik menjadi 52,0 dari 50,0, ekspansi pertama sejak Maret dan pembacaan terkuat dalam delapan bulan, didorong oleh sektor jasa yang kembali menguat menjadi 51,7 dari 49,4. 


Output dan pesanan baru tumbuh dengan laju tercepat sejak November tahun lalu, sementara lapangan kerja stabil setelah enam bulan mengalami penurunan. Inflasi juga bergerak ke arah yang kurang menguntungkan bagi kubu dovish, dengan harga di kawasan euro naik 2,9% pada Juli dari 2,8% pada Juni, sementara inflasi inti tercatat 2,5%. 


Setelah menahan suku bunga pada Juli usai kenaikan 25 basis poin pada Juni, ECB kini diperkirakan akan kembali menaikkan suku bunga. Jajak pendapat Reuters yang dilakukan pada 10 hingga 13 Agustus menemukan 57 dari 69 ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga deposito dari 2,25% menjadi 2,50% pada September, dibandingkan dengan dukungan 72% sebelum pertemuan Juli. 


Kisaran suku bunga The Fed di 3,50% hingga 3,75% masih menyisakan selisih kebijakan sebesar 125 hingga 150 basis poin yang menguntungkan dolar AS, tetapi pasar kini memperhitungkan penyempitan selisih tersebut dari kedua sisi.


Yang belum bisa diberikan Eropa adalah skala pertumbuhan yang besar. PMI mengindikasikan pertumbuhan PDB kuartalan hanya 0,3%, jajak pendapat yang sama memperkirakan 0,2%, dan indikator harga survei yang melandai memberi ECB ruang untuk menunggu. Eropa berkontribusi cukup untuk menahan euro agar tidak melemah, tetapi belum tentu cukup untuk mendorongnya menembus 1,1630.


Risalah The Fed Jadi Risiko Terbesar pada Rabu

Ancaman paling nyata terhadap breakout ini bukan berasal dari data Eropa yang lemah, melainkan pengingat tentang seberapa hawkish sikap The Fed saat ini.


Pernyataan kebijakan Juli disetujui dengan suara 9 berbanding 3, dengan Beth Hammack, Neel Kashkari, dan Lorie Logan sama-sama menginginkan kenaikan 25 basis poin secara langsung. Risalah pertemuan tersebut akan dipublikasikan pada Rabu. Jika pembahasan di dalamnya menunjukkan mayoritas anggota lebih dekat dengan sikap tiga anggota yang berbeda pendapat itu dibandingkan yang tersirat dalam pernyataan resmi, peluang kenaikan suku bunga September dapat kembali naik ke kisaran 40%an dengan cepat, secepat penurunannya.


Selat Hormuz Tetap Jadi Risiko Dua Arah

Faktor energi di sini ibarat pedang bermata dua. Ketegangan yang berlanjut di Selat Hormuz mendukung permintaan aset safe haven terhadap dolar AS, membatasi ruang penguatan euro terlepas dari ekspektasi suku bunga, sementara konflik yang sama juga mendorong inflasi energi di kawasan euro naik menjadi 10,0% pada Juli dari 8,5% pada Juni. 


Kenaikan biaya energi memperlemah terms of trade kawasan euro sekaligus memperkuat argumen bagi ECB untuk mengetatkan kebijakan segera. Sebaliknya, kabar meredanya ketegangan geopolitik akan meredam permintaan safe haven terhadap dolar AS sekaligus premi inflasi euro secara bersamaan, dan inilah alasan mengapa pergerakan yang dipicu harga minyak jarang berujung pada arah yang jelas.


Level-Level Kunci yang Menentukan Arah Sepekan

  1. Skenario bullish. Penutupan harian di atas 1,1600 akan membuka jalan menuju SMA 200 hari di kisaran 1,1630 dan upper Bollinger Band di sekitar 1,1635. Jika kelompok resistance tersebut berhasil ditembus, level tertinggi 29 Mei di 1,1685 kembali menjadi target berikutnya.

  2. Breakout gagal. Penutupan di bawah 1,1570 menandakan momentum jangka pendek mulai memudar, bukan berarti pergerakan ini gagal, karena penurunan singkat melewati SMA 100 hari bisa jadi hanya noise. Area yang benar-benar krusial adalah 1,1490 hingga 1,1500, tepat di garis tengah Bollinger. Jika level tersebut jebol, ini menandakan pelemahan yang nyata dan membuka jalan menuju SMA 50 hari di 1,1465.

  3. Skenario sideways. Pasangan mata uang ini bergerak terbatas antara 1,1500 dan 1,1600 hingga Jumat, sehingga data survei awal (flash PMI) yang akan memecah kebuntuan.


Agenda Penting yang Perlu Dicermati

Kepala Ekonom Philip Lane akan berbicara di Dublin pada pukul 11.30 CET hari Senin mengenai peningkatan belanja pertahanan Eropa, dengan naskah pidato yang akan dipublikasikan, dan tampil kembali pada Selasa pukul 13.45 CET membahas kebijakan moneter di tengah dunia yang terfragmentasi.


Rabu menjadi hari yang padat agenda. Christine Lagarde bergabung dalam panel prospek ekonomi global di Jenewa pada pukul 09.10 CET. Eurostat akan merilis data HICP lengkap untuk Juli di kawasan euro dan negara-negara anggotanya, yang akan mengonfirmasi atau merevisi estimasi awal (flash estimate) sebesar 2,9%, sementara ECB merilis data HICP tersendiri yang telah disesuaikan secara musiman pada pukul 12.00 CET. Risalah FOMC menyusul pada malam harinya.


Jumat menjadi hari dengan agenda terpadat: PMI awal Prancis dan Jerman masing-masing pada pukul 07.15 dan 07.30 UTC, PMI komposit zona euro pada pukul 08.00 UTC, dan data serupa untuk AS pada pukul 13.45 UTC. ECB juga akan merilis Consumer Expectations Survey serta indikator tingkat upah hasil negosiasi, yang menjadi masukan langsung bagi perdebatan inflasi sektor jasa.


Senin menguji apakah pelemahan dolar AS pada Jumat sebelumnya memiliki daya tahan. Rabu menguji apakah pasar sudah terlalu dovish dalam memandang The Fed. Jumat menguji apakah aktivitas ekonomi Eropa mampu menambah babak penguatan berikutnya. Breakout ini tidak selalu memerlukan konfirmasi dari sisi Eropa, karena pelemahan lanjutan dolar AS saja sudah bisa mendorongnya, tetapi pergerakan yang ditopang oleh kedua sisi mata uang ini akan jauh lebih tahan lama dibandingkan pergerakan yang hanya bertumpu pada pelemahan dolar AS.

Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.