Diterbitkan pada:
2025-08-29
Diperbarui pada: 2025-12-23
Carry trade adalah strategi trading yang dibangun berdasarkan suku bunga, bukan pergerakan harga jangka pendek.
Trader meminjam mata uang dengan suku bunga rendah dan menginvestasikannya ke mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, dengan tujuan memperoleh selisih suku bunga dari waktu ke waktu. Pendekatan ini umum digunakan di pasar forex saat kondisi pasar stabil dan risk-on, ketika kebijakan bank sentral dapat diprediksi.
Meskipun carry trade dapat menghasilkan pendapatan yang stabil melalui pembayaran swap harian, strategi ini juga membuat trader terpapar risiko nilai tukar. Memahami cara kerja carry trade membantu trader melihat mengapa suku bunga, sentimen pasar, dan stabilitas mata uang sama pentingnya dengan arah harga.
Carry trade adalah strategi dalam trading forex di mana trader meminjam dana dalam mata uang dengan suku bunga rendah, kemudian menukarnya untuk membeli mata uang lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan dari selisih suku bunga, yang dikenal sebagai carry, sambil tetap menghadapi risiko dari pergerakan nilai tukar.

Strategi ini umumnya digunakan dalam kondisi pasar yang stabil, ketika suku bunga global dan arah kebijakan bank sentral dapat diprediksi dengan baik.
Dalam trading, carry trade melibatkan penjualan mata uang dengan imbal hasil rendah dan pembelian mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi. Trader memperoleh selisih suku bunga, yang sering disebut carry, selama posisi tersebut tetap terbuka.
Beberapa transaksi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga. Carry trade bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari waktu itu sendiri, dengan memperoleh bunga sambil menahan posisi.
Carry trade biasanya ditahan selama beberapa hari, minggu, atau bahkan bulan. Trader memantau suku bunga dan nilai tukar dengan cermat. Jika mata uang dengan imbal hasil lebih tinggi melemah tajam, kerugian harga dapat melebihi bunga yang diperoleh.
Pilih Pasangan: Cari pasangan dengan selisih suku bunga positif, misalnya: membeli USD (imbal hasil tinggi) dan meminjam JPY atau CHF (imbal hasil rendah).
Pinjam Mata Uang Berbunga Rendah: Melalui broker, Anda dapat membuka posisi short pada mata uang imbal hasil rendah (misalnya JPY)..
Beli Mata Uang Berbunga Tinggi: Gunakan dana tersebut untuk membeli mata uang dengan bunga lebih tinggi dan menempatkannya di aset yang menghasilkan imbal hasil
Tahan Trading: Selama selisih suku bunga tetap positif dan nilai tukar stabil atau menguat sesuai arah posisi Anda, Anda akan terus mengumpulkan carry (swap positif).
Strategi ini umumnya digunakan dalam forex spot, tetapi juga dapat diterapkan pada pasar berjangka dan opsi.

Misalnya Anda meminjam dana senilai $10.000 dalam yen Jepang (JPY) dengan suku bunga 0,5% per tahun, lalu mengkonversikannya ke dolar AS (USD) untuk berinvestasi di instrumen berbunga 5%.
Bunga yang Diperoleh: $500 dari investasi USD
Bunga yang Dibayar: $50 untuk pinjaman yen
Potensi Keuntungan dari Carry: $450
Namun, jika USD melemah terhadap JPY, Anda bisa merugi saat menukar kembali ke yen, meskipun mendapatkan bunga. Nilai tukar tetap menjadi risiko utama.
Anda masuk posisi saat USD/JPY = 150
Setahun kemudian, USD melemah ke USD/JPY = 140
Saat menukarkan kembali ke JPY, Anda mendapatkan lebih sedikit yen per dolar, sehingga keuntungan dari carry bisa terhapus—bahkan berubah menjadi kerugian
Carry trade memengaruhi cara trader memilih mata uang, menentukan ukuran posisi, dan menetapkan periode penahanan. Karena keuntungan terbentuk dari waktu ke waktu, kesabaran dan disiplin lebih penting dibandingkan eksekusi yang cepat.
Carry trade juga membuat trader terpapar risiko yang datang secara tiba-tiba. Satu pergerakan tajam saja dapat menghapus pendapatan bunga selama berminggu-minggu. Hal ini menjadikan manajemen risiko sangat penting, terutama saat terjadi rilis berita besar.
Kondisi Ideal:
Selisih suku bunga yang stabil atau meningkat
Volatilitas nilai tukar minimal
Kebijakan bank sentral yang dapat diprediksi
Sentimen pasar cenderung risk-on
Kondisi Terburuk:
Pasar dalam mode risk-off
Depresiasi mata uang yang tidak terduga
Pembalikan suku bunga atau intervensi bank sentral
Krisis keuangan global atau guncangan likuiditas
Beberapa pasangan mata uang lebih disukai untuk carry trade karena perbedaan suku bunganya dan tingkat likuiditas relatifnya:
| Pasangan Mata Uang | Alasan Popularitas dalam Carry Trade |
|---|---|
| AUD/JPY | Secara historis memiliki selisih suku bunga yang lebar dan aktivitas yang kuat selama sesi trading Asia |
| NZD/JPY | Imbal hasil carry yang menarik dikombinasikan dengan pasar forex yang relatif likuid |
| USD/ZAR | Perbedaan suku bunga yang sangat tinggi, tetapi disertai risiko politik dan mata uang yang tinggi |
| TRY/JPY | Potensi imbal hasil yang sangat tinggi, dipasangkan dengan volatilitas ekstrem dan pergerakan harga yang cepat |

Mengabaikan risiko nilai tukar: Trader terlalu fokus pada selisih bunga, padahal fluktuasi nilai tukar bisa menghapus seluruh keuntungan.
Asumsi keuntungan carry terjamin: Selisih bunga tidak menjamin profit jika terjadi depresiasi besar pada mata uang target.
Menggunakan leverage yang terlalu banyak: Return yang terlihat kecil mendorong trader untuk memperbesar ukuran lot, yang berisiko tinggi.
Tidak Memahami kondisi pasar: Carry trade tidak cocok di lingkungan dengan ketidakpastian tinggi, seperti masa krisis global.
Gunakan stop-loss untuk membatasi kerugian akibat fluktuasi mata uang
Hindari leverage berlebihan, terutama pada pasangan yang sangat volatil
Pantau pengumuman suku bunga dan kebijakan bank sentral
Lacak korelasi dengan pasar lain (misalnya saham atau komoditas)
Masuk posisi secara bertahap (scaling in), bukan all-in
Ketahui kapan harus keluar—carry trade bisa berbalik arah secara tiba-tiba
| Kelebihan Carry Trade | Kekurangan Carry Trade |
|---|---|
| Dapat menghasilkan pendapatan di pasar yang datar atau bergerak lambat | Rentan terhadap fluktuasi nilai tukar |
| Bekerja paling baik dalam kondisi ekonomi yang stabil | Keputusan bank sentral dapat dengan cepat membalikkan posisi |
| Konsep sederhana dan banyak digunakan di pasar forex | Penggunaan leverage meningkatkan keuntungan sekaligus kerugian |
| Banyak platform trading mendukung strategi carry trade | Penutupan posisi secara tiba-tiba dapat terjadi dengan cepat dan berdampak besar |
Institusi besar seperti hedge fund dan bank investasi secara aktif menggunakan strategi carry trade. Ketika carry trade menjadi populer, strategi ini dapat:
Memperkuat mata uang dengan imbal hasil tinggi akibat arus modal masuk yang besar
Memberi tekanan pada mata uang dengan imbal hasil rendah, yang sering digunakan sebagai sumber pendanaan
Menyebabkan pembalikan arah yang cepat saat terjadi peristiwa global risk-off, seperti yang terlihat pada krisis keuangan 2008 dan periode awal COVID-19
Peristiwa risiko yang tidak terduga dapat memicu keluarnya dana secara massal dari carry trade, yang dikenal sebagai carry trade unwind, dan hal ini sering kali menghasilkan pergerakan mata uang yang tajam, terutama di pasar negara berkembang.
Bank sentral: Lembaga yang menetapkan suku bunga dan kebijakan moneter, yang secara langsung memengaruhi apakah carry trade menjadi menarik atau berisiko.
Suku bunga: Biaya untuk meminjam atau imbal hasil dari memegang suatu mata uang, yang menentukan pendapatan yang diperoleh dalam carry trade.
Bursa (exchange): Tempat terjadinya trading mata uang dan aset lainnya, yang memungkinkan carry trade dibuka dan ditutup.
Exchange Traded Fund (ETF): Dana yang ditradingkan di bursa dan dapat memberikan eksposur terhadap mata uang atau perbedaan suku bunga, terkadang digunakan untuk mendapatkan eksposur carry trade secara tidak langsung.
Yield: Pendapatan yang diperoleh dari memegang suatu aset atau mata uang, yang menjadi target strategi carry trade untuk dikumpulkan dari waktu ke waktu.
Mark to Market: Proses penilaian aset berdasarkan harga pasar saat ini, bukan berdasarkan biaya perolehan di masa lalu.
1. Apa tujuan utama dari carry trade?
Tujuan utama carry trade adalah memperoleh pendapatan yang stabil dari selisih suku bunga antara dua mata uang dengan menahan posisi dalam jangka waktu tertentu. Trader mengandalkan nilai tukar yang stabil agar pendapatan bunga tidak terhapus oleh pergerakan harga yang merugikan.
2. Apakah carry trade hanya digunakan di pasar forex?
Carry trade paling terlihat di pasar forex karena mata uang memiliki suku bunga yang jelas dan pembayaran swap harian. Strategi serupa juga ada di pasar obligasi dan aset lain, di mana investor meminjam dengan suku bunga rendah dan berinvestasi pada instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi.
3. Apakah carry trade selalu menghasilkan keuntungan?
Tidak. Carry trade dapat bekerja dengan baik dalam jangka waktu lama, tetapi rentan terhadap pembalikan arah yang tiba-tiba. Pergerakan mata uang yang tajam atau keputusan bank sentral yang tidak terduga dapat menghapus pendapatan bunga selama berbulan-bulan dalam waktu singkat.
4. Apakah carry trade cocok untuk pemula?
Carry trade membutuhkan kesabaran, kesadaran risiko, serta pemahaman tentang suku bunga dan sentimen pasar. Pemula sebaiknya menjalankan strategi ini dengan hati-hati, menggunakan ukuran posisi kecil, dan tidak bergantung hanya pada pendapatan carry.
5. Mengapa carry trade gagal saat terjadi krisis pasar?
Saat pasar mengalami tekanan, investor cenderung meninggalkan aset berimbal hasil tinggi dan beralih ke mata uang yang lebih aman. Perubahan ini menyebabkan mata uang berimbal hasil tinggi turun dengan cepat, memaksa carry trade ditutup dan memperbesar kerugian.
Carry trade bisa menjadi strategi jangka panjang yang berguna ketika kondisi pasar mendukung. Namun, strategi ini memiliki risiko bawaan, terutama dari fluktuasi mata uang dan perubahan kebijakan bank sentral. Anda perlu memantau dua hal sekaligus: suku bunga dan nilai tukar, serta mengelola eksposur dengan tepat.
Carry trade bukan strategi pasang lalu ditinggal. Penggunaan manajemen risiko yang cerdas, pengaturan ukuran posisi, dan kesadaran pasar akan mengubah strategi dasar menjadi strategi yang lebih profesional.
Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Pendapat yang diberikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.