Diterbitkan pada: 2026-02-27
Penurunan harga yang tiba-tiba saat tren naik bisa tampak seperti awal kejatuhan, sedangkan lonjakan tajam selama tren turun bisa terlihat sebagai tanda pemulihan. Pada kenyataannya, banyak dari pergerakan ini hanya merupakan gerakan Countertrend, yang merupakan bagian alami dan berulang dari perilaku pasar.
Memahami Countertrend membantu trader menafsirkan grafik dengan lebih akurat, mengelola ekspektasi, dan menghindari reaksi emosional terhadap koreksi harga yang normal.

Countertrend atau Kontra-tren mengacu pada pergerakan harga atau posisi trading yang berlawanan dengan tren pasar dominan. Ini melibatkan upaya untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga sementara yang bergerak berlawanan arah dengan pasar utama.
Jika pasar secara keseluruhan sedang naik tetapi mengalami penurunan jangka pendek, penurunan itu merupakan gerakan countertrend. Demikian pula, reli sementara di tengah tren turun yang lebih luas juga dianggap sebagai perilaku countertrend.
Pergerakan ini biasanya berdurasi lebih pendek dibandingkan tren utama dan sering terjadi sebagai bagian dari siklus pasar normal, bukan menandakan perubahan permanen.
Strategi countertrend berfokus pada mengidentifikasi pembalikan harga sementara di dalam tren pasar yang sedang berlangsung.
Memanfaatkan pergerakan jangka pendek dalam tren yang lebih besar: Strategi countertrend bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga yang lebih kecil dalam tren yang lebih luas daripada memprediksi pembalikan tren penuh.
Trading melawan ekstrem momentum sementara: Para trader mencari situasi di mana harga telah bergerak terlalu jauh ke satu arah dan mungkin berhenti atau berbalik sebelum tren utama berlanjut.
Menggunakan sinyal teknikal untuk mengidentifikasi kelelahan: Alat seperti Indeks Kekuatan Relatif (RSI), level support dan resistance, serta pola aksi harga membantu trader menilai apakah tekanan beli atau jual mungkin melemah sementara.
Menerapkan manajemen risiko yang lebih ketat dan target yang lebih kecil: Karena tren dominan masih mengendalikan arah pasar secara keseluruhan, trader countertrend biasanya menargetkan keuntungan yang lebih pendek sambil menggunakan kontrol risiko yang lebih ketat untuk membatasi potensi kerugian.
Menyadari bahwa penarikan kembali (pullback) adalah hal yang normal mencegah trader menutup posisi terlalu cepat selama koreksi yang sehat.
Banyak trader tren sengaja menunggu penarikan kembali countertrend sebelum membuka posisi pada harga yang lebih menguntungkan.
Trader belajar membedakan antara kelemahan sementara dan perubahan struktur tren, yang penting untuk pengambilan keputusan yang konsisten.
Pasar bergerak dalam gelombang, dan mengenali siklus ini mengurangi reaksi emosional saat volatilitas.
| Pendekatan | Ide Utama |
| Trend Trading | Melakukan trading searah tren pasar utama |
| Countertrend Trading | Trading koreksi sementara yang berlawanan dengan tren dominan |
Trader tren berupaya memanfaatkan momentum untuk pergerakan yang lebih panjang, menyesuaikan posisi dengan arah pasar yang berlaku. Sementara itu, trader countertrend berfokus pada peluang jangka pendek yang tercipta ketika harga sementara bergerak menjauh dari keseimbangan.
Tidak ada pendekatan yang secara inheren lebih unggul. Namun, trading countertrend biasanya membutuhkan penentuan waktu yang lebih presisi karena trader beroperasi melawan momentum yang mendasari.
Bayangkan sebuah saham yang naik secara konsisten dari $50 menjadi $80 selama beberapa bulan, dengan jelas membentuk sebuah tren naik.
Setelah mencapai $80, harga turun menjadi $72 dalam beberapa sesi trading. Penurunan ini tidak selalu menunjukkan pembalikan arah. Sebaliknya, itu bisa mencerminkan realisasi keuntungan atau ketidakpastian pasar sementara.
Seorang trader countertrend mungkin mencoba posisi jual jangka pendek selama penurunan sementara ini, mengharapkan pergerakan turun yang terbatas. Sementara itu, trader yang mengikuti tren mungkin menunggu tanda bahwa koreksi telah berakhir sebelum membuka posisi beli baru yang sejalan dengan tren yang lebih luas.
Contoh ini menunjukkan bagaimana pergerakan pasar yang sama dapat menyajikan peluang berbeda tergantung gaya trading.
Realisasi keuntungan adalah salah satu faktor utama. Trader yang masuk posisi lebih awal mungkin menutup posisi setelah kenaikan harga yang kuat, menciptakan tekanan sementara ke arah berlawanan. Penyesuaian portofolio institusional juga dapat menghasilkan pergerakan harga jangka pendek yang tidak terkait dengan tren jangka panjang.
Peristiwa berita jangka pendek sering memicu reaksi sementara juga. Pasar mungkin bereaksi berlebihan pada awalnya sebelum stabil dan kembali ke arah tren yang lebih luas. Selain itu, momentum secara alami melambat setelah pergerakan harga yang berkepanjangan. Pembeli atau penjual mungkin sementara kehilangan kekuatan, memungkinkan harga untuk terkoreksi sebelum partisipan baru masuk ke pasar.
Tren: Arah umum pergerakan harga sebuah aset selama periode waktu, baik naik, turun, atau mendatar.
Momentum: Kekuatan dan kecepatan pergerakan harga, menunjukkan seberapa kuat harga bergerak ke arah tertentu.
Pembalikan Arah: Perubahan arah pasar di mana tren naik atau turun yang ada berubah menjadi pergerakan sebaliknya.
Pullback: Pergerakan harga sementara yang berlawanan dengan tren utama, sering dilihat sebagai jeda jangka pendek atau koreksi sebelum tren berlanjut.
Relative Strength Index (RSI): Mengukur kecepatan dan kekuatan pergerakan harga untuk membantu mengidentifikasi kondisi pasar yang jenuh beli atau jenuh jual.
Trading countertrend bisa lebih menantang bagi pemula karena memerlukan pemahaman yang kuat tentang struktur tren dan timing. Banyak trader baru pertama-tama mempelajari strategi mengikuti tren sebelum mencoba trading melawan momentum pasar yang sedang dominan untuk mengurangi kompleksitas dan paparan risiko.
Tidak, pergerakan countertrend biasanya bersifat sementara dan terjadi di dalam tren yang ada, sedangkan pembalikan menunjukkan perubahan arah pasar yang lebih luas dan berkelanjutan yang didukung oleh perubahan struktural dalam perilaku harga dan sentimen.
Trader mengejar peluang countertrend untuk menangkap koreksi jangka pendek ketika pasar menjadi sementara terlalu jauh. Posisi ini bertujuan memperoleh keuntungan dari penyeimbangan kembali harga daripada pergerakan arah jangka panjang yang sejalan dengan tren utama.
Ya, trading countertrend bisa menguntungkan jika didukung oleh manajemen risiko yang disiplin dan sinyal konfirmasi. Namun, karena posisi bergerak melawan momentum, kerugian dapat terjadi dengan cepat jika tren dominan kembali melaju dengan kuat.
Trader biasanya mengombinasikan indikator momentum, analisis support dan resistance, serta sinyal price action untuk mengidentifikasi titik-titik potensi kelelahan di mana koreksi jangka pendek dapat berkembang dalam struktur tren yang lebih luas.
Trading countertrend menyoroti kebenaran penting tentang pasar keuangan: pergerakan harga berlangsung dalam gelombang, bukan garis lurus. Pergerakan sementara yang berlawanan dengan tren dominan bukanlah tanda kekacauan tetapi koreksi alami yang membantu mempertahankan arah pasar jangka panjang.
Trader dapat lebih baik membedakan antara pullback normal dan pembalikan sejati dengan mencari perilaku countertrend. Meskipun trading melawan momentum dapat memberikan peluang, hal itu juga memperkenalkan risiko yang lebih tinggi, sehingga disiplin dan kesadaran risiko menjadi sangat penting.
Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi dan tidak merupakan nasihat investasi, rekomendasi trading, atau panduan keuangan. Pasar keuangan melibatkan risiko, dan kinerja masa lalu atau strategi trading tidak menjamin hasil di masa depan. Pedagang harus melakukan riset independen dan mempertimbangkan situasi keuangan serta toleransi risiko mereka sebelum membuat keputusan trading.