Perak stabil di level tertinggi dalam lebih dari 10 tahun

2025-07-15

Harga perak sedikit berubah pada hari Selasa setelah  Trump meningkatkan ketegangan perdagangan dengan Meksiko, produsen logam putih terbesar di dunia. Sepanjang tahun ini, perak telah menguat sekitar 32%.


Pekan lalu, harga perak sempat menembus $39 per ons seiring dengan pasokan fisik yang semakin ketat. Biaya pinjaman logam ini untuk tenor satu bulan secara tahunan melonjak menjadi lebih dari 6%.


Sejak Februari, volume ETF yang didukung perak telah meningkat sekitar 2.570 ton, menurut data yang dihimpun Bloomberg. Optimisme ini didorong oleh melemahnya dolar dan membaiknya sentimen risiko.


Kinerja perak yang melampaui emas membuat rasio antara keduanya menurun dalam beberapa bulan terakhir. Meski begitu, perak masih relatif murah secara historis, yang menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut.


Menurut Silver Institute, pasar perak diperkirakan akan mengalami defisit selama lima tahun berturut-turut. Permintaan global terhadap perak diperkirakan tetap stabil secara umum, dengan aplikasi industri dan investasi ritel menjadi pendorong utama pertumbuhan.


Negosiator utama Uni Eropa memperingatkan adanya "kesenjangan besar" antara UE dan AS terkait tarif menjelang tenggat waktu kesepakatan dagang pada bulan Agustus. Blok tersebut sedang mempertimbangkan langkah-langkah balasan yang mungkin diterapkan.

XAGUSD

Harga perak terkoreksi tajam dari level tertingginya dalam 14 tahun, dengan indikator RSI kini keluar dari wilayah overbought. Bias bearish tetap dominan dalam jangka pendek, mengindikasikan harga berpotensi menuju level $37,45 akhir pekan ini.


Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Pendapat yang diberikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.