Diterbitkan pada:
2026-08-24
Diperbarui pada: 2026-08-24
USD/CAD diperdagangkan di kisaran 1,3798 pada awal perdagangan Senin, setelah perundingan dagang Kanada-Amerika Serikat menemui jalan buntu dan tarif tambahan 50% berdasarkan Section 338 mulai berlaku atas sekitar US$ 20 miliar barang asal Kanada. Rebound tipis pada USD/CAD ini tidak terlalu mengejutkan jika melihat kronologinya, sebab Washington sudah mengumumkan tarif tersebut sejak 20 Juli, sementara penguatan CAD pekan lalu mencerminkan harapan bahwa negosiasi akan menghentikan atau melunakkan kebijakan tersebut. Pergerakan pada Senin sejauh ini baru mengoreksi sebagian dari premi optimisme kesepakatan itu, sementara eksposur langsung yang terbatas dan pelemahan dolar AS secara luas membuat rebound tetap terkendali.

Tarif tambahan 50% berdasarkan Section 338 diumumkan pada 20 Juli, lebih dari sebulan sebelum resmi berlaku pada 22 Agustus, sehingga risiko tarif ini sebenarnya sudah diketahui pasar sejak awal.
Rata-rata harian USD/CAD versi Bank of Canada (BoC) turun dari 1,3889 pada 18 Agustus menjadi 1,3760 pada 21 Agustus seiring meningkatnya optimisme kesepakatan dagang, sebelum pasangan mata uang ini kembali naik ke 1,3798 pada Senin.
Tarif baru ini secara langsung mencakup sekitar US$ 20 miliar ekspor Kanada, atau sekitar 5% dari total pengiriman barang Kanada ke AS, bukan keseluruhan hubungan dagang bilateral.
Dolar AS masih bertahan mendekati level terendah dalam beberapa bulan terakhir terhadap mata uang utama dunia, sehingga meredam sebagian tekanan yang secara khusus membebani CAD.
Data PDB pada 28 Agustus, keputusan BoC pada 2 September, dan tarif balasan Kanada pada 8 September akan menjadi ujian berikutnya apakah sengketa dagang ini akan memicu penyesuaian harga USD/CAD yang lebih besar.
Ancaman tarif utama sebenarnya bukan baru muncul pada 22 Agustus. Gedung Putih telah mengumumkan langkah-langkah berdasarkan Section 338 pada 20 Juli, berupa tarif ad valorem tambahan sebesar 50% atas barang impor tertentu asal Kanada, dengan tanggal berlaku yang semula ditetapkan pada 19 Agustus. Tarif tersebut umumnya ditambahkan di atas tarif, pajak, dan pungutan lain yang berlaku atas produk yang tercakup.
Yang berubah pekan lalu adalah persepsi pasar bahwa tarif tersebut mungkin bisa dihindari atau dilonggarkan melalui negosiasi. Kanada menyatakan pada 18 Agustus bahwa telah dicapai "kemajuan substansial", dan Washington pun menunda pemberlakuan tarif selama tiga hari sembari perundingan terus berlangsung.
Rata-rata harian USD/CAD versi BoC berada di 1,3889 pada 18 Agustus, kemudian turun menjadi 1,3824 pada 19 Agustus, 1,3785 pada 20 Agustus, dan 1,3760 pada 21 Agustus. Reuters juga mencatat level terendah harian sebesar 1,3757 pada 20 Agustus, seiring kenaikan harga minyak, pelemahan dolar AS, dan harapan tercapainya kesepakatan dagang yang menopang CAD.
Perundingan kemudian menemui jalan buntu pada Jumat, dan tarif tetap diberlakukan. Pergerakan USD/CAD kembali ke kisaran 1,3798 pada Senin lebih tepat dibaca sebagai koreksi sebagian atas optimisme kesepakatan pekan lalu, bukan sebagai indikasi bahwa pasar baru pertama kali memperhitungkan guncangan tarif 50% yang sebelumnya tidak diketahui.
Besaran tarif ini memang berat bagi produk yang terkena kebijakan tersebut, meski cakupan langsungnya jauh lebih sempit dibandingkan tarif 50% yang berlaku menyeluruh atas ekspor Kanada.
Kanada memperkirakan nilai perdagangan yang terdampak sekitar C$28 miliar, setara dengan sekitar US$ 20 miliar. Reuters memperkirakan kebijakan ini mencakup sekitar 5% dari total ekspor Kanada ke Amerika Serikat.
Proklamasi Section 338 mencakup sejumlah kelompok barang tertentu, antara lain anggur, produk susu, furnitur, semen, pakaian, peralatan memancing, dan produk hoki. Kebijakan terbaru ini mengecualikan energi, potas, barang yang sudah dikenai tarif berdasarkan Section 232, serta produk tertentu lainnya termasuk ikan dan mineral kritis.
Untuk produk yang tercakup, Gedung Putih menyebut kebijakan ini sebagai tarif tambahan sebesar 50%, yang umumnya dikenakan di atas tarif dan pungutan lain yang berlaku. Status barang yang sebenarnya memenuhi syarat sebagai barang asal dalam kerangka USMCA pun tidak membuatnya bebas dari tarif tambahan ini.
Kanada berencana memberlakukan tarif balasan setara nilai (dollar-for-dollar) mulai 8 September, dengan rincian produk yang masih dalam tahap finalisasi. Tanggal mulai berlaku secara hukum ini tidak berarti dampak ekonominya baru muncul pada hari itu, sebab perusahaan yang menghadapi kenaikan biaya di masa depan bisa lebih dulu menyesuaikan pesanan, persediaan, harga, dan investasi mereka.
Reuters melaporkan dolar Kanada melemah sekitar 0,2% ke posisi C$1,3798 per dolar AS pada awal perdagangan Senin, sementara dolar AS bertahan mendekati level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Dolar Australia dan dolar Selandia Baru masih berada di dekat level tertinggi dalam tiga bulan, EUR/USD diperdagangkan di sekitar US$ 1,1685, sedangkan yen tetap lebih kuat dari 159 per dolar.
Pelemahan dolar AS yang lebih luas ini membatasi dampak guncangan dagang yang secara khusus menimpa Kanada terhadap USD/CAD. Jika dolar AS menguat secara bersamaan, tekanan naik pada pasangan mata uang ini akan makin besar, sementara pasar pada Senin justru menunjukkan kombinasi yang berlawanan.
Reaksi awal pasar valas ini pun dibentuk oleh tiga faktor sekaligus. Risiko tarif sebenarnya sudah diketahui pasar, hanya sebagian kecil ekspor Kanada yang terkena dampak langsung, dan mata uang di sisi lain pasangan USD/CAD, yakni dolar AS, masih dalam tren pelemahan.
Penyesuaian harga CAD yang lebih besar akan lebih beralasan jika sengketa dagang ini mulai memengaruhi perekrutan tenaga kerja, investasi, dan pertumbuhan ekonomi, bukan hanya terkonsentrasi pada industri yang terdampak langsung.
Jumlah tenaga kerja di Kanada bertambah 75.000 orang pada Juli, sementara tingkat pengangguran turun menjadi 6,4%, level terendah sejak Juli 2024. Lapangan kerja di sektor swasta bertambah 58.000.
Data ini berasal dari sebelum eskalasi terbaru sehingga belum bisa menunjukkan dampaknya. Namun data tersebut mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja memasuki babak baru sengketa dagang ini dengan momentum yang lebih baik dibandingkan awal tahun, meski BoC masih menilai perekonomian beroperasi dengan kelebihan pasokan setelah periode pertumbuhan lemah yang berkepanjangan.
Bukti bahwa perusahaan yang terdampak tarif mulai mengurangi perekrutan atau investasi akan memberi alasan yang lebih kuat bagi pasar mata uang untuk memperhitungkan dampak ekonomi yang lebih luas.
Inflasi utama Kanada mencapai 3,0% pada Juli, namun inflasi tanpa memperhitungkan harga bensin tercatat tetap di 2,2%. BoC sebelumnya sudah menegaskan pada Juli bahwa tingginya inflasi utama terutama didorong oleh harga energi, sementara ukuran inflasi inti berada mendekati 2%.
BoC mempertahankan suku bunga acuan di 2,25% dan akan kembali menggelar pertemuan kebijakan pada 2 September. Proyeksi BoC pada Juli memperkirakan inflasi akan melandai seiring turunnya harga minyak dan bensin, sementara pelemahan ekonomi yang masih berlanjut menekan harga-harga lain ke bawah.
Sengketa dagang yang kembali memanas ini mempersulit proyeksi tersebut dari dua arah sekaligus. Pelemahan ekspor, perekrutan, atau investasi berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi, sementara tarif balasan Kanada dan naiknya biaya impor bisa menambah tekanan harga pada kategori yang terdampak. BoC kini harus menimbang risiko-risiko tersebut terhadap inflasi inti non-energi, yang jauh lebih mendekati target dibandingkan yang tersirat dari angka inflasi utama sebesar 3,0%.
Tidak. Gedung Putih menyatakan bahwa produk yang tercakup dalam kebijakan Section 338 tetap dikenai tarif tambahan 50%, sekalipun produk tersebut sebenarnya memenuhi syarat sebagai barang asal berdasarkan USMCA.
Energi, potas, produk yang sudah dikenai tarif berdasarkan Section 232, serta sejumlah barang lain termasuk ikan dan mineral kritis, dikecualikan dari tarif terbaru berdasarkan Section 338.
Ya, bisa. Bukti pelemahan pertumbuhan ekonomi Kanada, melambatnya penyerapan tenaga kerja, gangguan dagang yang berkepanjangan, atau perubahan signifikan pada ekspektasi kebijakan BoC dapat memicu penyesuaian CAD yang jauh lebih besar dibandingkan pergerakan awal pada Senin.
Data awal berbasis industri dari Statistics Canada menunjukkan pertumbuhan sekitar 0,8% secara kuartalan (qoq) pada kuartal II, sementara proyeksi BoC pada Juli memperkirakan pertumbuhan PDB berbasis pengeluaran sebesar 2,5% dalam basis kuartalan yang disetahunkan. Kedua angka ini menggunakan konvensi dan kerangka PDB yang berbeda, dan estimasi resmi kuartal kedua pada 28 Agustus akan menggantikan gambaran awal tersebut sebelum keputusan BoC pada 2 September.
Tarif balasan Kanada secara resmi mulai berlaku pada 8 September, meski penyesuaian pesanan, persediaan, dan harga bisa dimulai lebih awal. Sejauh ini, USD/CAD sebagian besar hanya mengoreksi premi optimisme kesepakatan pekan lalu. Penyesuaian harga yang lebih besar membutuhkan bukti bahwa sengketa dagang ini benar-benar merembet dari daftar tarif ke perekonomian Kanada secara lebih luas.