Mengapa Harga Kopi Arabika Mendekati Titik Terendah 10 Minggu Meskipun Saham ICE Berada di Titik Terendah 27 Tahun?
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी O‘zbekcha Қазақша

Mengapa Harga Kopi Arabika Mendekati Titik Terendah 10 Minggu Meskipun Saham ICE Berada di Titik Terendah 27 Tahun?

Penulis: Michael Langford

Diterbitkan pada: 2026-09-17   
Diperbarui pada: 2026-09-17

Harga kopi Arabika turun mendekati level terendah dalam sekitar 10 minggu terakhir, meski persediaan bersertifikat ICE menyusut menjadi 217.646 bag, level terendah sejak 1999. Bersamaan dengan itu, Brasil mulai melepas pasokan kopi dalam jumlah jauh lebih besar ke jalur pasokan global setelah beberapa bulan ketersediaan yang ketat. Kontrak berjangka kini lebih banyak merespons pasokan yang sedang menuju pasar, bukan stok bursa yang sudah menipis di gudang.

Grafik pergerakan harga kopi Arabika dan tren stok bersertifikat ICE

Poin-Poin Penting

  • Kopi Arabika diperdagangkan di kisaran US$ 2,8170 per pon pada 16 September, setelah sempat menyentuh US$ 2,8120 di awal pekan, level terendah dalam sekitar 10 minggu.

  • Stok Arabika bersertifikat ICE turun menjadi 217.646 bag, level terendah dalam 27 tahun.

  • Ekspor Arabika Brasil mencapai 2,866 juta bag pada Agustus, naik 25,7% secara tahunan, sementara total ekspor kopi Brasil mencetak rekor Agustus sebesar 4,155 juta bag, naik 31%.

  • Pengiriman kopi Brasil ke Belgia melonjak 245,3% pada Agustus, sementara hampir 64.000 bag asal Brasil tengah menunggu proses penilaian mutu (grading) ICE per 14 September.

  • Kenaikan berkelanjutan pada stok bersertifikat akan menjadi bukti paling jelas bahwa pasokan Brasil yang lebih kuat akhirnya mengalir ke sistem gudang ICE.


Penurunan Harga Arabika Berlawanan dengan Sinyal Stok ICE

Kontrak berjangka Arabika turun 0,7% menjadi US$ 2,8170 per pon pada pukul 11.47 GMT tanggal 16 September, menurut Reuters, setelah sempat menyentuh US$ 2,8120 pada Senin. Level tersebut menjadi yang terendah dalam sekitar 10 minggu. Harga sempat diperdagangkan di atas US$ 3,50 per pon pada Juli.


Persediaan ICE justru bergerak ke arah sebaliknya. Stok Arabika bersertifikat kini turun menjadi 217.646 bag, level terendah sejak 1999. Stok ini mencakup kopi yang disetujui bursa dan siap dikirim untuk memenuhi kontrak Coffee C futures, bukan seluruh kopi yang tersimpan secara global.


Dengan demikian, pasokan yang siap dikirim segera dari bursa semakin langka, sementara harga Arabika telah anjlok tajam dari level tertinggi Juli. Perubahan yang mendorong harga justru berasal dari hulu, di mana pasokan kopi Brasil dalam jumlah jauh lebih besar mulai mengalir ke jalur ekspor.


Lonjakan Ekspor Brasil Mengubah Sinyal Pasokan pada Agustus

Brasil mengirimkan 2,866 juta bag (60 kg) kopi Arabika pada Agustus, naik 25,7% dari Agustus 2025. Total ekspor kopi Brasil mencapai 4,155 juta bag, naik 31% secara tahunan dan menjadi capaian Agustus terkuat dalam catatan Cecafé.


Percepatan tersebut berlanjut hingga September. Ekspor kopi hijau (green coffee) Brasil rata-rata mencapai sekitar 13.500 metrik ton per hari kerja pada dua pekan pertama bulan tersebut, 51,5% di atas laju pada periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data pemerintah yang dikutip Reuters.


Ekspor kopi Brasil dari Januari hingga Agustus mencapai 25,073 juta bag, masih 1,2% lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Cecafé menyebutkan bahwa kinerja Agustus ditopang oleh ketersediaan biji Arabika hasil panen baru yang lebih besar, setelah curah hujan sempat menunda masa panen sehingga biji kopi justru masuk ke pasar lebih awal pada musim ini.


Menjelang akhir Agustus, panen 2026/27 Brasil hampir rampung seluruhnya. Brasil tidak membanjiri pasar sepanjang tahun. Pasokan justru mengalir lebih deras setelah hasil panen baru tersedia. Tujuan ekspor tersebut kini menjadi penghubung antara panen Brasil dan menipisnya persediaan ICE.


Pengiriman Brasil ke Belgia Membuka Jalur Pengisian Stok ICE

Ekspor kopi Brasil ke Belgia melonjak 245,3% secara tahunan pada Agustus menjadi 31.500 metrik ton, setara dengan lebih dari 525.000 bag (60 kg), menurut data pemerintah Brasil yang dianalisis Terra Investimentos dan dilaporkan Reuters.


Belgia patut mendapat perhatian karena sekitar 70% stok Arabika bersertifikat ICE yang ada saat ini disimpan di Antwerpen. Pengiriman besar Brasil ke Belgia tidak otomatis menjadi persediaan bursa, dan angka 31.500 ton itu sendiri bukan ukuran langsung kopi Arabika yang layak disertifikasi ICE. Data tersebut tidak menunjukkan berapa banyak yang merupakan Arabika, berapa banyak yang memenuhi spesifikasi ICE, atau berapa banyak yang memang ditujukan untuk pengiriman bursa. Reuters mencatat bahwa lonjakan pengiriman ke Belgia yang tidak biasa ini digunakan sebagai indikator ketersediaan pasokan berlebih, bukan sebagai prediksi langsung atas sertifikasi di masa depan.


Jalur yang lebih langsung menuju sertifikasi sudah ada. Per 14 September, sebanyak 63.955 bag asal Brasil tengah menunggu proses penilaian mutu (grading) ICE, bersama 960 bag asal Kenya. Kopi yang diajukan untuk grading harus memenuhi persyaratan kualitas bursa sebelum dapat menjadi persediaan bersertifikat.


Reuters juga melaporkan bahwa Olam berupaya mensertifikasi 150.000 hingga 200.000 bag untuk kemungkinan pengiriman terhadap kontrak berjangka Desember, sementara Louis Dreyfus menjalankan program serupa, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut. Kedua perusahaan menolak memberikan komentar. Sekitar 300.000 bag pengiriman yang berpotensi terealisasi akan lebih dari melipatgandakan persediaan bersertifikat saat ini, meski stok tetap akan berada di bawah level sekitar satu juta bag yang oleh sumber pasar disebut sebagai level yang nyaman.


Kontrak berjangka dapat bereaksi lebih dahulu sebelum persediaan pulih, ketika pengiriman yang akan datang mengubah ekspektasi atas pasokan yang tersedia. Estimasi panen Brasil menunjukkan bahwa lonjakan ekspor Agustus juga ditopang oleh produksi yang substansial.


Panen Brasil yang Lebih Besar Menopang Lebih dari Sebulan Ekspor Kuat

USDA memproyeksikan panen kopi Brasil 2026/27 mencapai 71,9 juta bag, 14% di atas estimasi untuk musim sebelumnya. Produksi Arabika saja diproyeksikan mencapai 47,5 juta bag, naik 25%.


StoneX bahkan lebih optimistis. Konsultan tersebut menaikkan estimasi panen Brasil pada 2 September dari 75,3 juta menjadi 77,2 juta bag, setelah kerja lapangan dan analisis hasil panen menemukan kinerja yang lebih baik dari perkiraan di berbagai wilayah produsen.


Keseimbangan pasokan global secara keseluruhan juga membaik. Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organisation) kini memperkirakan produksi 2025/26 mencapai 183,6 juta bag berbanding konsumsi 180,6 juta bag, menciptakan surplus sekitar 3 juta bag setelah empat musim defisit berturut-turut. Defisit-defisit sebelumnya itu membantu menjelaskan mengapa stok ICE tetap sangat rendah meskipun prospek produksi saat ini menguat.


Cuaca belakangan ini turut memperkuat prospek pasokan yang membaik. Pembaruan Rabobank pada 15 September menyebutkan bahwa pembungaan pertama untuk panen 2027/28 Brasil telah muncul di beberapa wilayah, sementara curah hujan di atas rata-rata dan kelembapan tanah yang lebih tinggi telah mengurangi kekhawatiran cuaca jangka pendek.


Ketidakpastian besar tetap ada. Prospek NOAA pada 10 September memberikan probabilitas lebih dari 90% untuk El Niño yang sangat kuat selama musim gugur dan musim dingin Belahan Bumi Utara 2026 hingga 2027. Fenomena ini meningkatkan peluang munculnya efek cuaca khas di berbagai wilayah, tanpa menjamin terjadinya kerusakan panen di Brasil.


Stok ICE Masih Belum Berbalik Naik

Ekspor yang lebih kuat, panen Brasil yang lebih besar, dan kopi yang bergerak menuju gudang bursa telah mengubah ekspektasi pasokan. Namun konfirmasi fisiknya masih belum terlihat.


Persediaan bersertifikat ICE tetap berada di level 217.646 bag. Biji kopi Brasil yang menunggu penilaian mutu harus memenuhi standar bursa terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam total tersebut, sementara pengiriman di masa depan tetap bisa saja mengalir ke jalur komersial biasa, bukan diserahkan untuk memenuhi kontrak berjangka.


Panen 2027/28 juga baru memasuki awal siklus pertumbuhannya. Curah hujan belakangan ini telah memperbaiki kondisi awal, meski pembungaan masih memerlukan cuaca lanjutan yang sesuai sebelum estimasi produksi dapat diandalkan.


Bukti penentu berikutnya karena itu akan datang dari data gudang, bukan dari proyeksi panen lainnya. Jika kopi Brasil lolos penilaian mutu dan stok bersertifikat mulai naik secara berkelanjutan, pemulihan pasokan akhirnya akan terlihat di ICE. Jika persediaan tetap berada mendekati level terendah dalam 27 tahun, penurunan harga akan semakin jauh mendahului pemulihan fisik yang diantisipasinya.


Tanya Jawab

Apakah stok ICE yang berada di level terendah 27 tahun berarti dunia kehabisan kopi?

Tidak. Stok bersertifikat ICE hanya mencakup Arabika yang disetujui bursa dan tersedia untuk pengiriman kontrak berjangka, bukan total persediaan global. Stok ini bisa tetap sangat ketat meskipun produksi dan ekspor di negara-negara produsen utama justru meningkat.


Berapa besar potensi tambahan stok ICE dari rencana pengiriman Brasil?

Sumber Reuters menyebutkan sekitar 300.000 bag berpotensi akhirnya dikirimkan, jumlah yang cukup untuk lebih dari melipatgandakan stok bersertifikat saat ini. Meski demikian, persediaan tetap akan berada di bawah level sekitar satu juta bag yang disebut sebagai level yang nyaman.


Apa yang bisa membalikkan penurunan harga Arabika belakangan ini?

Kegagalan proses penilaian mutu ICE, perlambatan ekspor Brasil, atau memburuknya kondisi panen 2027/28 Brasil dapat melemahkan ekspektasi pemulihan pasokan, selama stok bersertifikat masih berada mendekati level terendah sejak 1999.


Kenaikan Pertama Stok ICE Akan Menjadi Ujian Sesungguhnya

Kopi Brasil kini telah mencapai tahap ketika narasi pasokan dapat diuji terhadap data persediaan fisik. Keberhasilan penilaian mutu dan kenaikan berkelanjutan pada stok bersertifikat akan menunjukkan bahwa pasokan negara asal yang lebih kuat akhirnya membangun kembali penyangga bursa. Penurunan persediaan yang berlanjut akan menyisakan pasar fisik yang jauh lebih ketat dibandingkan yang tersirat dari pergerakan harga belakangan ini.


Sampai stok bersertifikat berbalik naik, penurunan harga akan terus mendahului pemulihan persediaan yang diantisipasinya.


Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.