Diterbitkan pada: 2026-08-18
Upah reguler headline naik menjadi 3,5%, tetapi upah sektor swasta melambat ke 2,8% sementara upah sektor publik justru melonjak di atas 6%. Kedua komponen ini bergerak berlawanan arah.
Tingkat pengangguran bertahan di 4,9%, tidak turun tipis seperti perkiraan konsensus, dengan jumlah pekerja bergaji (payrolled employment) 78.000 lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya.
GBP/USD bertahan di level 1,3500 tanpa melanjutkan penembusan (breakout) yang terjadi pada Senin, sehingga level tersebut tetap utuh namun belum terkonfirmasi.
Kubu minoritas hawkish di bank sentral kini memiliki angka headline yang mendukung argumennya, tetapi angka sektor swasta yang justru tidak mendukung.
Pertumbuhan upah Inggris menguat pagi ini, namun poundsterling tidak banyak bergerak. Kedua fakta ini berasal dari rilis data yang sama, dan angka yang sebenarnya berperan bukanlah angka yang muncul di headline.
Upah reguler naik menjadi 3,5% pada periode tiga bulan hingga Juni, yang jika dilihat sendiri tampak menguntungkan kubu hawkish Bank of England. Namun komposisinya melemahkan argumen tersebut. Upah sektor swasta kembali melambat ke 2,8%, sementara upah sektor publik melonjak di atas 6%, yang berarti kenaikan yang akan banyak dikutip orang sebenarnya berasal dari jadwal kenaikan gaji pegawai negara, bukan dari persaingan pemberi kerja memperebutkan tenaga kerja. GBP/USD berada di kisaran 1,3524, sedikit di bawah puncak tiga bulan yang dicapai pada Senin di 1,3571, bertahan di level 1,35 tanpa penguatan berarti lebih lanjut.

| Indikator | Terbaru | Sebelumnya |
|---|---|---|
| Tingkat pengangguran | 4,9% | 4,9% |
| Upah reguler, tidak termasuk bonus | 3,5% | 3,4% |
| Upah reguler sektor swasta | 2,8% | 2,9% |
| Upah reguler sektor publik | Di atas 6% | 5,5% |
| Jumlah pekerja bergaji, yoy | -78.000 | -71.000 |
| Lowongan kerja | ~707.000 | 712.000 |
Tingkat pengangguran bertahan di 4,9%, tidak turun tipis seperti condongnya perkiraan konsensus. Jumlah pekerja bergaji tetap 78.000 lebih rendah dibandingkan setahun sebelumnya, sementara lowongan kerja kembali turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, melanjutkan tren penurunan yang nyaris tanpa jeda selama dua tahun terakhir.
Semua ini tidak menggambarkan pasar tenaga kerja yang sedang tertekan parah. Gambaran yang lebih tepat adalah pasar tenaga kerja yang berhenti memburuk dengan cepat beberapa bulan lalu, namun belum juga menunjukkan pemulihan, kurang lebih sesuai dengan perkiraan bank sentral. Yang membuat rilis data ini layak dibaca dua kali adalah perpecahan di balik angka upah tersebut.
Tingkat upah sektor publik di atas 6%, berbanding upah sektor swasta sebesar 2,8%, adalah faktor yang sepenuhnya mendorong angka headline 3,5% tersebut. Upah sektor publik mencerminkan jadwal kesepakatan dan kenaikan gaji, bukan tekanan persaingan untuk mendapatkan tenaga kerja, itulah sebabnya ONS selalu menyertakan catatan yang sama pada data ini setiap bulan. Upah sektor swasta adalah angka yang mencerminkan seberapa keras pemberi kerja harus bersaing menawar gaji, dan angka ini kini telah turun untuk periode kedua berturut-turut.
Perhatian Komite terhadap perbedaan ini bukan sekadar soal teori. Dengan pertumbuhan produktivitas Inggris yang mendekati nol, kenaikan upah nominal hampir sepenuhnya diteruskan menjadi kenaikan biaya tenaga kerja per unit, dan biaya tenaga kerja per unit inilah yang menjadi landasan inflasi jasa. Jasa merupakan komponen indeks yang dihasilkan dari dalam negeri, bagian yang bisa dijangkau langsung oleh kebijakan moneter, sehingga upah sektor swasta yang terus melemah berarti inflasi jasa kehilangan penopangnya.
Dibandingkan dengan estimasi utama bank sentral sekitar 3,25% untuk pertumbuhan upah yang selaras dengan inflasi 2%, angka 2,8% jelas berada di bawah ambang tersebut, yang seharusnya menuntaskan perdebatan ini jika bank sentral membaca angka mentahnya. Namun kenyataannya tidak demikian.
Rata-rata pendapatan mingguan (average weekly earnings) merupakan angka rata-rata di seluruh pekerja, bukan ukuran gaji yang diterima seseorang secara individual, dan ONS mencatat bahwa data ini mencerminkan perubahan struktur tenaga kerja sama besarnya dengan kenaikan upah itu sendiri. Akibatnya, pergeseran komposisi industri ke arah sektor bergaji lebih rendah dapat menurunkan angka rata-rata meskipun tidak ada satu pun upah individu yang berubah.
Risalah rapat Juni memperkirakan dampak komposisi ini sekitar setengah poin persentase, yang jika ditambahkan mengangkat angka 2,8% kembali ke sekitar 3,3% dan menempatkan upah sektor swasta yang telah disesuaikan hampir tepat sejalan dengan tingkat yang konsisten dengan target inflasi, bukan di bawahnya.
Bank of England mempertahankan suku bunga acuan (Bank Rate) di 3,75% pada 30 Juli, untuk pertemuan kelima berturut-turut, tetapi hasil pemungutan suara mengetat menjadi 6-3 dari sebelumnya 7-2 pada Juni, dengan Megan Greene, Catherine Mann, dan Huw Pill lebih memilih segera menaikkan suku bunga ke 4,00%.
Argumen mereka sama sekali tidak dibangun di atas angka inflasi terkini, yang turun ke 2,6% pada Juni. Argumen itu bertumpu pada efek putaran kedua (second-round effects): apakah perusahaan akan menaikkan harga dan pekerja akan menuntut kenaikan gaji yang lebih besar begitu guncangan harga energi merambat ke perekonomian, serta pada proyeksi Juli yang memperkirakan inflasi headline kembali naik ke sekitar 3,2% pada akhir tahun ini.
Data pagi ini memberi argumen tersebut sebuah angka headline yang bisa dikutip, tetapi juga data sektor swasta yang tidak mendukungnya, itulah sebabnya data inflasi konsumen pada Rabu nanti akan lebih menentukan dibandingkan laporan ketenagakerjaan ini. Inflasi jasa adalah angka yang perlu dicermati di sana, dengan alasan yang sama seperti upah sektor swasta di sini. Keputusan berikutnya akan diambil pada 17 September.
Cable (sebutan pasar untuk GBP/USD) mencapai 1,3571 pada Senin tanpa dukungan faktor domestik, dan penyebabnya ada di Washington. Penjualan ritel AS pada Juli turun 0,6%, penurunan bulanan pertama dalam sembilan bulan, dengan penjualan tidak termasuk kendaraan bermotor turun 0,3%. Data harga produsen dan sentimen konsumen yang dirilis berdekatan menunjukkan arah yang sama, dengan sentimen konsumen turun ke 51,0 dari 55,2.

Pasar uang kini memperkirakan sekitar 21 basis poin pengetatan (tightening) oleh Federal Reserve hingga akhir tahun, dengan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar sepertiga, dibandingkan sekitar setengah sepekan sebelumnya.
Harga spot merespons revisi ekspektasi arah kebijakan, bukan level suku bunga itu sendiri, itulah sebabnya repricing tersebut menggerakkan cable meskipun Bank of England sama sekali tidak melakukan apa pun, dan itulah sebabnya risalah pertemuan 29 Juli yang dirilis Rabu sore membawa bobot lebih besar bagi pasangan mata uang ini dibandingkan pada bulan yang lebih sepi.
| Pembacaan Teknikal | Level |
|---|---|
| RSI harian (14) | Mendekati 65 |
| Support terdekat | 1,3500 hingga 1,3504 |
| Support sekunder | 1,3416 |
| Support lebih dalam | 1,3378 |
| Resistance terdekat | 1,3600 |
Garis tren turun sebelumnya berada di sekitar 1,3504, berimpit dengan level psikologis sehingga menjadikan 1,3500 sebagai level yang menentukan arah pekan ini. Bertahannya level ini di tengah data domestik yang campur aduk menjadi poin positif kecil bagi poundsterling, meskipun kegagalan untuk melanjutkan penguatan justru menjadi detail yang lebih bermakna, sementara momentum di sekitar 65 masih membuka ruang ke kedua arah tanpa menunjukkan arah yang meyakinkan.
Outlook Juli kami sebelumnya mengidentifikasi zona 1,3475 hingga 1,3550 sebagai area yang harus dilewati cable sebelum pergerakan yang lebih besar dapat terbentuk. Pasangan ini sempat diperdagangkan melewati batas atas zona tersebut pada Senin, namun belum berhasil menjaga jarak di atasnya sejak saat itu, yang menjadi gambaran paling ringkas tentang posisi reli ini saat ini. EUR/GBP yang berada di sekitar 0,855 turut mendukung pandangan bahwa penguatan ini lebih merupakan pergerakan dolar AS, bukan repricing terhadap poundsterling.
Kerentanan reli ini justru berasal dari sumber penguatannya sendiri. Jika data ketenagakerjaan atau inflasi AS kembali memicu ekspektasi kenaikan suku bunga pada September, selisih suku bunga yang mengangkat cable akan menyempit dengan cepat, tanpa ada kaitan sama sekali dengan apa yang terjadi di Inggris. Inilah risiko memegang mata uang yang menguat karena data negara lain.
Data inflasi Inggris pada Rabu justru bisa berlaku sebaliknya, karena pembacaan yang lebih rendah, ditambah upah sektor swasta di 2,8%, akan membuat trio hawkish hanya bisa berargumen dari angka headline yang semua orang tahu sekadar artefak sektor publik.
Faktor energi berada di balik keduanya. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz telah anjlok menjadi hanya segelintir pelintasan per akhir pekan, turun drastis dari lebih dari seratus kapal per hari sebelum konflik terjadi. Meski dampaknya belum tercermin dalam data inflasi, inilah tepatnya jalur yang selama ini diperingatkan oleh anggota-anggota yang berbeda pendapat (dissenting members).
Dolar AS-lah yang memberi poundsterling level 1,35. Data pagi ini memberikan jawaban pertamanya, dan jawaban itu tidak jelas.