Diterbitkan pada: 2026-08-13
Strategi risk reversal dalam forex menggabungkan posisi long pada satu opsi dengan posisi short pada opsi lain, untuk pasangan mata uang dan tanggal jatuh tempo yang sama. Di pasar opsi FX, istilah risk reversal juga merujuk pada selisih implied volatility antara opsi call dan put yang sebanding. 25-delta risk reversal, yang paling umum digunakan, mengukur selisih ini pada titik delta 25 di permukaan volatilitas, sehingga menunjukkan sisi mana, call atau put, yang memiliki harga implied volatility lebih tinggi.
Risk reversal bullish umumnya membeli opsi call out-of-the-money dan menjual opsi put out-of-the-money, sementara versi bearish membalik kedua posisi tersebut.
25-delta risk reversal membandingkan implied volatility dari opsi call dan put 25-delta yang sepadan dengan jatuh tempo yang sama, dan merupakan ukuran umum untuk volatility skew di pasar FX.
Dengan konvensi implied volatility call dikurangi implied volatility put, angka positif berarti volatilitas call lebih tinggi, sementara angka negatif berarti volatilitas put lebih tinggi.
Risk reversal menunjukkan sisi mana dari pergerakan mata uang yang lebih mahal dari segi volatilitas. Angka ini bisa mencerminkan permintaan lindung nilai maupun pandangan arah pasar, sehingga tidak bisa dijadikan sinyal forex yang berdiri sendiri.

Risk reversal bullish melibatkan pembelian opsi call out-of-the-money dan penjualan opsi put out-of-the-money. Posisi long call memperoleh nilai dari kenaikan pasangan mata uang yang cukup besar, sementara posisi short put menimbulkan eksposur jika pasangan mata uang turun di bawah harga strike-nya. Risk reversal bearish membalik posisi tersebut, dengan membeli put dan menjual call.
Menjual satu opsi dapat mengimbangi sebagian atau seluruh premi yang dibayarkan untuk opsi lainnya, tergantung pada harga strike, jatuh tempo, dan penetapan harga di pasar. Namun, langkah ini juga menambah risiko dari opsi yang dijual, sehingga risk reversal tidak boleh langsung dianggap sebagai versi murah dari membeli opsi.
Di pasar opsi FX profesional, istilah yang sama memiliki makna lain. Alih-alih merujuk pada posisi itu sendiri, kuotasi risk reversal membandingkan implied volatility yang melekat pada opsi call dan put yang sepadan. Bank of England mendefinisikan risk reversal FX sebagai selisih kuotasi volatilitas antara kedua sisi tersebut.
Perbedaannya sederhana:
Strategi risk reversal: posisi call dan put.
25-delta risk reversal: perbandingan implied volatility antara opsi yang sepadan.
Delta mengukur sensitivitas suatu opsi terhadap perubahan kurs yang mendasarinya, dan juga banyak digunakan di pasar opsi FX untuk menentukan titik-titik pada permukaan volatilitas. Bank of England mencatat bahwa opsi mata uang umumnya disajikan dalam istilah delta, bukan hanya berdasarkan harga strike.
25-delta risk reversal membandingkan opsi call dan put yang sepadan dengan jatuh tempo yang sama. Dengan menggunakan konvensi implied volatility call dikurangi implied volatility put:
25-delta risk reversal = IV call 25-delta - IV put 25-delta
Misalkan opsi GBP/USD satu bulan memiliki:
IV call 25-delta: 8,8%
IV put 25-delta: 9,6%
Risk reversal-nya adalah:
8,8% - 9,6% = -0,8 poin volatilitas
Put memiliki implied volatility yang lebih tinggi dibandingkan call.
Konvensi kuotasi FX bisa berbeda-beda. Sejumlah sumber membalik urutan perhitungan atau menyajikan pasangan mata uang dari orientasi yang berbeda. ECB pernah mempublikasikan analisis risk reversal dengan penyajian yang berbeda dari konvensi call dikurangi put yang digunakan di sini. Karena itu, formula di balik suatu kumpulan data perlu dipastikan lebih dulu sebelum menafsirkan tanda positif atau negatifnya.
25-delta risk reversal adalah salah satu ukuran volatility skew FX, bukan sebutan lain untuk seluruh volatility skew itu sendiri. Skew yang lebih luas menggambarkan bagaimana implied volatility berubah di sepanjang permukaan opsi. Risk reversal meringkas sebagian dari bentuk tersebut dengan membandingkan sisi call dan put yang sepadan. Kerangka teknis Bank of England menyatakan bahwa volatilitas at-the-money menentukan level dari smile tersebut, sementara risk reversal menangkap kemiringan (skew)-nya.
Dengan konvensi call dikurangi put yang digunakan di sini:
Risk reversal positif: IV call lebih tinggi daripada IV put.
Risk reversal negatif: IV put lebih tinggi daripada IV call.
Mendekati nol: implied volatility call dan put relatif setara.
Misalkan risk reversal GBP/USD turun dari +0,3 menjadi -1,2 poin volatilitas. Volatilitas put telah menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan volatilitas call.
Hal ini tidak secara otomatis berarti prospek GBP/USD menjadi bearish. Investor yang sudah memiliki eksposur pada sterling mungkin bersedia membayar lebih mahal untuk opsi put guna melindungi posisi yang ada. Karena itu, angka negatif bisa mencerminkan permintaan atas perlindungan (asuransi), bukan hanya posisi bearish murni.
Risk reversal bergerak ketika harga opsi call dan put berubah dengan besaran yang berbeda. Beberapa katalis yang umum terjadi meliputi:
Keputusan kebijakan moneter: perubahan suku bunga yang diperkirakan atau kejutan kebijakan dapat meningkatkan permintaan perlindungan pada satu arah tertentu.
Data ekonomi: data inflasi, ketenagakerjaan, dan pertumbuhan dapat mengubah perkiraan kisaran pergerakan mata uang yang mungkin terjadi.
Risiko politik dan peristiwa tertentu: peristiwa yang bersifat biner atau sangat tidak pasti dapat membuat perlindungan pada salah satu sisi menjadi lebih mahal.
Positioning: eksposur pasar yang terkonsentrasi tinggi dapat meningkatkan permintaan atas opsi yang melindungi dari pergerakan yang merugikan.
Lindung nilai portofolio: institusi dapat membeli opsi untuk mengurangi risiko mata uang pada aset yang sudah dimiliki, bukan untuk membuka posisi arah baru.
Contoh sederhana pada GBP/USD menunjukkan bagaimana perubahan harga ini bisa muncul sebelum terjadi pergerakan besar pada harga spot.
Misalkan GBP/USD bertahan di level yang hampir sama selama beberapa sesi perdagangan. IV call 25-delta satu bulan tetap berada di sekitar 8,5%, sementara IV put naik dari 8,6% menjadi 10,0% menjelang peristiwa kebijakan penting.
Risk reversal call dikurangi put bergerak dari -0,1 menjadi -1,5 poin volatilitas.
Harga spot hampir tidak berubah. Namun, pasar opsi kini mematok volatilitas yang jauh lebih tinggi untuk sisi put dibandingkan beberapa sesi sebelumnya.
Nilai dari 25-delta risk reversal menjadi lebih jelas ketika dipisahkan dari harga spot dan level implied volatility secara umum.
Ukuran |
Informasi utama |
Yang perlu diperhatikan |
Harga spot |
Kurs saat ini |
Arah dan pergerakan harga |
Implied volatility ATM |
Level implied volatility opsi secara umum untuk jatuh tempo tertentu |
Kenaikan atau penurunan harga volatilitas |
25-delta risk reversal |
IV relatif dari sisi call dan put yang sepadan |
Sisi mana yang memiliki volatilitas lebih tinggi |
Karena itu, suatu pasangan mata uang bisa saja tetap relatif stabil sementara risk reversal-nya berubah secara tajam. Kombinasi ini menunjukkan bahwa kurs saat ini bergerak sangat sedikit, meskipun penetapan harga volatilitas call dan put menjadi semakin tidak seimbang.
Jatuh tempo yang dipilih juga mengubah informasi yang diamati. Implied volatility FX membentuk struktur tenor di berbagai jatuh tempo, sehingga opsi jangka pendek dan jangka panjang dapat merespons perkembangan pasar secara berbeda. Perubahan tajam pada risk reversal satu minggu, dengan sedikit perubahan pada risk reversal tiga bulan, dapat menunjukkan bahwa perubahan harga tersebut terkonsentrasi di periode jangka dekat.
Angka risk reversal menjadi lebih bermanfaat ketika dibandingkan, bukan dibaca secara terpisah.
Pastikan konvensi kuotasi yang digunakan. Tentukan apakah rangkaian data menggunakan IV call dikurangi IV put, atau perhitungan sebaliknya.
Perhatikan tanda dan besaran angkanya. Kenali sisi opsi mana yang memiliki implied volatility lebih tinggi, serta seberapa besar selisihnya.
Bandingkan angka tersebut dengan kisarannya belakangan ini. Angka negatif kecil yang stabil membawa informasi yang berbeda dibandingkan pergerakan tiba-tiba ke level ekstrem.
Bandingkan dengan harga spot. Perubahan skew yang besar sementara harga spot hampir tidak bergerak dapat mengungkap perubahan harga opsi yang tidak terlihat pada grafik mata uang.
Bandingkan dengan implied volatility ATM. Langkah ini membedakan antara kenaikan volatilitas opsi secara umum dan perubahan harga yang lebih terkonsentrasi pada satu sisi.
Periksa berbagai jatuh tempo. Opsi jangka pendek dan jangka panjang dapat menunjukkan apakah perubahan tersebut terkonsentrasi pada periode tertentu.
Hubungkan pergerakan tersebut dengan katalisnya. Keputusan kebijakan, rilis data, positioning, dan arus lindung nilai dapat menjelaskan mengapa salah satu sisi menjadi lebih mahal.
Informasi yang berguna adalah perubahan dalam harga relatif tersebut, terutama ketika pergerakannya besar dibandingkan dengan riwayat risk reversal itu sendiri belakangan ini.
25-delta risk reversal tidak boleh dianggap sebagai sinyal arah yang berdiri sendiri. Angka negatif dapat mencerminkan permintaan atas perlindungan dari penurunan harga, bukan posisi bearish yang baru, sementara harga opsi juga sudah memperhitungkan positioning dan premi risiko.
25-delta risk reversal membandingkan implied volatility dari opsi call 25-delta dengan opsi put 25-delta yang sepadan dan memiliki jatuh tempo yang sama. Ukuran ini umum digunakan untuk mengukur sebagian dari volatility skew pada opsi FX.
Dengan konvensi IV call dikurangi IV put, risk reversal negatif berarti implied volatility put lebih tinggi daripada implied volatility call. Kondisi ini dapat menunjukkan permintaan yang lebih kuat atas perlindungan dari penurunan harga, meskipun tidak menjamin bahwa pasangan mata uang tersebut akan melemah.
Angka positif berarti implied volatility call lebih tinggi daripada implied volatility put, dengan konvensi yang sama. Dengan demikian, opsi call memiliki harga volatilitas relatif yang lebih tinggi.
Risk reversal dapat merujuk pada keduanya. Strategi risk reversal menggabungkan posisi long pada satu opsi dan posisi short pada opsi lainnya, sementara kuotasi risk reversal FX membandingkan implied volatility antara opsi call dan put yang sebanding.
Manfaat utama dari 25-delta risk reversal adalah mengidentifikasi sisi mana dari pergerakan FX yang menjadi lebih mahal dari segi implied volatility. Nilai informasinya semakin besar ketika angkanya bergerak jauh dari kisaran belakangan ini, atau menyimpang dari harga spot dan volatilitas at-the-money.
Untuk analisis pasar secara praktis, angka ini paling bermanfaat sebagai alat pembanding. Amati bagaimana angkanya berubah, bandingkan jatuh tempo jangka pendek dengan jangka panjang, dan kaitkan perubahan harga yang tidak biasa dengan peristiwa atau positioning di baliknya. Dengan demikian, risk reversal memberikan gambaran mengenai penetapan harga opsi FX yang tidak dapat diperoleh hanya dari grafik harga spot.