Prakiraan Platinum 2026 Berbalik Menjadi Surplus Setelah Perubahan Sebesar 562.000 Ons
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी O‘zbekcha Қазақша

Prakiraan Platinum 2026 Berbalik Menjadi Surplus Setelah Perubahan Sebesar 562.000 Ons

Penulis: Michael Langford

Diterbitkan pada: 2026-09-10   
Diperbarui pada: 2026-09-10

Prospek pasar platinum untuk 2026 berubah drastis pada 9 September. World Platinum Investment Council (WPIC) merevisi proyeksinya dari defisit 297.000 ons pada Mei menjadi surplus 265.000 ons, yang akan menjadi surplus tahunan pertama sejak 2022 jika terwujud, meskipun proyeksi pasokan tambang tidak dinaikkan. Perubahan arah ini sebagian besar berasal dari pelemahan permintaan investasi, bukan lonjakan produksi baru.

Grafik perubahan proyeksi neraca pasar platinum 2026 versi WPIC

Poin-Poin Utama

  • WPIC memangkas proyeksi permintaan investasi sebesar 601.000 ons, lebih besar daripada total perubahan neraca tahunan sebesar 562.000 ons.

  • Kepemilikan ETF turun 534.000 ons pada semester I, sementara stok di bursa turun lagi sebesar 65.000 ons.

  • WPIC memperkirakan defisit 283.000 ons pada semester II setelah surplus 548.000 ons pada semester I.

  • Surplus 265.000 ons hanya akan memulihkan 7,9% dari stok di atas tanah yang hilang antara 2022 dan 2025.


Pembalikan 562.000 Ons Berasal dari Sisi Permintaan

Proyeksi Mei dan September menunjukkan bagian neraca yang mengalami perubahan. Perkiraan pasokan sedikit turun, sementara permintaan dipangkas lebih dari setengah juta ons.

Proyeksi 2026

Mei

September

Total pasokan

7,377 Moz

7,353 Moz

Total permintaan

7,674 Moz

7,089 Moz

Neraca pasar

-297 koz

+265 koz

Pasokan tambang tetap berada di angka 5,551 juta ons pada kedua proyeksi tersebut. Perkiraan daur ulang dipangkas dari 1,826 juta ons menjadi 1,802 juta ons, sehingga total pasokan berada 24.000 ons di bawah estimasi Mei. Sementara itu, total permintaan dipangkas sebesar 585.000 ons.


Surplus ini muncul tanpa adanya kenaikan estimasi produksi tambang. Perubahan yang menentukan berasal dari sisi investasi.


Permintaan Investasi Dipangkas 601.000 Ons

Laporan WPIC pada Mei memproyeksikan permintaan investasi neto sebesar 519.000 ons untuk 2026. Proyeksi September kini menunjukkan disinvestasi neto sebesar 83.000 ons. WPIC menyatakan bahwa proyeksi investasi yang mendasarinya direvisi turun sebesar 601.000 ons; angka yang dipublikasikan setelah pembulatan berbeda 1.000 ons jika dikurangkan secara langsung.


Kepemilikan ETF mencatat pergeseran terbesar. Pada Mei, WPIC memperkirakan kepemilikan ETF akan turun 100.000 ons sepanjang tahun. Kini WPIC memperkirakan penurunan sebesar 389.000 ons. Proyeksi permintaan batangan dan koin juga dipangkas dari 533.000 ons menjadi 313.000 ons.


Penurunan proyeksi investasi sebesar 601.000 ons ini lebih besar daripada keseluruhan pembalikan neraca pasar sebesar 562.000 ons. Penguatan permintaan industri dan sedikit penurunan pasokan sebagian menutupi pelemahan tersebut.


Perubahan ini terjadi setelah lonjakan harga yang luar biasa. Reuters melaporkan bahwa harga platinum naik 127% pada 2025 dan mencapai rekor US$ 2.919 per ons pada Januari 2026. Pada 9 September, harga spot platinum berada di sekitar US$ 1.840, turun sekitar 10% sepanjang tahun, seiring ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi menekan permintaan logam mulia.


Surplus 548.000 Ons pada Semester I Sebagian Besar Didorong oleh Arus Keluar Investasi

Kepemilikan ETF platinum turun 534.000 ons pada semester I, sementara stok yang dipegang bursa turun lagi 65.000 ons. Secara bersama-sama, kedua kategori ini menekan permintaan investasi terukur sebesar 599.000 ons.


WPIC mencatat surplus pasar sebesar 548.000 ons pada semester I. Jika seluruh komponen lain dianggap tetap, penghapusan arus keluar ETF dan stok bursa tersebut akan mengubah neraca semester I menjadi defisit sekitar 51.000 ons. Ini merupakan perhitungan kontrafaktual dari EBC, bukan proyeksi alternatif dari WPIC.


WPIC menyebut surplus semester I ini secara fungsional merupakan hasil dari arus keluar ETF dan stok bursa. Dengan demikian, surplus paruh pertama tahun ini sangat bergantung pada likuidasi investasi, bukan lonjakan produksi.


Permintaan Industri Bergerak Berlawanan dengan Narasi Surplus

WPIC menaikkan proyeksi permintaan industri 2026 dari 2,238 juta ons menjadi 2,385 juta ons, kenaikan sebesar 147.000 ons.


Permintaan dari sektor kaca kini diperkirakan mencapai 528.000 ons, naik 23% secara tahunan, sementara permintaan dari sektor kelistrikan diproyeksikan naik 19% menjadi 118.000 ons. WPIC mengaitkan sebagian pertumbuhan ini dengan aplikasi kaca dan kelistrikan yang digunakan dalam infrastruktur AI dan elektronik canggih.


Pasar akhir lainnya justru melemah. Permintaan otomotif dipangkas 55.000 ons menjadi 2,904 juta ons, sementara permintaan perhiasan global dipangkas 75.000 ons menjadi 1,883 juta ons. Kedua revisi ini tidak mendekati skala penurunan proyeksi investasi.


Surplus Setahun Penuh Terkonsentrasi di Semester I

Angka tahunan ini terbagi tajam antara semester pertama dan kedua.

Periode

Neraca pasar

Arah

Semester I 2026

+548 koz

Surplus

Semester II 2026

-283 koz

Defisit

Setahun penuh

+265 koz

Surplus

WPIC memperkirakan total permintaan naik 24% dari semester I menjadi 3,931 juta ons pada semester II, sementara pasokan relatif stabil. Pasar dengan demikian akan kembali mengalami defisit pada paruh kedua tahun ini.


Permintaan investasi pada semester I tercatat negatif 392.000 ons, dibandingkan dengan proyeksi setahun penuh sebesar negatif 83.000 ons. Ini menyiratkan sekitar 309.000 ons permintaan investasi positif pada semester II.


Proyeksi ETF menunjukkan arah yang sama. Setelah penurunan 534.000 ons pada semester I, proyeksi setahun penuh sebesar minus 389.000 ons menyiratkan akumulasi ETF sekitar 145.000 ons pada semester II. WPIC menyebutkan bahwa Juni mengakhiri lima bulan berturut-turut penarikan dana neto dari ETF, dan Juli mencatat pertumbuhan neto.


Surplus 265.000 ons ini bergantung pada meredanya likuidasi besar-besaran semester I, bukan berlanjut hingga akhir tahun.


Surplus Ini Hanya Memulihkan Kurang dari 8% Stok yang Hilang Sejak 2022

WPIC juga merevisi estimasi defisit 2025 semakin dalam sebesar 249.000 ons menjadi 1,440 juta ons, sehingga stok di atas tanah tersisa 1,745 juta ons pada akhir tahun.


Stok tersebut berada di angka 5,084 juta ons pada 2022. Penurunan menjadi 1,745 juta ons ini mencerminkan penyusutan sekitar 3,339 juta ons selama tiga tahun defisit berturut-turut.


Jika surplus 265.000 ons ini terwujud, WPIC memperkirakan stok akan naik menjadi 2,010 juta ons pada akhir 2026. Angka ini hanya menggantikan 7,9% dari penyusutan stok periode 2022 hingga 2025, dan masih menyisakan tingkat persediaan sekitar 60% di bawah level 2022.


Surplus ini setara dengan sekitar 3,7% dari perkiraan permintaan 2026, sementara WPIC memperkirakan stok akhir tahun setara dengan sedikit di atas 3,4 bulan cakupan permintaan global. Revisi kecil pada arus investasi karenanya berpotensi mengubah kembali neraca tahunan ini.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan Terakhir Kali Platinum Mengalami Surplus Tahunan?

Data terbaru WPIC menunjukkan surplus sebesar 905.000 ons pada 2022, diikuti defisit pada 2023, 2024, dan 2025. Jika proyeksi terbaru ini terbukti akurat, 2026 akan menjadi surplus tahunan pertama platinum sejak 2022.


Apakah Surplus Platinum Berarti Harganya Pasti Turun?

Tidak. Surplus dapat meredakan ketatnya pasokan fisik, meskipun harga platinum juga dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga, arus investasi, dan ketersediaan persediaan. WPIC tetap memperkirakan permintaan akan melampaui pasokan pada semester II 2026.


Apa yang Bisa Membuat Platinum Kembali Mengalami Defisit pada 2026?

Pengetatan neto lebih dari 265.000 ons dibandingkan proyeksi WPIC saat ini akan menghapus surplus yang diproyeksikan tersebut. Penguatan permintaan investasi, pelemahan daur ulang, atau penurunan produksi tambang termasuk di antara variabel yang dapat memicunya.


Kapan Proyeksi Platinum Berikutnya dari WPIC Akan Dirilis?

WPIC menyatakan bahwa laporan Platinum Quarterly berikutnya akan dipublikasikan pada 18 November 2026. Laporan tersebut diperkirakan akan memperbarui neraca 2026 dan merilis proyeksi pasokan-permintaan platinum pertama untuk 2027.


18 November: Ujian bagi Ketahanan Surplus Ini

Pembaruan WPIC pada 18 November akan menunjukkan apakah pembalikan arus investasi yang diasumsikan untuk semester II ini berkembang sesuai perkiraan. Sinyal paling jelas adalah apakah kepemilikan ETF terus stabil atau kembali terakumulasi, sementara total permintaan bergerak kembali di atas pasokan.


Penjualan ETF yang kembali marak akan memperlebar surplus; sementara akumulasi yang berlanjut akan mendorong neraca kembali ke arah defisit.


Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.