Diterbitkan pada: 2026-02-19
Saat S&P 500 mendekati rasio price-to-earnings (P/E) trailing 30x, dan kisaran target federal funds tetap berada di 3.5% hingga 3.75%, maka pentingnya arus kas yang murah (inexpensive cash flows) menjadi semakin besar. Dalam kondisi seperti ini, investor menjadi semakin enggan membayar berapa pun harga untuk pertumbuhan, dan sebagai gantinya mereka menuntut earnings yield yang jelas, free cash flow yang kredibel, serta dividen yang melebihi return yang ditawarkan obligasi.
Definisi yang presisi tentang “murah” sangat diperlukan. Best saham murah yang benar-benar undervalued bukan sekadar saham dengan harga per lembar yang rendah. Sebaliknya, ini adalah bisnis berkualitas tinggi yang diperdagangkan pada multiple di bawah pasar karena volatilitas laba sementara, kejenuhan investor, rotasi sektor, atau ketidakpastian jangka pendek. Jika dilakukan dengan benar, membeli saham undervalued adalah latihan margin of safety, bukan upaya membeli aset yang sedang terpuruk.
Perusahaan-perusahaan berikut adalah entitas besar dan likuid yang diperdagangkan pada diskon valuasi yang signifikan, serta memiliki profil pembentukan kas yang mampu bertahan dalam periode resesi yang lazim.
| Saham (Ticker) | Sektor | Harga (18/02/2026) | Market Cap (18/02/2026) | Forward P/E | Dividend Yield | Mengapa Terlihat Undervalued di 2026 |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Verizon (VZ) | Telekomunikasi | $48.04 | $202.66B | 9.78 | 5.89% | Arus kas berlangganan yang tahan lama dihargai seolah bisnisnya terus melemah |
| Pfizer (PFE) | Farmasi | $27.37 | $155.62B | 9.23 | 6.28% | Reset laba pasca-pandemi masih menekan sentimen pasar |
| CVS Health (CVS) | Layanan Kesehatan | $77.50 | $98.99B | 10.85 | 3.42% | Multiple pendapatan rendah untuk model terintegrasi payer-provider |
| Bristol Myers Squibb (BMY) | Farmasi | $59.72 | $121.64B | 9.58 | 4.22% | Arus kas tinggi, tetapi valuasi sudah memasukkan risiko “patent cliff” yang berat |
| Comcast (CMCSA) | Media/Telekomunikasi | $31.30 | $113.69B | 8.59 | 4.18% | Free cash flow dan buyback besar dihargai seolah perusahaan mengalami penurunan sekuler |
| Bank Of America (BAC) | Keuangan | $53.36 | $384.86B | 12.31 | 2.10% | Pemenang skala jika suku bunga menormal tanpa terjadi krisis kredit besar |
| Citigroup (C) | Keuangan | $116.27 | $203.18B | 11.40 | 2.06% | Diskon restrukturisasi masih bertahan meski buyback dan pengembalian modal terus berjalan |
Verizon adalah perusahaan pembentuk kas yang stabil, namun bisa menjadi mispriced ketika pelaku pasar mengejar peluang yang lebih dinamis. Saham ini diperdagangkan di bawah 10x forward earnings, menawarkan dividend yield 5.89%, dan menunjukkan free cash flow yield 9.93%, yang tergolong sangat tinggi untuk franchise wireless nasional.
Satu fakta keras yang penting: Verizon telah menaikkan dividennya selama 21 tahun berturut-turut, dan payout tahunan saat ini adalah $2.83 per saham.
Yang perlu dipantau: leverage dan intensitas persaingan. Bull case semakin kuat jika belanja modal (capex) mencapai puncaknya dan pertumbuhan service revenue tetap stabil.
Pfizer saat ini dinilai seolah-olah basis earnings-nya mengalami kerusakan permanen. Forward P/E 9.23x dan dividend yield 6.28% menunjukkan skeptisisme pasar terhadap komposisi pendapatan pasca-pandemi, meskipun perusahaan tetap mempertahankan margin level farmasi dan portofolio produk yang kuat.
Fakta kunci: Pfizer membayar $1.72 per saham per tahun dan memiliki 15 tahun pertumbuhan dividen, tetapi payout ratio-nya tinggi, sehingga terus menekan narasi.
Yang perlu dipantau: coverage dividen saat earnings menormal dan pipeline menggantikan cash flow legacy yang menurun.
CVS adalah contoh situasi di mana metrik headline bisa menyesatkan. Walaupun trailing P/E terlihat terdistorsi, forward multiple 10.85x lebih akurat merefleksikan ekspektasi earnings yang telah dinormalisasi.
Ini anchor-nya: CVS menghasilkan $7.81B free cash flow selama 12 bulan terakhir, sambil membayar dividen $2.66 (yield 3.42%). Kombinasi itu sulit ditemukan pada valuasi seperti ini.
Yang perlu dipantau: tren medical cost dan manajemen utang. CVS membawa net debt besar, jadi eksekusi sangat penting.

Bristol Myers dinilai seolah-olah perusahaan ini sedang menurun, padahal fundamental cash flow-nya tetap kuat. Saham ini diperdagangkan pada 9.58x forward earnings dan sekitar 9.47x price-to-free-cash-flow, didukung oleh $12.85 miliar free cash flow selama 12 bulan terakhir.
Satu fakta yang mendukung “quality value”: BMY memiliki 19 tahun pertumbuhan dividen dan membayar $2.52 per saham (yield 4.22%).
Yang perlu dipantau: patent cliff itu nyata. Peluangnya adalah pasar sering kali terlalu mendiskon cliff dan kurang menghargai siklus penggantiannya.
Comcast murah karena ada alasannya, dan justru itulah mengapa saham ini bisa mispriced. Pasar fokus pada cord-cutting dan persaingan broadband, tetapi perusahaan menghasilkan $21.88B free cash flow selama 12 bulan terakhir dan diperdagangkan pada 8.59x forward earnings.
Sinyal konkret pengembalian kepada pemegang saham: buyback yield Comcast adalah 5.09%, dan dividend yield 4.18%, sehingga menciptakan shareholder yield 9.27%.
Yang perlu dipantau: broadband net adds dan pricing power. Jika broadband stabil, multiple bisa rerate dengan cepat.
Bank of America adalah investasi berskala besar pada kredit AS, deposito, dan pembayaran, dan saat ini dinilai di bawah ekspektasi peak-cycle. Dengan forward earnings multiple 12.31x dan 1.39x book value, valuasinya relatif tidak menuntut untuk bank besar AS.
Satu fakta yang menunjukkan disiplin capital return: shares outstanding turun 3.21% year over year, bersamaan dengan dividen $1.12 (yield 2.10%).
Yang perlu dipantau: credit costs dan sensitivitas net interest income jika suku bunga turun lebih cepat dari perkiraan.
Citigroup sering diperdagangkan dengan apa yang disebut sebagai 'complexity discount,' dan tren ini masih bertahan di 2026. Saham ini dinilai pada 11.40x forward earnings dan sekitar 1.06x book value, sementara perusahaan terus mengurangi share count sebesar 3.45% year over year.
Fakta keras: dividen adalah $2.40 per saham (yield 2.06%) dan buyback menyumbang buyback yield 3.45%.
Yang perlu dipantau: eksekusi simplifikasi dan return on equity. Citi adalah pilihan paling siklikal di daftar ini, jadi sizing sangat penting.
Berinvestasi pada saham undervalued paling efektif ketika valuasi rendah berasal dari ketidakpastian sementara, bukan kerusakan permanen pada bisnis.
Prioritaskan free cash flow yield dibanding metrik headline seperti low price-to-earnings ratios. Arus kas yang kuat mendukung dividen, pembelian kembali saham, dan pengurangan utang.
Forward price-to-earnings multiples hanya bermakna jika proyeksi earnings kredibel. Ini harus dievaluasi bersamaan dengan kekuatan neraca dan kondisi industri.
Tuntut Margin of Safety yang Nyata: pada 2026, forward P/E S&P 500 berada di sekitar 21.5. Saham pada 9x hingga 12x membutuhkan lebih sedikit kesempurnaan untuk berhasil.
Mekanisme shareholder return, seperti dividen dan share buybacks, merupakan bentuk compounding yang undervalued, terutama ketika multiple valuasi sudah rendah.
Prioritaskan perusahaan yang menghadapi tantangan yang bisa diatasi, seperti penyesuaian struktur biaya, normalisasi pasca-siklus, atau shock permintaan sementara. Sebaliknya, model bisnis yang secara fundamental cacat kecil kemungkinannya untuk pulih.
Sebagian besar value traps memiliki karakteristik umum, termasuk cash flow yang lemah, leverage berlebihan, dan ketergantungan pada narasi turnaround yang terlalu optimistis.
Cerita ekuitas yang terutama digerakkan oleh utang itu bermasalah; jika risiko refinancing menjadi pusat tesis investasi, maka itu bukan tesis investasi yang sehat.
Dividend yield hanya menarik jika coverage-nya didukung dengan baik, dan manajemen tetap memiliki fleksibilitas yang cukup untuk menyesuaikan payout bila diperlukan.
Low price-to-earnings ratios pada peak profit margins bisa tampak murah padahal sebenarnya mahal. Penting untuk mengevaluasi keberlanjutan earnings dalam kondisi yang kurang menguntungkan.
Bisnis yang mengalami penurunan sekuler membutuhkan pendekatan disiplin terhadap share repurchases, pengurangan utang, atau reinvestasi untuk menghindari deteriorasi bertahap.
Overconcentration pada saham undervalued bisa berisiko, karena saham seperti ini bisa tetap undervalued dalam waktu lama. Diversifikasi lintas sektor dan entry point bertahap direkomendasikan.
Saham murah adalah saham yang diperdagangkan dengan diskon terhadap multiple earnings dan cash-flow pasar tanpa harus mengandalkan kinerja bisnis yang sempurna. Di 2026, ini umumnya berarti forward price-to-earnings ratio berada di low teens atau lebih rendah, didukung oleh cash flow stabil dan risiko neraca yang dapat dikelola.
Tidak. Penny stocks biasanya kecil, tidak likuid, dan rapuh secara operasional. Sebaliknya, saham undervalued terbaik sering kali adalah perusahaan besar dan profitabel yang sementara tidak disukai pasar. Istilah “murah” merujuk pada valuasi relatif terhadap earnings dan cash flow, bukan harga nominal per saham.
Pasar dapat mengabaikan saham ketika ketidakpastian jangka pendek mendominasi narasi. Rerating biasanya membutuhkan infleksi earnings, guidance yang kredibel, atau capital return yang terlihat. Tanpa katalis, multiple rendah bisa bertahan bahkan ketika fundamental stabil.
Yield berguna, tetapi hanya jika ditopang oleh cash flow dan neraca mampu menahan stress. Yield tinggi bisa menandakan bargain, atau bisa menandakan distress. Selalu padukan yield dengan payout ratio, beban utang, dan free cash flow.
Sebagian besar investor memperoleh hasil lebih baik dengan portofolio yang terkonsentrasi pada saham undervalued dibanding hanya mengandalkan satu pilihan. Memegang tujuh hingga lima belas posisi dapat mendiversifikasi risiko sektor tanpa mengencerkan conviction. Kepemilikan yang lebih siklikal sebaiknya diberi bobot portofolio lebih kecil dibanding saham defensif yang membentuk kas.
Pada 2026, menjaga disiplin valuasi adalah hal yang esensial. Dengan suku bunga tetap ketat dan pasar secara luas diperdagangkan pada multiple valuasi tinggi, keunggulan paling andal diperoleh dengan membeli earnings dan cash flow yang nyata pada harga lebih rendah.
Tujuh perusahaan yang dibahas tidak undervalued karena ukurannya, tetapi karena investor mendiskon tantangan spesifik yang jelas dan dapat diidentifikasi. Situasi seperti ini dapat menciptakan peluang return asimetris, asalkan bisnis dasarnya tangguh, neraca tetap kuat, dan harga beli memungkinkan entry lebih awal tanpa risiko berlebihan.
Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat finansial, investasi, atau nasihat lain yang bisa dijadikan dasar keputusan. Tidak ada opini dalam materi ini yang merupakan rekomendasi oleh EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.