Bear Steepener vs Bull Steepener: Defininisi, Stedan, and Dampaknya for Investors
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी

Bear Steepener vs Bull Steepener: Defininisi, Stedan, and Dampaknya for Investors

Penulis: Chad Carnegie

Diterbitkan pada: 2026-04-27

Bear steepener dan bull steepener sama-sama menggambarkan pendalaman kurva imbal hasil, tetapi keduanya memberikan sinyal pasar yang berbeda.


Bear steepener terjadi ketika imbal hasil jangka panjang naik lebih cepat daripada imbal hasil jangka pendek. Ini biasanya memberi tekanan pada obligasi berdurasi panjang karena harga obligasi turun ketika imbal hasil naik. Bull steepener terjadi ketika imbal hasil jangka pendek turun lebih cepat daripada imbal hasil jangka panjang. Ini sering mencerminkan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, pertumbuhan yang melemah, atau pemotongan suku bunga di masa depan.


Bagi investor, perbedaan ini penting. Pendalaman kurva imbal hasil dapat memengaruhi harga obligasi, valuasi saham, margin bank, suku bunga hipotek, harga properti, dan risiko durasi portofolio.


Steepener saat pasar turun vs steepener saat pasar naik.png

Poin Penting

  • Bear steepener terjadi ketika imbal hasil jangka panjang naik lebih cepat daripada imbal hasil jangka pendek.

  • Bull steepener terjadi ketika imbal hasil jangka pendek turun lebih cepat daripada imbal hasil jangka panjang.

  • Bear steepener sering mencerminkan pertumbuhan yang lebih kuat, inflasi yang persisten, premi tenor yang lebih tinggi, atau pasokan obligasi jangka panjang yang lebih besar.

  • Bull steepener sering mencerminkan ekspektasi pemotongan suku bunga, pertumbuhan yang lebih lemah, atau meningkatnya risiko resesi.

  • Selisih imbal hasil 2-year dan 10-year, yang juga disebut spread 2s10s, adalah salah satu cara paling sederhana untuk melacak apakah kurva imbal hasil sedang mengalami pendalaman.


Memahami Pendalaman Kurva Imbal Hasil

Kurva imbal hasil menunjukkan tingkat suku bunga di berbagai tenor obligasi, dari surat berjangka pendek hingga obligasi jangka panjang. Investor sering mengamati selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah 2-year dan 10-year karena selisih itu menangkap hubungan antara suku jangka pendek yang sensitif terhadap kebijakan dan suku jangka panjang yang sensitif terhadap pertumbuhan.


Spread 2s10s dihitung sebagai imbal hasil 10-year dikurangi imbal hasil 2-year


Kurva menjadi lebih curam ketika selisih antara imbal hasil jangka pendek dan jangka panjang melebar. Itu dapat terjadi dalam dua cara utama:


  • Imbal hasil jangka panjang naik lebih cepat, menciptakan bear steepener.

  • Imbal hasil jangka pendek turun lebih cepat, menciptakan pendalaman kurva imbal hasil.


Bentuk pada grafik bisa terlihat serupa, tetapi pesannya berbeda. Bear steepener mengindikasikan kenaikan biaya pinjaman jangka panjang. Bull steepener mengindikasikan penurunan ekspektasi suku kebijakan jangka pendek.


Apa Itu Bear Steepener?

Bear steepener terjadi ketika tingkat suku bunga jangka panjang naik lebih cepat daripada tingkat suku bunga jangka pendek.


Istilah "bear" merujuk pada obligasi. Harga obligasi bergerak berlawanan arah dengan imbal hasil, jadi kenaikan imbal hasil biasanya berarti harga obligasi turun. Dalam bear steepener, obligasi dengan tenor lebih panjang cenderung paling terpukul karena mereka lebih sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga.


Bear steepener sering muncul ketika investor menuntut kompensasi lebih tinggi untuk risiko inflasi, pertumbuhan nominal yang lebih kuat, defisit fiskal, atau penerbitan obligasi jangka panjang yang lebih besar. Mereka juga bisa muncul ketika pasar memperkirakan premi tenor akan naik.


Contoh Bear Steepener

Skenario

Imbal Hasil 2 Tahun

Imbal Hasil 10 Tahun

Spread 2s10s

Sebelum

4.40%

4.20%

-20 basis poin

Setelah

4.50%

4.90%

+40 basis poin



Dalam contoh ini, imbal hasil 2 tahun naik 10 basis poin, sedangkan imbal hasil 10 tahun naik 70 basis poin. Kurva menjadi lebih curam karena ujung panjang naik jauh lebih cepat daripada ujung pendek.


Ini adalah penajaman kurva bearish karena imbal hasil meningkat, dan pergerakan yang lebih besar terjadi pada imbal hasil jangka panjang. Bagi investor, ini biasanya merupakan peringatan bahwa pasar sedang menilai ulang biaya pinjaman jangka panjang.


Apa itu penajaman kurva bullish?

Penajaman kurva bullish terjadi ketika suku bunga jangka pendek turun lebih cepat daripada suku bunga jangka panjang.


Istilah “bull” juga merujuk pada obligasi. Turunnya imbal hasil biasanya berarti harga obligasi naik. Dalam penajaman kurva bullish, obligasi jangka pendek sering menguat ketika pasar mulai memperhitungkan pemotongan suku bunga oleh bank sentral.


Penajaman kurva bullish sering muncul ketika investor mengharapkan kebijakan yang lebih longgar, pertumbuhan yang melambat, atau pemotongan suku bunga jangka pendek di masa depan. Sinyal ini bisa positif jika pemotongan suku bunga mendukung pendaratan lunak. Ini bisa negatif jika pergerakan mencerminkan meningkatnya risiko resesi.


Contoh penajaman kurva bullish

Skenario

Imbal Hasil 2 Tahun

Imbal Hasil 10 Tahun

Selisih 2s10s

Sebelum

4.80%

4.30%

-50 basis poin

Setelah

3.90%

4.10%

+20 basis poin

  


Dalam contoh ini, imbal hasil 2-tahun turun sebesar 90 basis poin, sementara imbal hasil 10-tahun hanya turun 20 basis poin. Kurva menjadi lebih curam karena imbal hasil jangka pendek turun lebih cepat daripada imbal hasil jangka panjang.


Ini adalah bull steepener karena imbal hasil turun, dengan pergerakan yang lebih besar di ujung pendek kurva.


Steepener pasar turun vs steepener pasar naik.png

Perbandingan Bear Steepener dan Bull Steepener

Fitur

Steepener (Bear)

Steepener (Bull)

Pergerakan imbal hasil utama

Imbal hasil jangka panjang naik lebih cepat

Imbal hasil jangka pendek turun lebih cepat

Dampak pada harga obligasi

Biasanya negatif, terutama untuk durasi panjang

Biasanya positif, terutama untuk jatuh tempo pendek

Sinyal utama

Inflasi, pertumbuhan, premi tenor, atau tekanan fiskal

Pemangkasan suku bunga, perlambatan, atau risiko resesi

Dampak pada ekuitas

Sering menekan valuasi melalui tingkat diskonto yang lebih tinggi

Tergantung apakah pemangkasan suku bunga mendukung pertumbuhan atau mencerminkan tekanan

Dampak pada bank

Dapat mendukung margin jika kualitas kredit tetap stabil

Bervariasi jika biaya pendanaan yang lebih rendah disertai permintaan kredit yang lebih lemah

Dampak pada properti

Sering negatif karena biaya pinjaman jangka panjang naik

Berpotensi mendukung jika kondisi pembiayaan membaik

Spread utama yang perlu diperhatikan

2-tahun vs 10-tahun

2-tahun vs 10-tahun


Perbedaan utama adalah arah pergerakannya. Bear steepener didorong oleh kenaikan yield. Bull steepener didorong oleh penurunan yield. Keduanya membuat kurva menjadi lebih curam, tetapi memberi sinyal berbeda kepada investor tentang pertumbuhan, inflasi, kebijakan, dan selera risiko.


Bagaimana Aset Berbeda Bereaksi

Obligasi

Bear steepener menyulitkan obligasi berdurasi panjang. Ketika yield 10-year atau 30-year naik tajam, harga obligasi turun, dan tenor yang lebih panjang biasanya menanggung kerugian terbesar.


Bull steepener cenderung menguntungkan obligasi jangka pendek karena mereka mendapat manfaat langsung dari ekspektasi suku bunga acuan yang turun. Obligasi jangka panjang juga bisa naik, tetapi reaksinya bergantung pada ekspektasi inflasi, term premium, dan pasokan obligasi.


Saham

Bear steepener dapat memberi tekanan pada saham dengan menaikkan tingkat diskonto. Saham pertumbuhan biasanya lebih sensitif karena porsi nilai mereka yang lebih besar berasal dari pendapatan masa depan yang diharapkan.


Bull steepener bersifat lebih kondisional. Jika yield jangka pendek yang lebih rendah menandakan soft landing, saham bisa mendapat manfaat dari kondisi keuangan yang lebih longgar. Jika pergerakan mencerminkan risiko resesi, penurunan ekspektasi laba dapat mengimbangi dukungan valuasi.


Bank

Bank seringkali lebih menyukai kurva yang lebih curam karena model perbankan tradisional melibatkan pinjaman jangka pendek dan penyaluran kredit jangka panjang. Bear steepener dapat meningkatkan margin pinjaman jika pertumbuhan tetap solid, biaya dana terjaga, dan kerugian kredit tetap terkendali.


Bull steepener tidak selalu sederhana. Biaya pendanaan yang lebih rendah bisa membantu, tetapi risiko resesi dapat melemahkan permintaan kredit, menekan profitabilitas, dan meningkatkan gagal bayar.


Real Estate dan REITs

Sektor properti seringkali terganggu selama bear steepener karena yield jangka panjang yang lebih tinggi dapat mendorong naik suku bunga hipotek, biaya refinancing, dan tingkat pengembalian yang dibutuhkan. Real estate investment trusts yang diperdagangkan publik, atau REITs, juga dapat menghadapi tekanan valuasi saat tingkat diskonto naik.


Bull steepener bisa memperbaiki kondisi pembiayaan, tetapi hanya jika pertumbuhan yang melemah tidak merusak pendapatan sewa, tingkat hunian, ketersediaan kredit, atau nilai aset.


Bagaimana Investor Harus Mengartikan Steepener

Bentuk kurva hanyalah sinyal pertama. Faktor pendorongnya lebih penting.

Investor sebaiknya menanyakan tiga pertanyaan:


  • Apakah yield jangka panjang naik karena risiko inflasi atau tekanan pasokan obligasi meningkat?

  • Apakah yield jangka pendek turun karena bank sentral sedang bersiap memangkas suku bunga?

  • Apakah kurva mengerucut karena pertumbuhan membaik atau karena risiko resesi meningkat?


Bear steepener biasanya memberi tahu investor untuk memperhatikan eksposur durasi, valuasi saham pertumbuhan, suku bunga hipotek, dan sektor lain yang sensitif terhadap suku bunga.


Bull steepener biasanya memberi tahu investor untuk memantau ekspektasi bank sentral, kondisi kredit, momentum laba, dan sinyal resesi.


Indikator yang paling praktis adalah spread 2s10s. Ketika spread melebar, kurva menjadi lebih curam. Ketika spread menyempit, kurva menjadi lebih datar.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah bear steepener buruk bagi investor?

Bear steepener biasanya menantang bagi investor obligasi karena harga obligasi jangka panjang turun seiring kenaikan yield. Bagi investor saham, dampaknya tergantung pada alasan kenaikan yield. Yield yang lebih tinggi terkait pertumbuhan yang sehat biasanya lebih mudah diserap dibandingkan yang terkait tekanan inflasi atau stres fiskal.


Mengapa disebut bear steepener?

Disebut bear steepener karena kenaikan yield bersifat bearish bagi obligasi. Harga obligasi turun ketika yield naik. Kurva menjadi lebih curam karena yield jangka panjang naik lebih cepat daripada yield jangka pendek, sehingga melebarkan spread tenor.


Apakah bull steepener baik untuk saham?

Bull steepener bisa membantu saham jika investor percaya pemangkasan suku bunga akan mendukung pertumbuhan dan likuiditas. Ini bisa merugikan saham jika pergerakan mencerminkan risiko resesi, ekspektasi laba yang melemah, atau meningkatnya stres kredit. Latar makro yang ada menentukan reaksi pasar.


Spread yield mana yang harus dipantau investor?

Spread antara obligasi pemerintah 2-year dan 10-year adalah salah satu ukuran yang paling banyak digunakan. Ini menangkap hubungan antara suku jangka pendek yang sensitif terhadap kebijakan dan suku jangka panjang yang sensitif terhadap pertumbuhan. Spread yang melebar menandakan steepening, sementara spread yang menyempit menandakan flattening.


Dapatkah bear steepener berubah menjadi bull steepener?

Ya. Siklus bisa dimulai dengan bear steepener jika kekhawatiran inflasi atau fiskal mendorong imbal hasil jangka panjang naik. Kemudian, jika pertumbuhan melemah dan pasar mengharapkan pemotongan suku bunga, imbal hasil jangka pendek dapat turun dengan cepat, mengubah pergerakan itu menjadi bull steepener.


Kesimpulan

Bear steepener dan bull steepener sama-sama menggambarkan kurva imbal hasil yang menjadi lebih curam, tetapi keduanya bukan sinyal yang sama.


Bear steepener mencerminkan naiknya imbal hasil jangka panjang dan sering mengarah pada inflasi, pertumbuhan, term premium, atau tekanan fiskal. Bull steepener mencerminkan turunnya imbal hasil jangka pendek dan sering mengarah pada kebijakan yang lebih longgar, melemahnya pertumbuhan, atau risiko resesi.


Bagi investor, nilainya terletak pada interpretasi. Kurva menunjukkan apa yang bergerak. Penggeraknya menjelaskan mengapa hal itu penting.


Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.