Apa Itu Funding Currency? Sisi Pinjaman dalam Setiap Perdagangan
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी

Apa Itu Funding Currency? Sisi Pinjaman dalam Setiap Perdagangan

Penulis: Chad Carnegie

Diterbitkan pada: 2026-08-10

Mata uang pendanaan (funding currency) adalah mata uang yang dipinjam trader dengan biaya murah untuk membeli aset yang didenominasi dalam mata uang lain. Pinjaman tersebut harus dilunasi dalam mata uang yang sama, sehingga peminjam otomatis berada dalam posisi short atas mata uang itu, terlepas dari apakah posisinya disebut demikian atau tidak. Kewajiban pelunasan inilah yang mengubah keputusan pendanaan di satu pasar menjadi tekanan jual paksa di pasar lain.


Poin-Poin Utama

  • Mata uang pendanaan dipinjam dengan biaya rendah untuk membiayai posisi dalam mata uang lain yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, dan strategi yang dibangun di atas selisih ini disebut carry trade.

  • Suku bunga rendah saja tidak membuat suatu mata uang layak dijadikan alat pendanaan; mata uang tersebut juga harus memiliki likuiditas dalam, kebijakan moneter yang dapat diprediksi, dan konvertibilitas bebas, sementara peran ini berpindah antarmata uang seiring pergantian siklus suku bunga.

  • Selisih bunga (carry) terakumulasi dalam kenaikan harian yang kecil, sementara nilai tukar bisa bergerak melawan peminjam hanya dalam hitungan jam, dan ketidakseimbangan inilah yang menjadi risiko utamanya.

  • Kewajiban melunasi pinjaman memaksa posisi ditutup ketika mata uang pendanaan menguat, dan di sinilah pergerakan mata uang berubah menjadi pergerakan pasar saham.

ilustrasi konsep mata uang pendanaan dalam carry trade


Apa itu mata uang pendanaan?

Mata uang pendanaan adalah mata uang yang dipinjam dengan suku bunga rendah agar hasilnya dapat dikonversi dan diinvestasikan pada aset yang didenominasi dalam mata uang lain. Trader yang meminjam yen, mengonversi hasilnya ke dolar AS, lalu membeli obligasi berdenominasi dolar, berarti telah menjadikan yen sebagai mata uang pendanaan dan kini berutang dalam yen.


Daya tarik strategi ini terletak pada selisih antara biaya pinjaman dan imbal hasil aset yang dibeli, yang dikenal sebagai carry. Strategi yang dibangun di atas selisih ini disebut carry trade, dan mata uang pendanaan merupakan sisi pinjamannya.


Istilah ini juga muncul dalam konteks lain, sehingga perlu ditegaskan batasannya: artikel ini membahas mata uang pendanaan sebagaimana digunakan trader di pasar valuta asing, bukan pinjaman valuta asing korporasi maupun pasar cross-currency basis swap.


Mengapa meminjam satu mata uang untuk membeli aset dalam mata uang lain?

Trader meminjam dalam satu mata uang dan berinvestasi dalam mata uang lain untuk mengambil selisih antara biaya pinjaman dan imbal hasil aset tersebut. Posisi ini menghasilkan selisih itu selama kedua sisi transaksi tetap berjalan, tanpa memerlukan pandangan arah pasar tertentu.


Namun terdapat ketimpangan yang tersembunyi di balik angka imbal hasil yang terlihat menarik, karena carry terakumulasi dalam kenaikan harian yang kecil, sementara nilai tukar bisa berubah drastis hanya dalam satu sesi perdagangan.

  • Angka berikut hanya ilustrasi, bukan data terkini: seorang trader meminjam dengan bunga 1% dan memegang aset berimbal hasil 5%, sehingga selisihnya mencapai 4% per tahun, atau sekitar 0,33% per bulan. Jika mata uang pendanaan menguat 5% dalam tiga minggu, posisi tersebut merugi 5% dari sisi kurs sementara hanya memperoleh sekitar 0,25% dari carry, sehingga hasil carry hampir sebelas bulan lenyap dalam waktu kurang dari sebulan.


Posisi semacam ini biasanya menggunakan leverage, dan leverage melipatgandakan risiko pada kedua sisi transaksi. Kerugian pada posisi carry yang menggunakan leverage bisa melampaui bunga yang diperoleh, bahkan bisa melampaui modal yang ditempatkan.


Apa yang membuat suatu mata uang layak dijadikan alat pendanaan?

Suatu mata uang layak dijadikan alat pendanaan ketika empat syarat terpenuhi sekaligus: suku bunga jangka pendek yang rendah, likuiditas yang dalam, kebijakan moneter yang dapat diprediksi, dan konvertibilitas tanpa hambatan. Suku bunga acuan yang rendah hanyalah syarat awal, bukan syarat yang cukup dengan sendirinya.


Likuiditas menentukan batas praktis ukuran posisi, karena trader harus bisa meminjam atau menjual tanpa menggerakkan nilai tukar melawan posisinya sendiri. Batasan ini membuat peran pendanaan hanya jatuh pada segelintir mata uang dengan volume transaksi terbesar, dan BIS Triennial Central Bank Survey mempublikasikan pangsa volume transaksi yang mendefinisikan kelompok tersebut.


Kepastian arah kebijakan sama pentingnya dengan level suku bunga itu sendiri, karena bank sentral yang sering mengubah arah kebijakan membuat besaran kewajiban utang menjadi sulit diperkirakan. Kontrol modal, atau bahkan ancaman kredibel akan diberlakukannya kontrol modal, bisa membuat suatu mata uang tidak layak dijadikan alat pendanaan berapa pun suku bunganya.


Mata Uang

Volume Transaksi Valas

Pola Kebijakan

Peran Lain di Pasar

Apa yang Mengakhiri Peran Pendanaannya

JPY

Tiga besar

Rezim suku bunga rendah BoJ yang berkepanjangan

Aset safe haven

Normalisasi kebijakan, intervensi

CHF

Sepuluh besar

Suku bunga rendah, SNB mengelola kurs

Aset safe haven

Perubahan kerangka kebijakan SNB

EUR

Kedua terbesar

Periode suku bunga negatif ECB

Mata uang cadangan

Kenaikan suku bunga pertama (liftoff)

USD

Terbesar

Bervariasi mengikuti siklus

Basis pendanaan global

Siklus suku bunga berbalik naik

Baris dolar AS pada tabel di atas menyimpan pelajaran yang lebih luas. Peran pendanaan adalah sebuah fungsi, bukan karakteristik permanen suatu negara, dan jatuh pada mata uang mayor mana pun yang paling murah dan paling dalam likuiditasnya pada suatu waktu. Yen memegang peran ini paling lama, yang menjelaskan mengapa yen berperilaku berbeda dari mata uang mayor lain saat terjadi aksi jual di pasar.


Mengapa penguatan mata uang pendanaan bisa memukul pasar saham dan obligasi?

Penguatan mata uang pendanaan menjalar ke pasar saham dan obligasi melalui neraca keuangan peminjam. Utang tersebut didenominasi dalam mata uang pendanaan, sehingga penguatannya membesarkan nilai utang dalam mata uang peminjam sendiri, sementara nilai aset yang dibeli dari hasil pinjaman tidak berubah.


Hasilnya adalah masalah margin. Memenuhi margin call mengharuskan penjualan aset, dan aset yang dijual adalah apa pun yang dibeli dengan uang pinjaman tersebut, baik itu saham, obligasi korporasi, maupun utang pasar negara berkembang.


Rangkaian ini kemudian memperkuat dirinya sendiri, karena pelunasan pinjaman mengharuskan pembelian kembali mata uang pendanaan, pembelian tersebut mendorong mata uang itu makin menguat, dan peminjam berikutnya yang memegang posisi serupa menghadapi margin call yang sama. Inilah mekanisme di balik pembongkaran (unwind) yen carry trade, dan juga bagaimana intervensi resmi dapat memicunya.


Tidak ada satu pun bagian dari rangkaian ini yang memerlukan pandangan tertentu tentang saham, dan inilah sebabnya keputusan pinjaman yang dibuat di Tokyo bisa memengaruhi indeks di New York pada hari yang sama.


Bagaimana cara mengetahui bahwa suatu mata uang sedang digunakan untuk pendanaan?

Dua sumber bukti menunjukkan bahwa suatu mata uang sedang digunakan untuk pendanaan: data posisi dari pasar kontrak berjangka, dan perilaku mata uang tersebut pada hari-hari ketika pasar saham turun.


  • CFTC mempublikasikan laporan Commitments of Traders setiap minggu, yang menunjukkan posisi bersih non-komersial pada kontrak berjangka mata uang, dan posisi short bersih yang besar pada mata uang berimbal hasil rendah menjadi indikator umum aktivitas pendanaan. Namun indikator ini memiliki keterbatasan, karena kontrak berjangka hanya mencakup sebagian kecil dari pasar yang sebagian besar diperdagangkan secara over the counter.


  • Indikasi kedua tidak memerlukan langganan data apa pun, karena mata uang pendanaan cenderung menguat pada hari-hari ketika pasar saham turun. Pola ini berkebalikan dengan pola yang ditunjukkan sebagian besar mata uang lain, dan justru pada hari-hari itulah posisi ditutup dan mata uang pinjaman dibeli kembali.


Tanya Jawab

Apakah mata uang pendanaan sama dengan carry trade?

Mata uang pendanaan tidak sama dengan carry trade. Mata uang pendanaan adalah sisi pinjaman, sementara carry trade adalah strategi yang dibangun di atasnya dan juga membutuhkan tujuan investasi berimbal hasil lebih tinggi. Tujuan investasi tersebut bisa berupa obligasi, portofolio saham, atau properti, bukan hanya mata uang lain.


Mengapa yen begitu sering digunakan sebagai mata uang pendanaan?

Jepang mempertahankan suku bunga jangka pendek di sekitar atau di bawah nol jauh lebih lama dibandingkan negara maju lainnya, dan yen diperdagangkan dalam volume yang sangat besar tanpa kontrol modal. Karena itu, meminjam yen tidak hanya murah tetapi juga tersedia dalam skala besar, dan syarat kedua ini sama pentingnya dengan syarat pertama.


Apakah mata uang pendanaan memengaruhi orang yang hanya memegang saham?

Mata uang pendanaan memengaruhi pemegang saham secara tidak langsung. Ketika posisi leverage yang dibiayai dalam mata uang yang sedang menguat ditutup, penjualan yang terjadi akan menyentuh apa pun yang dibeli oleh posisi tersebut, yang seringkali mencakup saham-saham berkapitalisasi besar. Eksposur terhadap valuta asing sama sekali tidak diperlukan untuk merasakan dampak deleveraging ini.


Kesimpulan

Mata uang pendanaan murah untuk dipinjam, tetapi tidak memberi ampun dalam apa yang dituntutnya kembali, dan kedua sifat ini saling berlawanan. Selisih carry terakumulasi secara perlahan, sementara nilai tukar bisa bergerak dengan cepat, sehingga perhitungan yang terlihat aman dalam setahun bisa runtuh hanya dalam dua minggu. Sisi pinjaman dalam strategi ini layak mendapat perhatian yang sama besarnya dengan aset yang dibeli menggunakan dana tersebut.


Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.