Apa Itu Kelas Saham ETF dan Mengapa Dana Menambahkannya pada 2026
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी

Apa Itu Kelas Saham ETF dan Mengapa Dana Menambahkannya pada 2026

Penulis: Chad Carnegie

Diterbitkan pada: 2026-08-10

Kelas saham ETF adalah kelas saham yang tercatat di bursa dan melekat pada sebuah reksa dana yang juga menerbitkan saham reksa dana konvensional. Kedua kelas ini memiliki portofolio yang sama, di bawah manajer dan strategi yang sama, sehingga yang berbeda hanyalah cara Anda membelinya, cara penentuan harganya, dan cara Anda keluar dari investasi tersebut. Hak paten Vanguard atas struktur ini berakhir pada 2023, tetapi setiap manajer investasi lain tetap memerlukan izin tersendiri dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang mulai diberikan sejak akhir 2025 dan membuat kelas ETF non-Vanguard pertama tercatat di bursa pada 2026.


Poin-Poin Penting

  • Kelas saham ETF menambahkan kelas yang tercatat di bursa pada reksa dana yang sudah ada, sedangkan konversi reksa dana menjadi ETF menggantikan reksa dana tersebut sepenuhnya.

  • Aturan reksa dana di AS pada dasarnya melarang struktur ini, sehingga setiap manajer investasi memerlukan pengecualian (exemption) tersendiri dari SEC sebelum dapat mencatatkan kelas sahamnya di bursa.

  • Kedua kelas ini biasanya memiliki rasio biaya (expense ratio) yang berbeda, dan pembeli ETF menanggung spread bid-ask yang tidak dikenakan pada pembeli reksa dana.

  • Kedua kelas berada dalam satu portofolio yang sama, sehingga penarikan dana (redemption) pada satu kelas dapat menimbulkan biaya transaksi dan capital gain yang direalisasikan (realised gains) yang turut memengaruhi kelas lainnya.

  • Manajer investasi menambahkan kelas saham untuk memanfaatkan kembali satu portofolio, tim, dan rekam jejak yang sama, alih-alih meluncurkan ETF terpisah.

ilustrasi struktur kelas saham ETF dan reksa dana


Apa Itu Kelas Saham ETF?

Kelas saham ETF adalah kelas saham yang tercatat di bursa dan diterbitkan oleh sebuah reksa dana yang juga menerbitkan saham reksa dana konvensional. Satu portofolio, satu strategi, satu tim, dua pintu masuk. Jika struktur produk ini masih asing bagi Anda, mulailah dengan memahami apa itu ETF dan bagaimana cara kerja reksa dana yang diperdagangkan di bursa.


Investor A membeli kelas reksa dana melalui platform investasi, sementara Investor B membeli kelas ETF melalui broker pada pukul sebelas pagi. Keduanya memiliki aset yang sama persis, dan yang berbeda hanyalah bentuk wadah investasinya.


Kelas saham ETF berbeda dari konversi reksa dana menjadi ETF. Konversi menghapus reksa dana tersebut dan membuat seluruh pemegang saham beralih memegang ETF. Sementara itu, kelas saham tetap membiarkan reksa dana beroperasi seperti biasa dan hanya menambahkan kelas yang tercatat di bursa pada portofolio yang sama.


Bagaimana Satu Reksa Dana Bisa Menjadi Reksa Dana Sekaligus ETF?

Kedua kelas ini menggunakan mekanisme berbeda untuk memproses investor yang masuk dan keluar, sementara portofolio di baliknya tidak terpengaruh oleh perbedaan tersebut.


Saham reksa dana diterbitkan dan dibatalkan langsung oleh reksa dana itu sendiri, dengan harga ditentukan sekali sehari berdasarkan nilai aktiva bersih (NAV) setelah penutupan pasar. Saham ETF diperdagangkan antarinvestor di bursa sepanjang sesi perdagangan. Pasokannya disesuaikan oleh authorised participant, yang menciptakan dan menebus unit dalam jumlah besar, sering kali dengan menyerahkan atau menerima sekeranjang efek, bukan uang tunai.


Pasal 18(f) dari Investment Company Act of 1940 melarang reksa dana menerbitkan kelas saham dengan hak yang secara material berbeda atas aset dana tersebut. Karena itu, setiap manajer investasi yang menerapkan struktur ini harus memiliki exemptive order, yaitu pengecualian khusus dari SEC yang diberikan berdasarkan kasus per kasus.




Kelas reksa dana

Kelas saham ETF

ETF mandiri

Penentuan harga

Harian, berdasarkan NAV

Intraday; bisa berada di atas atau di bawah NAV

Intraday; bisa berada di atas atau di bawah NAV

Tempat pembelian

Platform reksa dana, penasihat keuangan, banyak program pensiun

Semua rekening broker

Semua rekening broker

Biaya di luar fee

Load atau biaya platform

Spread, premium/diskon, komisi

Spread, premium/diskon, komisi

Portofolio dasar

Digunakan bersama

Digunakan bersama

Miliknya sendiri

Terpapar arus dana kelas lain

Ya

Ya

Tidak


Mengapa Manajer Investasi Menambahkan Kelas Saham ETF?

ETF mandiri berarti kumpulan aset kedua, operasional terpisah, distribusi terpisah, dan rekam jejak yang dimulai dari nol. Kelas saham menghindari keempat hal tersebut sekaligus.


Ambil contoh manajer investasi yang mengelola reksa dana senilai US$ 10 miliar. Jika membuat ETF terpisah, mereka akan memiliki dua portofolio yang berjalan berdampingan, yakni US$ 10 miliar dan US$ 100 juta, yang harus dikelola sendiri-sendiri. Sebaliknya, kelas saham menyatukan keduanya menjadi satu portofolio senilai US$ 10,1 miliar, dengan tim, skala, dan rekam jejak yang sama.


Daya tarik struktur ini tidak terbatas pada segelintir pihak. Menurut data ISS Market Intelligence, manajer investasi yang mewakili sekitar setengah dari pasar reksa dana aktif AS telah mengajukan permohonan pengecualian serupa hingga akhir 2025.


Berapa Sebenarnya Biaya Masing-Masing Wadah Investasi Ini?

Rasio biaya berbeda-beda menurut kelas, dan prospektus mencantumkan masing-masing secara terpisah. Sebagai ilustrasi, misalkan sebuah reksa dana mengenakan rasio biaya 0,45% untuk kelas reksa dana dan 0,25% untuk kelas ETF, dengan asumsi imbal hasil kotor tahunan sebesar 6% dan nilai investasi awal US$ 50.000.


  • Kelas reksa dana: US$ 50.000 × 1,0555¹⁰ = US$ 85.803

  • Kelas ETF: US$ 50.000 × 1,0575¹⁰ = US$ 87.446

  • Selisih setelah sepuluh tahun: US$ 1.643, atau 3,3% dari saldo awal.


Namun ada kompensasinya: jika kelas ETF memiliki spread bid-ask sebesar 0,05%, transaksi bolak-balik senilai US$ 50.000 akan menelan biaya sekitar US$ 25, setara dengan sekitar tiga bulan dari penghematan tahunan 0,20% tersebut. Spread dibayar setiap kali bertransaksi, sedangkan rasio biaya dibayar setiap tahun selama Anda memegang investasi tersebut.


Kelas yang baru saja tercatat di bursa juga cenderung memiliki likuiditas paling rendah dibandingkan kondisinya di kemudian hari. Spread bisa lebih lebar dan premium bisa lebih besar pada awalnya, sehingga penghematan yang dihitung di atas mengasumsikan kondisi yang belum tentu berlaku pada hari pertama pencatatan. Hal ini paling penting diperhatikan jika Anda sedang membangun portofolio ETF yang berencana Anda rebalance secara berkala.


Bisakah Anda Beralih dari Kelas Reksa Dana ke Kelas ETF?

Terkadang bisa, jika reksa dana tersebut menyediakan opsi konversi.


Menjual satu reksa dana untuk membeli reksa dana lain akan merealisasikan capital gain pada rekening kena pajak. Namun, berpindah antarkelas saham dalam satu reksa dana yang sama sering kali diperlakukan berbeda, dan beberapa penyedia dana menawarkan opsi konversi bagi pemegang saham reksa dana ke kelas ETF. Fidelity menyoroti hal ini ketika mencatatkan tiga kelas ETF pertamanya pada Juni 2026.


Jika opsi konversi tersedia, tanggal pembelian awal dan cost basis Anda umumnya tetap berlaku, sehingga periode kepemilikan tidak dihitung ulang dari awal. Namun, perlakuan ini tidak otomatis dan tidak berlaku universal, tergantung pada dokumen reksa dana, dukungan broker Anda, jenis rekening, dan yurisdiksi pajak Anda. Sebaliknya, konversi dari kelas ETF kembali ke kelas reksa dana sering kali tidak tersedia. Periksa prospektus terlebih dahulu sebelum membuat asumsi apa pun.


Apakah Kelas Saham ETF Bisa Mengurangi Beban Pajak Anda?

Struktur ini bisa mengurangi sebagian tax drag, tetapi tidak menghilangkan kewajiban pajak sama sekali.


Ketika pemegang reksa dana menarik dananya secara tunai, reksa dana mungkin harus menjual aset untuk membayar mereka. Penjualan tersebut dapat merealisasikan capital gain yang dibagikan kepada seluruh pemegang saham yang masih berada di dalam reksa dana, termasuk mereka yang tidak melakukan apa pun. Mekanisme ETF menghindari sebagian dari hal ini karena penebusan dilakukan dalam bentuk penyerahan efek secara in-kind, bukan tunai.


Portofolio bersama ini memperoleh jalur keluar kedua yang lebih efisien secara pajak, tetapi bukan berarti kebal pajak sepenuhnya. Turnover portofolio, rebalancing, aksi korporasi, dan penarikan tunai dari kelas reksa dana tetap dapat menghasilkan capital gain, dan ketentuan SEC mewajibkan dewan direksi reksa dana mengawasi bagaimana keuntungan tersebut dibagi antarkelas. Hasil akhir bagi Anda juga bergantung pada tempat tinggal Anda dan domisili reksa dana tersebut.


Bisakah Kelas Reksa Dana Memengaruhi Investor ETF?

Ya, karena kedua kelas ini bisa berbagi portofolio yang sama.


Jika banyak investor reksa dana menarik dananya secara bersamaan, reksa dana mungkin perlu menjual efek untuk memperoleh uang tunai. Hal ini dapat menimbulkan:

  • Biaya transaksi yang memengaruhi portofolio bersama.

  • Capital gain yang direalisasikan dan dapat memengaruhi pemegang saham.

  • Perubahan portofolio yang tidak diminta secara langsung oleh investor ETF.


Efeknya juga bisa berjalan sebaliknya. Transaksi in-kind pada ETF dapat mengurangi kebutuhan portofolio untuk menjual efek, sehingga berpotensi menurunkan biaya transaksi bagi reksa dana bersama tersebut.


Inilah sebabnya regulator menetapkan sejumlah syarat bagi reksa dana yang mengoperasikan kelas reksa dana dan kelas ETF dari satu portofolio yang sama. Dewan direksi reksa dana harus mengawasi apakah pengaturan tersebut memperlakukan kedua kelas secara adil, termasuk bagaimana biaya, aktivitas transaksi, dan capital gain dialokasikan.


Bagi investor, pertanyaan praktisnya sederhana: portofolio bersama dapat membuat kelas ETF lebih efisien, tetapi kelas reksa dana tetap menjadi bagian dari struktur reksa dana yang sama.


FAQ

Apakah Kedua Kelas Saham Memberikan Kinerja yang Sama?

Imbal hasil kotor berasal dari satu portofolio yang sama, sehingga keduanya bergerak searah. Imbal hasil bersih justru berbeda karena rasio biaya masing-masing kelas tidak sama, dan hasil riil yang Anda peroleh bisa berbeda lagi karena saham ETF dapat diperdagangkan pada harga premium atau diskon terhadap NAV. Bandingkan angka imbal hasil yang dipublikasikan untuk masing-masing kelas.


Apakah Kelas Saham ETF Memiliki Ticker Sendiri?

Ya. Kelas yang tercatat di bursa diperdagangkan dengan ticker bursa tersendiri, sementara kelas reksa dana tetap memiliki kode identifikasi terpisah. Keduanya berbagi rekam jejak kinerja reksa dana yang sama, tetapi masing-masing kelas melaporkan imbal hasil bersih dan rasio biayanya sendiri, jadi periksa kelas mana yang dimaksud saat melihat suatu angka.


Apakah Kelas Saham ETF Tersedia di Luar Amerika Serikat?

Struktur ini bergantung pada pengecualian khusus dari SEC, sehingga pengaturan ini bersifat khas Amerika Serikat. Yurisdiksi lain mengatur reksa dana multikelas dengan aturannya masing-masing, dan sebagian mengizinkan kelas tercatat dan tidak tercatat berada dalam satu reksa dana yang sama. Ketersediaan dan perlakuan pajaknya berbeda-beda menurut yurisdiksi, sehingga perlu diperiksa terlebih dahulu sebelum Anda berinvestasi pada ETF internasional.


Kesimpulan

Kelas saham ETF menempatkan satu portofolio di balik dua pintu, dan pintu mana yang Anda pilih akan menentukan harga, biaya kepemilikan, dan cara Anda keluar dari investasi tersebut. Konsekuensinya, kedua kelas berbagi mekanisme yang sama: arus dana dari kelas lain tetap akan memengaruhi portofolio Anda, terlepas dari apakah Anda menginginkannya atau tidak. Bacalah prospektus kedua kelas sebelum memilih pintu mana yang akan Anda gunakan.

Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.