Notulen Fed Hawkish. Mengapa Yield Jangka Panjang dan Dolar Tetap Turun?
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी

Notulen Fed Hawkish. Mengapa Yield Jangka Panjang dan Dolar Tetap Turun?

Penulis: Michael Langford

Diterbitkan pada: 2026-08-20   
Diperbarui pada: 2026-08-20

Notulen rapat The Fed bulan Juli menunjukkan sejumlah pejabat mendukung kenaikan suku bunga, namun imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun dan 30 tahun justru turun pada 19 Agustus, sementara dolar AS melemah di bawah level 99. Perbedaan waktu inilah yang menjelaskan sebagian besar kontradiksi yang tampak. Notulen tersebut mencerminkan pandangan para pembuat kebijakan pada 29 Juli, padahal data ketenagakerjaan dan inflasi yang lebih baru sudah meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga, dan Treasury kemudian merilis informasi baru soal dukungan likuiditas di segmen tenor panjang pasar obligasi.

Ilustrasi notulen The Fed yang hawkish dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS

Poin-Poin Penting

  • Treasury akan menaikkan buyback dukungan likuiditas untuk tenor panjang setidaknya dua kali lipat, dari maksimum US$ 2 miliar menjadi minimal US$ 4 miliar per operasi, berlaku mulai 9 September hingga 4 November.

  • Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun ditutup sedikit lebih tinggi di 4,178%, menunjukkan sinyal hawkish The Fed masih memengaruhi segmen kurva yang sensitif terhadap kebijakan.

  • Imbal hasil tenor panjang turun lebih dalam setelah pengumuman Treasury, dengan tenor 30 tahun sempat menyentuh level serendah 5,187%, seiring pelaku pasar memperhitungkan meningkatnya permintaan Treasury atas surat utang tenor panjang yang lebih lama (off-the-run).

  • Dolar AS sebenarnya sudah melemah sebelum berita Treasury muncul, seiring data AS yang lebih lemah menekan ekspektasi kenaikan suku bunga. Penurunan imbal hasil tenor panjang kemudian menambah tekanan pada sesi berikutnya.


Notulen Bernada Hawkish, tapi Data Lebih Baru

Notulen rapat The Fed pada 28-29 Juli menunjukkan kecenderungan hawkish yang jelas. Sejumlah pejabat mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, banyak yang menilai kebijakan yang lebih ketat mungkin diperlukan jika inflasi gagal turun, dan sebagian mempertanyakan apakah kondisi keuangan sudah cukup restriktif. Meski demikian, imbal hasil tenor 2 tahun tetap ditutup sedikit lebih tinggi di 4,178%.


Namun, notulen tersebut sudah berumur tiga minggu. Sejak pertemuan itu, data payrolls bulan Juli turun 23.000, sementara kenaikan lapangan kerja pada Mei dan Juni direvisi turun total 103.000. Indeks harga konsumen (CPI) Juli hanya naik 0,1% secara bulanan, sedangkan CPI inti naik 0,2%, dan harga produsen Juli tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya.


Rilis data tersebut sudah membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed dalam waktu dekat. Notulen memberikan gambaran soal seberapa hawkish sikap para pejabat pada Juli, sementara data ekonomi menyajikan potret kondisi yang lebih mutakhir menjelang Agustus.


Treasury Naikkan Batas Tenor Panjang Setidaknya Dua Kali Lipat

Treasury mengumumkan pada 19 Agustus bahwa batas maksimum buyback dukungan likuiditas untuk sektor nominal tenor 10-20 tahun dan 20-30 tahun akan naik dari US$ 2 miliar menjadi minimal US$ 4 miliar per operasi. Perubahan ini berlaku mulai 9 September dan bertahan hingga 4 November.


Tujuan yang disampaikan Treasury cukup spesifik. Departemen tersebut menyatakan operasi yang lebih besar akan memberikan dukungan likuiditas yang lebih kuat di sektor tenor panjang, tempat Treasury secara rutin menerima penawaran yang cukup deras. Program ini memungkinkan pemegang surat utang menjual kembali surat utang off-the-run yang lebih lama dan kurang likuid kepada Treasury. Program ini secara resmi tidak dirancang untuk mematok atau membatasi imbal hasil jangka panjang.


Meski begitu, pasar tetap bereaksi kuat. Imbal hasil tenor panjang yang sebelumnya sudah menurun, semakin turun setelah pengumuman tersebut. Tenor 10 tahun bergerak dari 4,682% menjadi 4,651%, sementara tenor 30 tahun turun dari 5,266% menjadi 5,202% dan belakangan sempat diperdagangkan hingga serendah 5,187%.


Tambahan pembelian ini relatif kecil dibandingkan pasar Treasury yang bernilai sekitar US$ 32,2 triliun. Karena itu, pergerakan pasar yang langsung terjadi lebih mencerminkan ekspektasi seputar tambahan permintaan Treasury dan momen pengumuman yang mengejutkan, ketimbang besaran nilai buyback itu sendiri.


Mengapa Kurva Imbal Hasil Mendatar

Imbal hasil tenor 10 tahun ditutup sekitar 5 basis poin lebih rendah pada 19 Agustus, sedangkan tenor 30 tahun turun sekitar 9 basis poin, sementara tenor 2 tahun justru ditutup sedikit lebih tinggi. Selisih antara imbal hasil jangka pendek dan jangka panjang pun menyempit tajam.


Tenor pendek merespons ekspektasi kebijakan The Fed secara lebih langsung. Sementara itu, imbal hasil tenor panjang juga memperhitungkan risiko inflasi, pasokan Treasury, permintaan durasi, likuiditas, dan premi tenor.


Kedua pengumuman itu pun memengaruhi bagian kurva yang berbeda. Notulen yang hawkish tetap menekan segmen tenor pendek yang sensitif terhadap kebijakan, sementara rencana pembelian Treasury yang lebih besar memperbaiki prospek permintaan surat utang off-the-run bertenor panjang dan turut memperpanjang reli di segmen tersebut.


Reaksi ini tidak menjadikan Treasury sebagai mekanisme pengendali imbal hasil. Fenomena ini menunjukkan bahwa keputusan manajemen utang dapat memengaruhi harga pasar, bahkan ketika sinyal kebijakan The Fed mengarah ke arah yang berbeda.


Mengapa Dolar AS Sudah Melemah Lebih Dulu

Pelemahan dolar AS sebenarnya sudah dimulai sebelum Treasury mengumumkan pembesaran buyback. Pada awal perdagangan 19 Agustus, indeks dolar AS (DXY) sudah turun sekitar 0,2% ke posisi 99,47, seiring pelaku pasar menanti notulen The Fed setelah data ketenagakerjaan yang lebih lemah dan inflasi yang landai menekan ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. DXY kemudian turun di bawah 99 dan diperdagangkan di kisaran 98,94 pada awal sesi 20 Agustus.


Urutan kejadian ini menunjukkan bahwa penjelasan pergerakan kurs lebih luas ketimbang sekadar penurunan imbal hasil Treasury tenor panjang. Harga mata uang bergantung pada ekspektasi relatif suku bunga antarnegara, imbal hasil di luar AS, posisi pelaku pasar, biaya lindung nilai, dan kondisi risiko. Pelaku pasar sudah menyesuaikan ekspektasi arah kebijakan The Fed menjadi lebih rendah dibandingkan setelah pertemuan Juli.


Pengumuman Treasury menambah tekanan lain dengan mempercepat penurunan imbal hasil tenor panjang. Reuters melaporkan dolar AS bertahan di dekat level terendah dalam tiga bulan pada 20 Agustus, seiring pelaku pasar mencerna langkah Treasury tersebut, sementara imbal hasil tenor 30 tahun bertahan di kisaran 5,18%.


Data AS yang lemah lebih dulu menekan dolar AS. Pengumuman buyback Treasury kemudian menambah tekanan tersebut melalui segmen tenor panjang pasar obligasi.


Tanya Jawab

Mengapa Imbal Hasil Jangka Panjang Bisa Turun Setelah Notulen The Fed Bernada Hawkish?

Imbal hasil tenor pendek merespons ekspektasi kebijakan The Fed secara lebih langsung. Imbal hasil tenor panjang juga mencerminkan inflasi, pasokan, likuiditas, permintaan durasi, dan premi tenor, sehingga bagian-bagian berbeda dari kurva Treasury bisa bergerak berlawanan arah.


Apakah Buyback Treasury Termasuk Bentuk Quantitative Easing?

Tidak. Treasury menggunakan buyback ini untuk manajemen utang dan dukungan likuiditas pada surat utang lama. Quantitative easing merupakan operasi kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang melibatkan pembelian aset oleh bank sentral untuk memengaruhi kondisi keuangan secara lebih luas.


Mengapa Dolar AS Sudah Melemah Sebelum Pengumuman Treasury?

Data ketenagakerjaan dan inflasi terbaru sudah menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Hal ini melemahkan dolar AS sebelum 19 Agustus, sementara pengumuman Treasury dan penurunan imbal hasil tenor panjang menambah tekanan setelahnya.


Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Pasar Saat Buyback yang Lebih Besar Dimulai?

Ukuran yang relevan adalah apakah operasi yang lebih besar ini benar-benar memperbaiki likuiditas surat utang off-the-run bertenor panjang, dan apakah pelaku pasar terus memberikan efek harga yang signifikan terhadap tambahan permintaan Treasury tersebut, bukan sekadar level imbal hasil tertentu.


Operasi Tenor Panjang Pertama Jadi Ujian Sesungguhnya

Batas yang lebih besar mulai berlaku pada 9 September, meskipun tanggal tersebut saat ini belum dijadwalkan untuk operasi dukungan likuiditas tenor panjang. Jadwal sementara Treasury per 5 Agustus mencantumkan operasi tenor 10-20 tahun pada 10 September dan operasi tenor 20-30 tahun pada 24 September. Treasury menyatakan akan merilis jadwal terbaru kemudian, sehingga tanggal-tanggal tersebut masih dapat berubah.


Operasi tenor panjang pertama yang diperbesar setelah 9 September akan menjadi ujian yang lebih jelas bagi program ini, dibandingkan hanya melihat pergerakan imbal hasil tenor 30 tahun semata.

Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.