Mengapa ETF dapat diperdagangkan di atas atau di bawah NAV ketika pasar tempat aset yang dipegangnya berada sedang tutup?
English ภาษาไทย Español Português 한국어 简体中文 繁體中文 日本語 Tiếng Việt Монгол ئۇيغۇر تىلى العربية Русский हिन्दी O‘zbekcha Қазақша

Mengapa ETF dapat diperdagangkan di atas atau di bawah NAV ketika pasar tempat aset yang dipegangnya berada sedang tutup?

Penulis: Chad Carnegie

Diterbitkan pada: 2026-09-08   
Diperbarui pada: 2026-09-08

ETF yang tercatat di bursa Amerika Serikat (AS) tetap bisa diperdagangkan meskipun pasar untuk sebagian aset luar negerinya sudah tutup. Informasi baru dapat memengaruhi harga ETF, sementara efek-efek tersebut belum bisa diperdagangkan lagi sampai bursa lokalnya kembali dibuka. Premium atau diskon yang muncul akibat kondisi ini bisa jadi hanya mencerminkan perbedaan waktu penetapan harga, bukan bukti bahwa ETF salah harga.

Ilustrasi mengapa harga ETF bisa diperdagangkan di atas atau di bawah NAV

Poin-Poin Penting

  • ETF dapat terus diperdagangkan meskipun sebagian pasar aset yang mendasarinya sudah tutup.

  • Harga pasar ETF dan NAV-nya bisa mencerminkan informasi dari titik waktu yang berbeda.

  • Premium atau diskon tidak otomatis berarti ETF dihargai terlalu tinggi atau terlalu rendah, terutama saat aset luar negeri yang mendasarinya sedang tidak diperdagangkan.

  • Arbitrase tetap membantu menjaga harga ETF sejalan dengan nilai portofolionya, tetapi menjadi kurang presisi ketika efek yang mendasarinya tidak bisa diperdagangkan pada waktu yang sama.


Harga ETF vs NAV: Apa yang Sebenarnya Dibandingkan?

Setiap ETF memiliki harga pasar dan nilai aset bersih atau NAV. Harga pasar berubah sepanjang sesi perdagangan seiring pembeli dan penjual memasukkan order, sementara NAV mencerminkan nilai per unit dari portofolio ETF setelah memperhitungkan aset dan liabilitasnya.

Ukuran

Apa yang ditunjukkan

Harga pasar ETF

Harga yang disepakati pembeli dan penjual saat ETF diperdagangkan

NAV

Nilai per unit dari portofolio yang mendasarinya

Premium

Harga pasar ETF berada di atas NAV

Diskon

Harga pasar ETF berada di bawah NAV


Besaran premium atau diskon dapat dihitung dengan rumus:

Premium atau diskon = (harga pasar − NAV) ÷ NAV × 100


Penerbit ETF umumnya menghitung NAV resmi satu kali setiap hari kerja berdasarkan prosedur penilaian masing-masing. Perbandingan ini menjadi lebih sulit ketika ETF dan aset yang mendasarinya tidak diperdagangkan pada waktu yang sama, karena harga keduanya bisa mencerminkan kumpulan informasi yang berbeda.

Mengapa Pasar yang Tutup Bisa Memperlebar Selisih Harga

Ambil contoh ETF yang tercatat di bursa AS dan memiliki saham-saham Jepang. Bursa Tokyo tutup berjam-jam sebelum pasar saham AS, sehingga efek Jepang berhenti diperdagangkan sementara ETF-nya masih aktif di New York.


Informasi baru bisa muncul setelah bursa Tokyo tutup, di antaranya:

  • data ekonomi atau keputusan bank sentral;

  • pergerakan pasar saham global atau sektor tertentu;

  • berita terkait perusahaan tertentu; dan

  • perubahan kurs mata uang asing.


Saham-saham Jepang tersebut tetap memiliki harga transaksi terakhir yang sah, tetapi harga itu mungkin tidak lagi mencerminkan seluruh informasi yang telah diketahui pasar sejak Tokyo tutup.


Ketidaksesuaian waktu ini terlihat paling jelas pada pasar Asia karena jam perdagangannya hampir tidak tumpang tindih dengan jam perdagangan normal AS. Pasar Eropa biasanya tumpang tindih dengan sesi AS untuk sebagian waktu, tetapi bursanya juga tutup beberapa jam sebelum perdagangan AS berakhir.


Selama periode tersebut, ETF tetap bisa merespons informasi baru meskipun aset luar negerinya tidak dapat mencatat transaksi baru. Schwab menyebut hal ini sebagai fungsi price discovery (penemuan harga) yang penting dari ETF internasional.


Bagaimana ETF Menentukan Harga Saat Asetnya Tutup

Tutupnya pasar aset yang mendasari tidak berarti ETF kehilangan seluruh informasi harga. Pembuat pasar (market maker) dapat melihat pasar lain yang masih aktif untuk memperkirakan pada level berapa efek yang mendasarinya akan diperdagangkan jika bursanya sedang buka.


Mereka dapat menggunakan:

  • kontrak berjangka indeks;

  • American depositary receipt (ADR), jika tersedia;

  • ETF terkait dan pasar saham global lain;

  • pergerakan mata uang; dan

  • berita ekonomi atau perusahaan terbaru.


Sinyal-sinyal ini membantu memperkirakan nilai portofolio saat ini, meskipun sebagian asetnya tidak dapat diperdagangkan secara langsung.


Perhatikan contoh sederhana berikut:

Contoh

Nilai

Nilai portofolio terakhir

US$ 100

Estimasi nilai saat ini

US$ 102

Harga pasar ETF

US$ 102

Anggap portofolio bernilai US$ 100 per unit ETF saat pasar lokalnya tutup. Kemudian muncul berita positif, dan pelaku pasar memperkirakan aset tersebut kini bernilai mendekati US$ 102. ETF bisa mulai diperdagangkan di kisaran US$ 102 sebelum efek yang mendasarinya memiliki kesempatan lain untuk bergerak.


Dibandingkan dengan valuasi sebelumnya sebesar US$ 100, ETF tersebut terlihat diperdagangkan dengan premium 2%. Apakah ini benar-benar mencerminkan salah harga bergantung pada seberapa terkini valuasi aset yang mendasarinya.


Nilai tukar mata uang juga dapat memengaruhi perhitungan ini. Jika ETF yang tercatat di bursa AS memiliki saham berdenominasi yen, pergerakan USD/JPY dapat mengubah nilai dolar portofolio tersebut meskipun harga saham Jepang tidak berubah.


Apakah Premium atau Diskon Berarti Salah Harga?

Tidak selalu. Yang penting adalah kapan masing-masing harga tersebut terbentuk.

Kembali ke contoh sebelumnya. Portofolio terakhir dinilai US$ 100, sementara ETF kini diperdagangkan di US$ 102. Jika informasi pasar terkini juga menunjukkan bahwa aset yang mendasarinya bernilai sekitar US$ 102, premium 2% yang terlihat itu sebagian besar hanya mencerminkan usia valuasi sebelumnya.


BlackRock mencatat bahwa sebagian premium dan diskon pada ETF internasional muncul karena harga ETF dan harga aset yang mendasarinya diukur pada waktu yang berbeda. Perbandingan semacam ini dapat membuat ETF terlihat lebih jauh dari nilai portofolio sebenarnya dibandingkan kondisi riilnya.


Penyedia dana juga dapat menyesuaikan harga penutupan aset luar negeri apabila pergerakan pasar setelahnya membuat harga tersebut kurang mewakili nilai saat ini. Penyesuaian fair value (nilai wajar) ini dapat mengurangi sebagian premium atau diskon yang terlihat.


Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah lama mengakui bahwa harga penutupan pasar luar negeri bisa jadi tidak lagi dapat diandalkan apabila peristiwa signifikan terjadi sebelum dana AS menghitung NAV-nya. Dalam situasi seperti itu, dana dapat menggunakan prosedur fair value dan tidak sepenuhnya mengandalkan harga penutupan lokal sebelumnya.


Estimasi fair value tidak dapat menghilangkan seluruh ketidakpastian. Premium atau diskon yang besar tetap bisa mencerminkan tekanan pasar yang nyata, likuiditas yang buruk, atau gangguan lain. Selisih harga saja tidak cukup untuk membuktikan bahwa ETF salah harga.


Mengapa Arbitrase Tidak Bisa Menutup Selisih Harga Secara Penuh

Proses penciptaan dan penebusan (creation and redemption) unit ETF biasanya membantu menjaga harga pasar tetap mendekati nilai portofolionya.

Jika ETF diperdagangkan di atas nilai asetnya, authorised participant dapat membeli keranjang aset yang mendasarinya, menukarnya dengan unit ETF baru yang diterbitkan, lalu menjual unit tersebut ke pasar. Proses serupa dapat berjalan secara terbalik ketika ETF diperdagangkan dengan diskon.


Proses ini menjadi lebih sulit ketika pasar aset yang mendasari sedang tutup. Authorised participant tidak selalu bisa membeli atau menjual seluruh efek luar negeri yang diperlukan pada waktu yang sama dengan transaksi ETF.


Pembuat pasar dapat melakukan lindung nilai atas sebagian eksposur tersebut menggunakan kontrak berjangka, ADR, ETF terkait, atau mata uang. Lindung nilai ini membantu, meskipun jarang benar-benar sepadan dengan keranjang aset yang mendasarinya.


Ketidakpastian ini dapat memperlebar spread bid-ask dan memungkinkan selisih sementara yang lebih besar antara harga pasar ETF dan NAV-nya. Arbitrase tetap berjalan, tetapi lebih sulit dieksekusi secara presisi selama sebagian portofolio tidak dapat diakses.


Inilah salah satu alasan mengapa premium atau diskon yang moderat pada ETF internasional selama jam pasar yang tidak tumpang tindih perlu dimaknai secara berbeda dari selisih serupa pada ETF domestik yang sangat likuid dan asetnya aktif diperdagangkan.


Bagaimana Investor Sebaiknya Membaca Selisih Harga Ini?

Premium atau diskon lebih mudah dimaknai setelah Anda mengetahui apakah pasar aset yang mendasarinya sedang buka atau tutup. Jika asetnya berhenti diperdagangkan beberapa jam sebelumnya, sebagian selisih itu bisa jadi berasal dari perbedaan waktu penetapan harga yang dibandingkan.


Saat premium atau diskon muncul, periksa hal-hal berikut:

  • Jam pasar: Apakah pasar aset yang mendasarinya sedang buka saat ini?

  • Transaksi terakhir: Sudah berapa lama aset tersebut berhenti diperdagangkan?

  • Informasi baru: Apakah ada berita ekonomi, perusahaan, atau pasar penting yang muncul sejak pasar lokal tutup?

  • Gangguan pasar: Apakah ada hari libur, penghentian perdagangan (trading halt), atau sesi yang volatilitasnya tidak biasa?

  • Spread bid-ask: Apakah spread ETF melebar secara signifikan?

  • Ketahanan selisih: Apakah selisih tersebut masih ada setelah pasar aset yang mendasarinya kembali dibuka?


Poin terakhir ini sangat berguna. Setelah bursa luar negeri kembali dibuka, efek-efeknya dapat merespons informasi yang dirilis selama pasar tersebut tutup. Jika ETF sudah mencerminkan sebagian besar perubahan itu, harga aset yang mendasarinya berpotensi bergerak mendekati nilai yang tersirat selama perdagangan ETF di AS.


ETF tidak boleh dianggap sebagai perkiraan yang pasti akurat untuk pembukaan pasar lokal berikutnya. Ekspektasi bisa berubah, dan pembuat pasar juga bisa salah memperkirakan fair value.


Selisih sesaat akibat perbedaan zona waktu yang normal berbeda dengan divergensi besar dan terus-menerus saat pasar sedang tertekan. Penghentian perdagangan, likuiditas yang terganggu, volatilitas ekstrem, atau gangguan pada proses penciptaan dan penebusan unit ETF layak mendapat perhatian lebih.


FAQ

Apakah ETF Bisa Diperdagangkan Saat Pasar Asetnya Tutup?

Ya. ETF mengikuti jam perdagangan bursa tempat ETF tersebut tercatat. Aset luar negerinya bisa diperdagangkan dengan jadwal yang berbeda, sehingga ETF tetap aktif selama beberapa jam setelah pasar lokalnya tutup.


Apakah Premium terhadap NAV Berarti ETF Terlalu Mahal?

Tidak selalu. Jika efek yang mendasarinya berhenti diperdagangkan lebih awal, ETF mungkin sudah mencerminkan informasi yang lebih baru. Premium yang terlihat itu sebagian bisa muncul karena membandingkan harga ETF saat ini dengan harga aset luar negerinya yang sudah lebih lama.


Mengapa Arbitrase Tidak Langsung Menghilangkan Selisih Harga?

Authorised participant bisa jadi tidak dapat memperdagangkan seluruh keranjang aset yang mendasarinya selama pasarnya tutup. Kontrak berjangka dan instrumen lindung nilai lain dapat mengurangi eksposur mereka, tetapi jarang benar-benar sepadan dengan keranjang aset tersebut, sehingga arbitrase menjadi kurang presisi.


Apa yang Terjadi Saat Pasar Aset yang Mendasari Kembali Dibuka?

Efek yang mendasarinya dapat merespons informasi yang dirilis selama ETF-nya tutup. Harga aset tersebut berpotensi bergerak mendekati nilai yang sudah tercermin dalam perdagangan ETF, sehingga mengurangi selisih yang sebagian besar disebabkan oleh perbedaan jam perdagangan.


Harga Acuan yang Menentukan Premium atau Diskon ETF

Premium atau diskon ETF paling berguna ketika harga pasar dan valuasi portofolionya mencerminkan informasi yang sebanding. Saat pasar asetnya tutup, ETF tetap bisa merespons informasi baru, sementara efek yang mendasarinya menunggu sesi perdagangan berikutnya. Selisih harga ini menjadi lebih masuk akal apabila investor mempertimbangkan kapan masing-masing harga terbentuk, bukan langsung menganggapnya sebagai bukti bahwa ETF salah harga.

Penafian: Materi ini disediakan hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (serta tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau bentuk nasihat lainnya yang dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Pendapat apa pun yang disampaikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, instrumen, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk individu tertentu.