Diterbitkan pada: 2026-04-03
Kejatuhan Archegos Capital Management pada Maret 2021 merupakan salah satu contoh modern yang paling jelas tentang bagaimana leverage, eksposur tersembunyi, dan dinamika broker dapat mendestabilisasi pasar keuangan. Perusahaan itu membangun posisi besar dan terfokus menggunakan instrumen derivatif, yang kemudian memicu likuidasi cepat yang memusnahkan lebih dari $10 billion dan menyebabkan kerugian miliaran lagi bagi bank-bank global.
Bagi para trader, peristiwa ini adalah studi kasus praktis tentang bagaimana pasar berperilaku saat berada di bawah tekanan, bagaimana likuiditas bisa menghilang, dan bagaimana tindakan broker dapat langsung memengaruhi pergerakan harga.

Posisi yang didorong oleh leverage dapat memicu penurunan pasar yang cepat dan saling memperkuat.
Likuidasi paksa dapat membanjiri likuiditas dan menyebabkan dislokasi harga yang tajam.
Prime brokers memainkan peran krusial dalam menentukan bagaimana krisis berkembang.
Eksposur tersembunyi dapat mendistorsi sinyal pasar dan meningkatkan risiko sistemik.
Memahami mekanisme pasar memberi trader keunggulan strategis saat volatilitas tinggi.
Berbeda dengan dana tradisional, Archegos, yang dipimpin oleh Bill hwang, sangat mengandalkan total return swaps, sebuah derivatif yang memungkinkannya mendapatkan eksposur ke saham tanpa memilikinya secara langsung. Ini memungkinkan perusahaan untuk:
Mengendalikan miliaran dalam ekuitas dengan modal terbatas.
Menghindari kewajiban pengungkapan publik yang menyamarkan ukuran sebenarnya dari posisi.
Menggunakan beberapa prime brokers secara bersamaan untuk menyebarkan eksposur ke berbagai institusi.
Kepemilikan utama termasuk ViacomCBS (sekarang Paramount Global), Discovery Inc., dan Baidu. Karena posisi terfragmentasi di berbagai bank, tidak ada satu lawan transaksi pun yang memiliki gambaran lengkap, sehingga tercipta leverage tersembunyi — titik buta sistemik di pasar.
Kejatuhan Archegos paling baik dipahami melalui kaskade likuidasi, siklus yang saling memperkuat di mana penurunan harga memicu penjualan paksa, yang selanjutnya mendorong harga menjadi lebih rendah.
Penurunan Harga Awal: Sebuah saham mulai jatuh karena peristiwa seperti penerbitan saham atau realisasi keuntungan.
Leverage Memperbesar Kerugian: Bahkan penurunan yang moderat dapat berubah menjadi kerugian persentase besar ketika posisi sangat berleverage.
Margin Calls Terpicu: Prime brokers menuntut tambahan jaminan untuk mempertahankan eksposur.
Kegagalan Menyediakan Jaminan: Broker campur tangan untuk melindungi diri mereka sendiri.
Likuidasi Paksa: Broker menjual posisi dengan cepat, tanpa memedulikan harga.
Likuiditas Kewalahan: Pasar tidak mampu menyerap volume, menyebabkan celah harga yang tajam.
Kaskade Meningkat: Margin call lebih lanjut dan penjualan lintas-asset memperkuat siklus.
Mekanisme ini menjelaskan mengapa saham seperti ViacomCBS dan Discovery mengalami penurunan 20–30% dalam hitungan hari, meskipun kondisi fundamental tidak berubah.
Kondisi yang memungkinkan Archegos runtuh tetap relevan:
Leverage dan derivatif: Pasar modern masih banyak menggunakan swap, opsi, dan produk terstruktur.
Eksposur tersembunyi: Posisi sering terfragmentasi di berbagai broker dan tidak terlihat sepenuhnya.
Likuiditas bersyarat: Kedalaman pasar bisa hilang saat terjadi tekanan, bahkan pada saham berkapitalisasi besar.
Pasar yang lebih cepat: Perdagangan algoritmik mempercepat rangkaian likuidasi, memperpendek rentang waktu krisis.
Dampak Ritel & Profesional: Bahkan trader kecil dapat terpengaruh oleh volatilitas yang disebabkan oleh deleveraging institusional.
Wawasan Utama: Pasar tidak selalu didorong oleh faktor fundamental. Terkadang, pasar didorong oleh siapa yang dipaksa membeli atau menjual, dan seberapa cepat.
Archegos menggunakan beberapa prime broker, termasuk Goldman Sachs, Morgan Stanley, Credit Suisse, dan Nomura. Bank-bank ini bertindak sebagai lawan transaksi, menyediakan leverage dan mengeksekusi perdagangan.
Goldman Sachs & Morgan Stanley: Menjual posisi lebih awal, membatasi kerugian.
Credit Suisse & Nomura: Menunda penjualan dan menderita kerugian besar (~$5.5B untuk Credit Suisse).
Broker bertindak untuk melindungi diri mereka sendiri, bukan klien.
Margin call dan kecepatan likuidasi dapat menciptakan fluktuasi harga yang tiba-tiba dan besar.
Memahami perilaku lawan transaksi sangat penting untuk mengantisipasi volatilitas pasar.
Kasus Archegos memberikan beberapa wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi trader yang beroperasi di pasar modern.
Trader harus memantau untuk:
Penurunan harga besar secara tiba-tiba tanpa berita yang jelas
Lonjakan volume perdagangan yang tidak biasa
Penurunan yang berkorelasi di saham-saham terkait
Pola-pola ini sering menunjukkan deleveraging institusional atau pelepasan posisi margin.
Likuiditas tidak konstan. Selama tekanan:
Selisih bid-ask melebar
Kedalaman pasar menghilang
Harga dapat mengalami gap yang signifikan
Bahkan saham berkapitalisasi besar dapat berperilaku seperti aset tidak likuid saat mendapat tekanan.
Leverage memperbesar baik keuntungan maupun kerugian. Runtuhnya Archegos menunjukkan bahwa:
Kerugian dapat meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan
Margin call dapat memaksa keluar pada harga yang tidak menguntungkan
Penentuan ukuran posisi yang disiplin sangat penting untuk bertahan.
Ketika banyak institusi memegang posisi serupa:
Aksi keluar menjadi sepihak
Penurunan harga mempercepat
Memantau posisi pasar dan sentimen dapat membantu trader menghindari skenario ini
Keruntuhan disebabkan oleh turunnya harga saham, leverage berlebihan, dan margin call, yang memaksa Archegos dan lawan transaksinya melakukan likuidasi cepat, menghasilkan kerugian miliaran dolar.
Prime broker yang terlibat termasuk Credit Suisse, Nomura, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan MUFG. Credit Suisse menderita kerugian terbesar, sekitar $5.5 billion, yang menyoroti risiko yang ditimbulkan oleh eksposur yang terkonsentrasi dan posisi berleverage.
Total return swap adalah derivatif yang memberikan eksposur terhadap imbal hasil saham tanpa kepemilikan langsung. Instrumen ini memungkinkan penggunaan leverage namun juga memperbesar kerugian, sehingga menjadi alat berisiko tinggi dalam portofolio yang terkonsentrasi.
Trader dapat memperhatikan lonjakan volume perdagangan yang tidak biasa, penurunan harga mendadak, dan penurunan terkorelasi di antara aset terkait, sebagai tanda awal kemungkinan likuidasi paksa atau posisi dengan leverage yang terkonsentrasi.
Ya. Leverage tinggi, instrumen derivatif, dan posisi yang terkonsentrasi masih umum di pasar, sehingga kaskade likuidasi yang cepat tetap mungkin terjadi selama periode tekanan pasar atau pergerakan harga yang tajam.
Kejatuhan Archegos menunjukkan bagaimana leverage, eksposur tersembunyi, dan dinamika pihak lawan transaksi dapat mendorong hasil pasar yang ekstrem. Trader harus memahami kaskade likuidasi, perilaku broker, dan kondisi likuiditas untuk lebih baik mengantisipasi volatilitas dan mengelola risiko secara efektif.
Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat dijadikan dasar untuk diandalkan. Tidak ada opini yang diberikan dalam materi ini yang merupakan rekomendasi oleh EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu mana pun.