2025-08-29
Hanya sedikit kisah dalam sejarah keuangan yang mampu memikat imajinasi sekaligus memberikan pelajaran seperti Way of the Turtle karya Curtis Faith. Buku ini lebih dari sekadar panduan trading — buku ini merupakan perjalanan menuju eksperimen legendaris, studi tentang disiplin dan psikologi, serta panduan praktis bagi siapa pun yang serius mempelajari pasar. Faith memadukan drama trading berisiko tinggi dengan pelajaran yang mendalam, menjadikan buku ini edukatif sekaligus memikat.
Pada awal 1980-an, legenda komoditas Richard Dennis dan rekannya William Eckhardt meluncurkan sebuah eksperimen yang berani: mereka merekrut sekelompok pemula, melatih mereka untuk berdagang, dan melihat apakah orang biasa bisa menjadi pedagang yang luar biasa. Beberapa orang terpilih ini kemudian dikenal sebagai Turtle Traders.
Curtis Faith, yang baru berusia 19 tahun, termasuk di antara mereka. Ia tidak memiliki pelatihan formal, tidak memiliki koneksi di Wall Street — hanya rasa ingin tahu, kecerdasan, dan kemauan untuk belajar. Dennis memberi Turtles aturan yang ketat, dukungan finansial, dan pesan yang jelas: ikuti sistem, atau gagal.
Way of the Turtle menghidupkan kisah ini. Faith merasakan ketegangan awal, belajar pasar hingga larut malam, dan tekanan mengelola modal besar untuk pertama kalinya. Ia bercerita bahwa terkadang ia merasa kewalahan — namun juga gembira ketika perdagangan pertamanya yang sukses membuktikan bahwa bahkan seorang pemula pun bisa mendapatkan keuntungan besar jika mereka mengikuti aturan.
Inti dari Way of the Turtle adalah metodologi terstruktur yang mengikuti tren. Sistem ini dirancang untuk menangkap pergerakan pasar yang berkelanjutan, alih-alih memprediksinya.
Aturan Masuk: Transaksi dimulai ketika pasar menembus level tertinggi atau terendah yang ditentukan — seringkali breakout 20 hari atau 55 hari. Faith menjelaskan bagaimana mengikuti sinyal-sinyal ini membutuhkan kesabaran; banyak transaksi yang awalnya tampak tidak menjanjikan, tetapi seringkali berkembang menjadi keuntungan besar.
Ukuran Posisi: Sistem menghitung jumlah modal yang dipertaruhkan per perdagangan berdasarkan volatilitas pasar, menggunakan metrik yang disebut N (rata-rata rentang sebenarnya). Pendekatan ini mencegah kerugian besar sekaligus memungkinkan posisi yang menguntungkan untuk berkembang.
Posisi Piramida: Kura-kura akan menambah keuntungan secara bertahap, meningkatkan keuntungan selama tren sambil mengendalikan risiko. Penjelasan rinci Faith dalam buku Way of the Turtle menunjukkan bagaimana penyesuaian kecil sekalipun dapat berdampak besar pada imbal hasil.
Disiplin Stop-Loss: Keluar dari perdagangan yang merugi dengan cepat sangatlah penting. Faith menekankan bahwa penerapan stop loss yang konsisten, bahkan ketika merugikan, dapat menjaga modal dan memungkinkan pasar bertahan lama.
Kehebatan sistem Turtle terletak pada kesederhanaannya: aturan yang jelas, eksekusi yang sistematis, dan manajemen risiko. Namun, seperti yang ditekankan Faith, kesederhanaan di atas kertas tidak sama dengan kemudahan dalam praktik.
Aturan teknis hanyalah separuh dari perjuangan. Seperti yang dijelaskan Faith dalam Way of the Turtle, tantangan sesungguhnya bersifat psikologis. Para trader menghadapi periode penurunan harga, pembalikan pasar yang tiba-tiba, dan ketakutan terus-menerus bahwa satu kesalahan saja dapat menghapus keuntungan.
Disiplin Emosional: Faith menceritakan momen-momen ketika sebuah posisi turun di bawah harga masuknya. Nalurinya berteriak untuk keluar, tetapi aturan menuntut kesabaran. Mengikuti sistem pada saat-saat seperti itu memisahkan pemenang dari pecundang.
Melawan Impuls: Banyak Kura-Kura gagal bukan karena sistemnya cacat, tetapi karena mereka mengabaikannya, menyerah pada rasa takut atau keserakahan. Keyakinan menunjukkan bagaimana mengendalikan impuls dan merangkul ketidakpastian merupakan kunci kinerja yang konsisten.
Perspektif Jangka Panjang: Faith menekankan bahwa sistem ini bersifat probabilistik. Tidak semua perdagangan menang, tetapi seiring waktu, eksekusi yang disiplin menghasilkan hasil yang dapat diprediksi. Pola pikir ini—menerima kerugian sebagai bagian dari proses—merupakan landasan Way of the Turtle.
Dengan menjalin pengalaman pribadinya, Faith membuat pembaca memahami ketangguhan mental yang dibutuhkan untuk sukses dalam perdagangan, membuat buku ini terasa hidup dan bukan sekadar akademis.
Meskipun aturan Turtle yang asli kaku, Faith segera menyadari bahwa pasar itu dinamis dan terus berkembang. Dalam Way of the Turtle, ia menjelaskan bagaimana ia memperkenalkan penyempurnaan:
Menyaring Breakout Palsu: Tidak semua breakout mengarah pada tren. Faith menambahkan filter untuk menghindari pergerakan harga kecil yang menyesatkan yang dapat memicu kerugian dalam perdagangan.
Menyesuaikan Volatilitas: Dia memodifikasi ukuran posisi dan jarak berhenti di pasar yang sangat fluktuatif untuk melindungi modal tanpa melewatkan tren utama.
Penerapan Fleksibel: Faith menekankan bahwa meskipun aturan membentuk tulang punggungnya, fleksibilitas dalam pelaksanaan — dipandu oleh pengalaman dan pengamatan — dapat meningkatkan profitabilitas.
Adaptasi ini menggambarkan pelajaran utama dari Way of the Turtle: kepatuhan yang ketat terhadap aturan sangatlah penting, tetapi memahami logika di balik aturan tersebut memungkinkan seorang pedagang untuk bertahan dan berkembang di pasar yang tidak dapat diprediksi.
Meskipun eksperimen Turtle berfokus pada komoditas dan futures, prinsip-prinsip yang diajarkan Faith bersifat universal. Way of the Turtle menunjukkan bagaimana diversifikasi di berbagai pasar, manajemen risiko yang disiplin, dan pelacakan tren yang sistematis dapat diterapkan pada pasar saham, valas, dan mata uang kripto modern.
Iman juga menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperkuat sistem. Perdagangan algoritmik dan pengujian ulang memungkinkan para pedagang untuk menerapkan prinsip-prinsip Turtle dengan presisi yang lebih tinggi, tetapi fondasi psikologis dan manajemen risikonya tetap sama. Relevansi Way of the Turtle yang abadi terletak pada kombinasi metodologi yang jelas dan wawasan manusia — aturan memang penting, tetapi pola pikir untuk mengikutinya juga penting.
Pada akhirnya, Way of the Turtle lebih dari sekadar catatan sejarah. Buku ini merupakan peta jalan menuju kesuksesan di tengah ketidakpastian. Faith menunjukkan bahwa dengan eksekusi yang disiplin, manajemen risiko yang cermat, dan ketahanan emosional, individu biasa dapat mencapai hasil yang luar biasa.
Buku ini membangkitkan rasa ingin tahu dan mengajarkan keterampilan praktis: cara mengidentifikasi tren, mengukur posisi, mengelola risiko, dan yang terpenting, menguasai psikologi perdagangan. Puluhan tahun setelah eksperimen Turtle yang pertama, pelajaran dari Curtis Faith tetap kuat dan dapat ditindaklanjuti.
Bagi siapa pun yang berusaha menavigasi ketidakpastian pasar keuangan, Way of the Turtle bukan sekadar panduan — ini adalah cetak biru untuk berpikir seperti pedagang, bertindak dengan disiplin, dan berkembang ketika orang lain gagal.
Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan (dan tidak boleh dianggap sebagai) nasihat keuangan, investasi, atau nasihat lain yang dapat diandalkan. Pendapat yang diberikan dalam materi ini tidak merupakan rekomendasi dari EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu cocok untuk orang tertentu.