Diterbitkan pada: 2026-05-22
Rekening berjalan adalah bagian utama dari neraca pembayaran suatu negara. Ia mencatat transaksi antara residen suatu perekonomian dan negara lain yang melibatkan barang, jasa, pendapatan primer, dan pendapatan sekunder.
Sederhananya, rekening berjalan menunjukkan apakah suatu negara memperoleh lebih banyak dari perdagangan dan pendapatan luar negeri dibandingkan yang dibayarkan kepada negara lain.
Rekening berjalan mencakup:
Perdagangan barang
Perdagangan jasa
Pendapatan primer, seperti pendapatan investasi dan upah yang diperoleh lintas batas
Pendapatan sekunder, seperti remitansi, bantuan luar negeri, dan pensiun
Ketika pembayaran masuk melebihi pembayaran keluar, negara mencatat surplus rekening berjalan. Ketika pembayaran keluar melebihi pembayaran masuk, negara mencatat defisit rekening berjalan.
Ekonom, pemerintah, investor, dan pedagang valas memantau rekening berjalan karena membantu menunjukkan bagaimana suatu ekonomi berinteraksi dengan pasar global.
Negara-negara saling menukar barang, jasa, pendapatan, dan transfer.
Ekspor membawa uang ke dalam negeri, sedangkan impor mengirim uang keluar. Pendapatan yang diperoleh dari aset luar negeri dapat meningkatkan saldo rekening berjalan, sementara pembayaran kepada investor asing dapat menguranginya.
Rekening berjalan biasanya dibagi menjadi empat komponen utama:
Perdagangan barang
Perdagangan jasa
Pendapatan primer
Pendapatan sekunder
Misalnya:
Mengekspor mobil meningkatkan saldo rekening berjalan.
Mengimpor minyak mengurangi saldo rekening berjalan.
Menerima dividen dari investasi luar negeri meningkatkan pendapatan primer.
Mengirim remitansi ke luar negeri mengurangi pendapatan sekunder.
Surplus rekening berjalan dapat mengindikasikan bahwa suatu negara memperoleh lebih banyak dari dunia luar dibandingkan yang dibelanjakan di luar negeri. Defisit rekening berjalan dapat mengindikasikan bahwa suatu negara membelanjakan lebih banyak di luar negeri daripada yang diperoleh dari sumber luar negeri.
Misalkan Negara A mencatat angka tahunan berikut:
Ekspor barang: USD500 miliar
Impor barang: USD550 miliar
Surplus jasa: USD40 miliar
Pendapatan primer neto: USD15 miliar
Aliran keluar pendapatan sekunder neto: USD10 miliar
Saldo rekening berjalan:
USD500 miliar − USD550 miliar + USD40 miliar + USD15 miliar − USD10 miliar
= −USD5 miliar
Dengan demikian, Negara A mencatat defisit rekening berjalan sebesar USD5 miliar. Meskipun neraca perdagangan barangnya negatif, surplus jasa dan pendapatan primer membantu mengurangi defisit keseluruhan.
Rekening berjalan adalah indikator penting posisi eksternal suatu negara, kinerja perdagangannya, dan keterkaitan ekonominya dengan negara-negara lain di dunia.
Surplus rekening berjalan dapat mendukung permintaan terhadap mata uang suatu negara karena pembeli asing mungkin membutuhkan mata uang tersebut untuk membeli ekspor atau aset lokal. Namun, surplus tidak menjamin mata uang menjadi lebih kuat. Nilai tukar juga dipengaruhi oleh suku bunga, inflasi, arus modal, kebijakan bank sentral, dan sentimen pasar.
Neraca berjalan yang stabil dapat mendukung kepercayaan investor dengan memberi sinyal arus perdagangan yang stabil dan kebutuhan pembiayaan eksternal yang dapat dikelola.
Defisit rekening berjalan yang berlangsung terus-menerus dapat menunjukkan bahwa suatu negara sangat bergantung pada barang impor, pembayaran pendapatan dari luar negeri, atau pembiayaan eksternal. Hal ini tidak selalu negatif, tetapi dapat menjadi perhatian jika defisit besar, berlangsung lama, atau dibiayai oleh arus modal yang tidak stabil.
Pelaku pasar valuta asing memantau data rekening berjalan karena data tersebut dapat memengaruhi permintaan mata uang, ekspektasi inflasi, ekspektasi suku bunga, dan pandangan yang lebih luas tentang stabilitas ekonomi.
Surplus rekening berjalan berarti suatu negara memperoleh lebih banyak dari luar negeri daripada yang dibelanjakannya secara internasional. Defisit rekening berjalan berarti suatu negara membelanjakan lebih banyak di luar negeri daripada yang diperolehnya dari perdagangan, pendapatan, dan transfer luar negeri.
Surplus sering dikaitkan dengan perekonomian yang didorong oleh ekspor, pendapatan luar negeri yang tinggi, atau tabungan nasional yang besar. Defisit umum terjadi pada perekonomian dengan permintaan domestik yang kuat, impor yang tinggi, atau pembayaran pendapatan kepada luar negeri yang signifikan.
Rekening berjalan dan neraca perdagangan saling terkait, tetapi tidak sama. Neraca perdagangan mengukur selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa. Rekening berjalan lebih luas, karena mencakup pendapatan primer dan pendapatan sekunder.
Ini berarti sebuah negara bisa memiliki defisit neraca perdagangan tetapi tetap memiliki defisit rekening berjalan yang lebih kecil jika negara tersebut memperoleh pendapatan tinggi dari investasi atau jasa di luar negeri.
Satu kesalahan umum adalah membingungkan rekening berjalan dengan rekening giro bank. Dalam ekonomi, istilah ini merujuk pada bagian dari neraca pembayaran suatu negara, bukan produk perbankan untuk perorangan atau perusahaan.
Kesalahan lain adalah menganggap defisit rekening berjalan selalu berbahaya. Beberapa negara menjalankan defisit sambil menarik investasi asing yang stabil dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Kesalahan ketiga adalah menganggap rekening berjalan setara dengan neraca perdagangan. Neraca perdagangan hanya merupakan salah satu bagian dari rekening berjalan.
Neraca Pembayaran: Catatan transaksi ekonomi antara penduduk suatu ekonomi dan seluruh dunia.
Neraca Perdagangan: Selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa.
Defisit Perdagangan: Situasi di mana impor melebihi ekspor.
Depresiasi Mata Uang: Penurunan nilai suatu mata uang relatif terhadap mata uang lain.
Cadangan Devisa: Aset mata uang asing yang dimiliki bank sentral untuk mendukung stabilitas moneter dan keuangan.
Kurs: Nilai suatu mata uang dibandingkan dengan mata uang lain di pasar valuta asing.
Pendapatan Primer: Pendapatan lintas batas dari tenaga kerja, investasi, bunga, dividen, dan laba.
Pendapatan Sekunder: Transfer lintas batas yang dilakukan tanpa pertukaran langsung, seperti remitansi dan bantuan.
Rekening berjalan mencatat perdagangan suatu negara dalam barang dan jasa, pendapatan primer, dan pendapatan sekunder dengan seluruh dunia selama periode tertentu.
Defisit rekening berjalan biasanya terjadi ketika impor dan pendapatan atau transfer keluar melebihi ekspor dan pendapatan atau transfer masuk.
Rekening berjalan penting dalam perdagangan forex karena dapat memengaruhi permintaan mata uang, kepercayaan pasar, ekspektasi inflasi, dan pandangan terhadap kebijakan moneter di masa depan.
Neraca perdagangan mengukur selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa. Rekening berjalan juga mencakup pendapatan primer dan sekunder, sehingga memberikan gambaran yang lebih luas tentang transaksi eksternal suatu negara.
Tidak. Defisit rekening berjalan tidak selalu buruk. Itu dapat berkelanjutan jika didukung oleh investasi yang stabil, pertumbuhan kuat, dan penggunaan pembiayaan eksternal yang produktif. Itu dapat menjadi risiko jika besar, persisten, atau bergantung pada arus modal jangka pendek.
Rekening berjalan adalah ukuran kunci hubungan ekonomi suatu negara dengan ekonomi global. Ini melacak aliran perdagangan, pendapatan primer, dan pendapatan sekunder untuk menunjukkan apakah uang mengalir masuk atau keluar dari suatu negara melalui transaksi internasional rutin.
Bagi pedagang dan investor, rekening berjalan membantu menjelaskan permintaan mata uang, stabilitas eksternal, dan tren ekonomi jangka panjang. Surplus atau defisit tidak boleh dinilai secara terpisah, tetapi tetap merupakan sinyal penting dalam analisis forex dan makroekonomi.