Diterbitkan pada: 2026-01-14
Dalam investasi dan manajemen risiko, drawdown adalah konsep penting yang mengukur seberapa banyak sebuah investasi atau portofolio telah menurun dari puncak historisnya. Baik Anda seorang trader berpengalaman atau investor pemula, memahami drawdown membantu Anda menilai risiko, menetapkan ekspektasi, dan membangun ketahanan dalam strategi Anda.
Secara sederhana, drawdown menunjukkan kerugian maksimal yang dialami investasi dalam periode tertentu sebelum pulih ke level tertinggi yang baru. Ini memberi tahu Anda tidak hanya bahwa kerugian terjadi, tetapi seberapa dalam kerugian tersebut.

Drawdown biasanya diekspresikan sebagai persentase dan mencerminkan penurunan dari nilai puncak ke titik terendah berikutnya dalam periode tertentu.
Formula:
Cara yang lebih sederhana dan jelas untuk menyajikan formula adalah:
Drawdown (%) = (Trough Value ÷ Peak Value − 1) × 100
Atau, dalam kata-kata sederhana:
Drawdown (%) = Penurunan persentase dari puncak ke titik terendah.
Drawdown negatif mewakili penurunan, tetapi untuk kemudahan, drawdown sering ditampilkan sebagai persentase positif yang menunjukkan besarnya kerugian.
2. Mengapa Drawdown Itu Penting?
Memahami drawdown membantu investor dalam beberapa hal:
Penilaian Risiko: Menunjukkan seberapa banyak modal yang bisa berisiko dalam kondisi yang tidak menguntungkan.
Evaluasi Kinerja: Dua dana mungkin memiliki hasil yang serupa, tetapi yang memiliki drawdown lebih kecil kemungkinan memiliki kinerja yang lebih stabil.
Psikologi Investor: Drawdown besar dapat memicu penjualan emosional, yang merugikan hasil jangka panjang.
Meskipun kinerja masa lalu tidak memprediksi hasil di masa depan, riwayat drawdown memberikan wawasan tentang seberapa volatil sebuah investasi bisa.
Ada beberapa cara investor mengategorikan drawdown:
a. Peak-to-Trough Drawdown
Ini adalah ukuran yang paling umum; melacak penurunan dari nilai tertinggi ke nilai terendah sebelum pemulihan.
b. Maximum Drawdown (Max DD)
Drawdown terbesar yang diamati sepanjang hidup sebuah investasi atau strategi. Ini banyak digunakan dalam pelaporan kinerja.
c. Absolute vs Relative Drawdown
Absolute Drawdown mengukur penurunan dari nilai investasi awal.
Relative Drawdown mengukur penurunan dari nilai tertinggi yang tercapai.
d. Drawdown Duration
Mengukur lama waktu yang dibutuhkan dari puncak ke pemulihan. Drawdown yang pendek mungkin pulih dengan cepat, sementara yang lama bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Misalkan Anda berinvestasi di sebuah dana:
Langkah 1 — Peak to Trough:
Puncak: $120.000 (1 Mar)
Trough: $90.000 (1 Jun)
Drawdown = (90,000 ÷ 120,000 − 1) × 100 = −25%
Ini berarti portofolio mengalami drawdown sebesar 25% sebelum pulih.
5. Drawdown vs. Ukuran Risiko Lainnya
Membandingkan drawdown dengan ukuran risiko lainnya bisa sangat membantu:
| Ukuran Risiko | Apa yang Ditunjukkan |
|---|---|
| Drawdown | Persentase kerugian dari puncak ke titik terendah |
| Volatilitas (Std Dev) | Seberapa besar fluktuasi hasil |
| Value at Risk (VaR) | Perkiraan kerugian dalam jangka waktu tertentu dengan tingkat kepercayaan tertentu |
| Beta | Sensitivitas terhadap pergerakan pasar |
Berbeda dengan volatilitas, yang mengukur penyebaran hasil, drawdown mencerminkan kerugian yang sebenarnya dialami, yang mungkin lebih intuitif bagi banyak investor.
Grafik drawdown yang khas menunjukkan nilai portofolio dan periode penurunan:

Pada grafik ini, penurunan antara tanggal 13 Januari dan 16 Januari menunjukkan periode drawdown.
| Periode | Tanggal Puncak | Tanggal Trough | Tanggal Pemulihan | Persentase Drawdown | Durasi (Bulan) |
|---|---|---|---|---|---|
| Siklus 2023 | Jan 2023 | Apr 2023 | Agustus 2023 | 18% | 7 |
| Siklus 2024 | Feb 2024 | Mei 2024 | Nov 2024 | 22% | 9 |
6. Pola Drawdown Tipikal Berdasarkan Kelas Aset
Berbagai investasi menunjukkan perilaku drawdown yang berbeda:
| Kelas Aset | Kisaran Drawdown Tipikal | Catatan |
|---|---|---|
| Cash / Pasar Uang | ~0–2% | Risiko sangat rendah |
| Obligasi Pemerintah | ~1–10% | Stabil, drawdown rendah |
| Saham (Equities) | ~10–50% | Bisa sangat volatil |
| Aset Kripto | ~30–90% | Risiko tinggi/imbal hasil tinggi |
| Hedge Funds | ~5–30% | Bervariasi tergantung strategi |
Angka-angka ini bersifat umum — drawdown aktual bisa berbeda tergantung kondisi pasar.
7. Cara Mengelola Drawdown
Mengelola drawdown adalah elemen dasar dari manajemen risiko:
Diversifikasi
Menyebarkan modal ke berbagai aset yang tidak berkorelasi dapat meratakan drawdown.
Stop-Loss Orders
Pemicu keluar otomatis dapat membatasi kerugian, meskipun bisa meningkatkan biaya perdagangan.
Ukuran Posisi
Membatasi eksposur terhadap satu aset mengurangi dampak drawdown individu.
Kontrol Risiko
Menggunakan anggaran risiko dan memantau metrik untuk mencegah eksposur drawdown yang berlebihan.
Rebalancing Sistematis
Menyesuaikan portofolio secara berkala untuk mengunci keuntungan dan mengelola risiko.
Salah satu aspek drawdown yang sering diabaikan adalah dampaknya yang asimetris pada pengembalian. Kerugian memerlukan keuntungan yang jauh lebih besar untuk pulih, yang langsung mempengaruhi penggabungan jangka panjang.
Misalnya:
| Drawdown (%) | Keuntungan yang Dibutuhkan untuk Kembali ke Titik Impas |
|---|---|
| 10% | 11,1% |
| 20% | 25% |
| 30% | 42,9% |
| 40% | 66,7% |
| 50% | 100% |
Portofolio yang mengalami drawdown 50% harus menggandakan nilai investasi untuk kembali ke titik semula. Realitas matematika ini menjelaskan mengapa mengendalikan drawdown sering lebih penting daripada mengejar hasil yang tinggi.
Dari perspektif penggabungan, drawdown yang lebih kecil memungkinkan modal tetap produktif, memungkinkan pertumbuhan yang stabil seiring waktu daripada siklus pemulihan yang berulang.
Drawdown is interpreted differently depending on the strategy horizon:
Drawdown diinterpretasikan berbeda tergantung pada horizon strategi:
Trader mengharapkan drawdown yang sering tetapi terkontrol.
Penekanan diberikan pada batasan drawdown maksimum.
Strategi dapat dihentikan setelah mencapai batas drawdown yang telah ditentukan.
Dalam sistem perdagangan, drawdown sering menentukan alokasi modal dan apakah sebuah strategi tetap layak.
Drawdown biasanya lebih jarang tetapi lebih dalam.
Investor jangka panjang fokus pada waktu pemulihan drawdown.
Siklus pasar dan kondisi makroekonomi berperan lebih besar.
Untuk investor jangka panjang, drawdown sering diterima sebagai bagian dari partisipasi pasar, selama fundamental yang mendasari tetap utuh.
Drawdown bukan hanya peristiwa finansial — ia juga merupakan ujian psikologis.
Beberapa respons perilaku yang umum selama drawdown meliputi:
Aversi terhadap Kerugian: Investor merasa kerugian lebih intens daripada keuntungan.
Penjualan Panik: Menjual posisi saat pasar berada di titik terendah.
Bias Recency: Menganggap kerugian terkini akan terus berlanjut.
Overtrading: Berusaha "mendapatkan kembali" kerugian dengan cepat.
Perilaku ini dapat memperburuk dampak drawdown dan mengubah penurunan sementara menjadi kerugian modal yang permanen.
Investor yang sukses sering merencanakan respons mereka terhadap drawdown, termasuk:
Batasan kerugian yang dapat diterima.
Horizon waktu untuk pemulihan.
Aturan untuk rebalancing atau tetap berinvestasi.
Dalam keuangan profesional, drawdown banyak digunakan oleh:
Manajer dana untuk melaporkan kinerja yang disesuaikan dengan risiko.
Investor institusional untuk mengevaluasi mandat.
Komite risiko untuk menegakkan aturan perlindungan modal.
Banyak mandat investasi mencakup:
Batas drawdown maksimum yang dapat diterima.
Pemicu pengurangan risiko otomatis.
Mekanisme perlindungan modal setelah drawdown melebihi batas tertentu.
Ini menegaskan peran drawdown tidak hanya sebagai metrik analitis, tetapi juga sebagai alat pengendalian dan tata kelola.
Dua investasi bisa memiliki drawdown maksimum yang sama, tetapi pengalaman investor bisa sangat berbeda.
Contoh:
Investasi A: Drawdown 25%, pemulihan dalam 4 bulan
Investasi B: Drawdown 25%, pemulihan dalam 3 tahun
Meskipun drawdown numerik kedua investasi tersebut sama, Investasi A jauh lebih mudah dikelola secara psikologis dan finansial.
Ini mengapa investor yang lebih berpengalaman mengevaluasi:
Maximum drawdown
Average drawdown
Durasi drawdown
Waktu untuk pemulihan
Kombinasi metrik-metrik ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang risiko penurunan.
Alih-alih hanya melihat drawdown sebagai hasil negatif, investor berpengalaman menggunakan drawdown secara proaktif:
Untuk membandingkan strategi dengan hasil yang serupa.
Untuk menentukan ukuran posisi yang tepat.
Untuk menyesuaikan investasi dengan toleransi risiko pribadi.
Untuk menggunakan uji stres pada portofolio di bawah kondisi yang merugikan.
Dengan demikian, drawdown menjadi kompas strategis, yang memandu keputusan investasi yang lebih cerdas dan lebih tahan banting.

Drawdown 20% tidak hanya mewakili kerugian modal — itu menguji disiplin. Banyak investor yang menjual di titik terendah, yang mengunci kerugian. Sistem yang mencakup rencana pemulihan yang sudah ditentukan sebelumnya cenderung mengungguli keputusan yang didorong oleh emosi.
Wawasan Ahli #1:
Maximum drawdown harus selalu dievaluasi bersama dengan return. Sebuah strategi dengan return 15% tetapi maximum drawdown 50% mungkin kurang menarik dibandingkan strategi dengan return 12% dan maximum drawdown 20%.
Wawasan Ahli #2:
Durasi drawdown itu penting. Penurunan 20% yang pulih dalam 3 bulan secara psikologis lebih mudah dikelola daripada penurunan yang sama dalam 3 tahun.
1. Apa perbedaan antara drawdown dan kerugian?
Kerugian bisa terjadi dalam periode waktu apapun, sementara drawdown secara spesifik mengukur penurunan dari nilai puncak sebelumnya ke titik terendah sebelum pemulihan.
2. Apakah drawdown merupakan ukuran risiko yang baik?
Ya, karena drawdown mencerminkan kerugian nyata yang dialami, bukan hanya volatilitas teoritis.
3. Apakah drawdown bisa dihilangkan sepenuhnya?
Tidak. Semua aset berisiko mengalami drawdown, tetapi Anda bisa mengelolanya melalui diversifikasi dan kontrol risiko.
4. Apa itu maximum drawdown?
Maximum drawdown adalah drawdown terbesar yang tercatat sepanjang hidup suatu strategi investasi.
5. Bagaimana drawdown memengaruhi pengembalian jangka panjang?
Drawdown yang besar dapat merugikan pengembalian yang terkompoun, karena modal Anda harus pulih dulu sebelum bisa tumbuh lagi.
6. Apakah drawdown sama di semua pasar?
Tidak. Bear markets, lonjakan volatilitas, dan aset yang tidak likuid dapat menghasilkan drawdown yang lebih dalam dan lebih lama.
Drawdown lebih dari sekadar statistik; ini adalah lensa yang digunakan investor untuk mengukur risiko, ketahanan, dan kekuatan strategi. Meskipun pengembalian menarik perhatian, memahami drawdown membantu Anda menoleransi gejolak pasar, membuat keputusan alokasi yang lebih cerdas, dan melindungi portofolio dari tekanan psikologis dan finansial.
Apakah Anda sedang membangun kekayaan jangka panjang atau mengelola perdagangan jangka pendek, menguasai drawdown memberikan Anda kerangka kerja yang kuat untuk investasi yang lebih sadar risiko.
Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) saran keuangan, investasi, atau saran lainnya yang harus dijadikan dasar. Tidak ada pendapat yang diberikan dalam materi ini yang merupakan rekomendasi oleh EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk orang tertentu.