Apa Itu Drawdown?
简体中文 繁體中文 English 한국어 日本語 Español ภาษาไทย Tiếng Việt Português Монгол العربية हिन्दी Русский ئۇيغۇر تىلى

Apa Itu Drawdown?

Penulis: Deanne Sobrino

Diterbitkan pada: 2026-01-14

Definisi Drawdown

Dalam investasi dan manajemen risiko, drawdown adalah konsep penting yang mengukur seberapa banyak sebuah investasi atau portofolio telah menurun dari puncak historisnya. Baik Anda seorang trader berpengalaman atau investor pemula, memahami drawdown membantu Anda menilai risiko, menetapkan ekspektasi, dan membangun ketahanan dalam strategi Anda.


Secara sederhana, drawdown menunjukkan kerugian maksimal yang dialami investasi dalam periode tertentu sebelum pulih ke level tertinggi yang baru. Ini memberi tahu Anda tidak hanya bahwa kerugian terjadi, tetapi seberapa dalam kerugian tersebut.

ChatGPT Image Jan 14, 2026, 11_52_39 AM.png

1. Drawdown: Dasar-Dasar

Drawdown biasanya diekspresikan sebagai persentase dan mencerminkan penurunan dari nilai puncak ke titik terendah berikutnya dalam periode tertentu.


Formula:

Cara yang lebih sederhana dan jelas untuk menyajikan formula adalah:

Drawdown (%) = (Trough Value ÷ Peak Value − 1) × 100

Atau, dalam kata-kata sederhana:

Drawdown (%) = Penurunan persentase dari puncak ke titik terendah.

Drawdown negatif mewakili penurunan, tetapi untuk kemudahan, drawdown sering ditampilkan sebagai persentase positif yang menunjukkan besarnya kerugian.


2. Mengapa Drawdown Itu Penting?

Memahami drawdown membantu investor dalam beberapa hal:


  • Penilaian Risiko: Menunjukkan seberapa banyak modal yang bisa berisiko dalam kondisi yang tidak menguntungkan.

  • Evaluasi Kinerja: Dua dana mungkin memiliki hasil yang serupa, tetapi yang memiliki drawdown lebih kecil kemungkinan memiliki kinerja yang lebih stabil.

  • Psikologi Investor: Drawdown besar dapat memicu penjualan emosional, yang merugikan hasil jangka panjang.


Meskipun kinerja masa lalu tidak memprediksi hasil di masa depan, riwayat drawdown memberikan wawasan tentang seberapa volatil sebuah investasi bisa.

3. Jenis-Jenis Drawdown

Ada beberapa cara investor mengategorikan drawdown:


a. Peak-to-Trough Drawdown

Ini adalah ukuran yang paling umum; melacak penurunan dari nilai tertinggi ke nilai terendah sebelum pemulihan.


b. Maximum Drawdown (Max DD)

Drawdown terbesar yang diamati sepanjang hidup sebuah investasi atau strategi. Ini banyak digunakan dalam pelaporan kinerja.


c. Absolute vs Relative Drawdown

    • Absolute Drawdown mengukur penurunan dari nilai investasi awal.

    • Relative Drawdown mengukur penurunan dari nilai tertinggi yang tercapai.

    d. Drawdown Duration

    Mengukur lama waktu yang dibutuhkan dari puncak ke pemulihan. Drawdown yang pendek mungkin pulih dengan cepat, sementara yang lama bisa memakan waktu bertahun-tahun.

    4. Contoh: Menghitung Drawdown

    Misalkan Anda berinvestasi di sebuah dana:

    Date

    Nilai Portofolio

    Jan 1

    $100,000

    Mar 1

    $120,000

    Jun 1

    $90,000

    Sep 1

    $95,000

    Dec 31

    $125,000

    Langkah 1 — Peak to Trough:

    • Puncak: $120.000 (1 Mar)

    • Trough: $90.000 (1 Jun)

    Drawdown = (90,000 ÷ 120,000 − 1) × 100 = −25%

    Ini berarti portofolio mengalami drawdown sebesar 25% sebelum pulih.

    5. Drawdown vs. Ukuran Risiko Lainnya

    Membandingkan drawdown dengan ukuran risiko lainnya bisa sangat membantu:

    Ukuran Risiko Apa yang Ditunjukkan
    Drawdown Persentase kerugian dari puncak ke titik terendah
    Volatilitas (Std Dev) Seberapa besar fluktuasi hasil
    Value at Risk (VaR) Perkiraan kerugian dalam jangka waktu tertentu dengan tingkat kepercayaan tertentu
    Beta Sensitivitas terhadap pergerakan pasar

    Berbeda dengan volatilitas, yang mengukur penyebaran hasil, drawdown mencerminkan kerugian yang sebenarnya dialami, yang mungkin lebih intuitif bagi banyak investor.

    Grafik Drawdown (Contoh)

    Grafik drawdown yang khas menunjukkan nilai portofolio dan periode penurunan:

    ctrader-drawdown.png

    Pada grafik ini, penurunan antara tanggal 13 Januari dan 16 Januari menunjukkan periode drawdown.

    Tabel Durasi Drawdown

    Periode Tanggal Puncak Tanggal Trough Tanggal Pemulihan Persentase Drawdown Durasi (Bulan)
    Siklus 2023 Jan 2023 Apr 2023 Agustus 2023 18% 7
    Siklus 2024 Feb 2024 Mei 2024 Nov 2024 22% 9


    6. Pola Drawdown Tipikal Berdasarkan Kelas Aset

    Berbagai investasi menunjukkan perilaku drawdown yang berbeda:

    Kelas Aset Kisaran Drawdown Tipikal Catatan
    Cash / Pasar Uang ~0–2% Risiko sangat rendah
    Obligasi Pemerintah ~1–10% Stabil, drawdown rendah
    Saham (Equities) ~10–50% Bisa sangat volatil
    Aset Kripto ~30–90% Risiko tinggi/imbal hasil tinggi
    Hedge Funds ~5–30% Bervariasi tergantung strategi

    Angka-angka ini bersifat umum — drawdown aktual bisa berbeda tergantung kondisi pasar.

    7. Cara Mengelola Drawdown

    Mengelola drawdown adalah elemen dasar dari manajemen risiko:

    1. Diversifikasi

      Menyebarkan modal ke berbagai aset yang tidak berkorelasi dapat meratakan drawdown.

    2. Stop-Loss Orders

      Pemicu keluar otomatis dapat membatasi kerugian, meskipun bisa meningkatkan biaya perdagangan.

    3. Ukuran Posisi

      Membatasi eksposur terhadap satu aset mengurangi dampak drawdown individu.

    4. Kontrol Risiko

      Menggunakan anggaran risiko dan memantau metrik untuk mencegah eksposur drawdown yang berlebihan.

    5. Rebalancing Sistematis

      Menyesuaikan portofolio secara berkala untuk mengunci keuntungan dan mengelola risiko.

    8. Drawdown dan Penggabungan: Mengapa Kerugian Lebih Menyakitkan Daripada Keuntungan Membantu

    Salah satu aspek drawdown yang sering diabaikan adalah dampaknya yang asimetris pada pengembalian. Kerugian memerlukan keuntungan yang jauh lebih besar untuk pulih, yang langsung mempengaruhi penggabungan jangka panjang.

    Misalnya:

    Drawdown (%) Keuntungan yang Dibutuhkan untuk Kembali ke Titik Impas
    10% 11,1%
    20% 25%
    30% 42,9%
    40% 66,7%
    50% 100%


    Portofolio yang mengalami drawdown 50% harus menggandakan nilai investasi untuk kembali ke titik semula. Realitas matematika ini menjelaskan mengapa mengendalikan drawdown sering lebih penting daripada mengejar hasil yang tinggi.


    Dari perspektif penggabungan, drawdown yang lebih kecil memungkinkan modal tetap produktif, memungkinkan pertumbuhan yang stabil seiring waktu daripada siklus pemulihan yang berulang.

    9. Drawdown dalam Perdagangan vs Investasi Jangka Panjang

    Drawdown is interpreted differently depending on the strategy horizon:

    Drawdown diinterpretasikan berbeda tergantung pada horizon strategi:

    a. Perdagangan Jangka Pendek

    • Trader mengharapkan drawdown yang sering tetapi terkontrol.

    • Penekanan diberikan pada batasan drawdown maksimum.

    • Strategi dapat dihentikan setelah mencapai batas drawdown yang telah ditentukan.

    • Dalam sistem perdagangan, drawdown sering menentukan alokasi modal dan apakah sebuah strategi tetap layak.

    b. Investasi Jangka Panjang

    • Drawdown biasanya lebih jarang tetapi lebih dalam.

    • Investor jangka panjang fokus pada waktu pemulihan drawdown.

    • Siklus pasar dan kondisi makroekonomi berperan lebih besar.


    Untuk investor jangka panjang, drawdown sering diterima sebagai bagian dari partisipasi pasar, selama fundamental yang mendasari tetap utuh.

    10. Keuangan Perilaku dan Risiko Drawdown

    Drawdown bukan hanya peristiwa finansial — ia juga merupakan ujian psikologis.

    Beberapa respons perilaku yang umum selama drawdown meliputi:

    • Aversi terhadap Kerugian: Investor merasa kerugian lebih intens daripada keuntungan.

    • Penjualan Panik: Menjual posisi saat pasar berada di titik terendah.

    • Bias Recency: Menganggap kerugian terkini akan terus berlanjut.

    • Overtrading: Berusaha "mendapatkan kembali" kerugian dengan cepat.

    Perilaku ini dapat memperburuk dampak drawdown dan mengubah penurunan sementara menjadi kerugian modal yang permanen.

    Investor yang sukses sering merencanakan respons mereka terhadap drawdown, termasuk:

    • Batasan kerugian yang dapat diterima.

    • Horizon waktu untuk pemulihan.

    • Aturan untuk rebalancing atau tetap berinvestasi.

    11. Penggunaan Metrik Drawdown dalam Regulasi dan Keuangan Profesional

    Dalam keuangan profesional, drawdown banyak digunakan oleh:

    • Manajer dana untuk melaporkan kinerja yang disesuaikan dengan risiko.

    • Investor institusional untuk mengevaluasi mandat.

    • Komite risiko untuk menegakkan aturan perlindungan modal.

    Banyak mandat investasi mencakup:

    • Batas drawdown maksimum yang dapat diterima.

    • Pemicu pengurangan risiko otomatis.

    • Mekanisme perlindungan modal setelah drawdown melebihi batas tertentu.

    Ini menegaskan peran drawdown tidak hanya sebagai metrik analitis, tetapi juga sebagai alat pengendalian dan tata kelola.

    12. Drawdown vs Recovery: Mengapa Waktu Itu Penting

    Dua investasi bisa memiliki drawdown maksimum yang sama, tetapi pengalaman investor bisa sangat berbeda.

    Contoh:

    • Investasi A: Drawdown 25%, pemulihan dalam 4 bulan

    • Investasi B: Drawdown 25%, pemulihan dalam 3 tahun

    Meskipun drawdown numerik kedua investasi tersebut sama, Investasi A jauh lebih mudah dikelola secara psikologis dan finansial.

    Ini mengapa investor yang lebih berpengalaman mengevaluasi:

    • Maximum drawdown

    • Average drawdown

    • Durasi drawdown

    • Waktu untuk pemulihan

    Kombinasi metrik-metrik ini memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang risiko penurunan.

    13. Menggunakan Drawdown sebagai Alat Pengambilan Keputusan

    Alih-alih hanya melihat drawdown sebagai hasil negatif, investor berpengalaman menggunakan drawdown secara proaktif:

    • Untuk membandingkan strategi dengan hasil yang serupa.

    • Untuk menentukan ukuran posisi yang tepat.

    • Untuk menyesuaikan investasi dengan toleransi risiko pribadi.

    • Untuk menggunakan uji stres pada portofolio di bawah kondisi yang merugikan.

    Dengan demikian, drawdown menjadi kompas strategis, yang memandu keputusan investasi yang lebih cerdas dan lebih tahan banting.

    main.jpg

    Pro Tips / Wawasan dari Para Ahli

    Investor sering meremehkan aspek psikologis dari drawdown.

    Drawdown 20% tidak hanya mewakili kerugian modal — itu menguji disiplin. Banyak investor yang menjual di titik terendah, yang mengunci kerugian. Sistem yang mencakup rencana pemulihan yang sudah ditentukan sebelumnya cenderung mengungguli keputusan yang didorong oleh emosi.

    Wawasan Ahli #1:

    Maximum drawdown harus selalu dievaluasi bersama dengan return. Sebuah strategi dengan return 15% tetapi maximum drawdown 50% mungkin kurang menarik dibandingkan strategi dengan return 12% dan maximum drawdown 20%.

    Wawasan Ahli #2:

    Durasi drawdown itu penting. Penurunan 20% yang pulih dalam 3 bulan secara psikologis lebih mudah dikelola daripada penurunan yang sama dalam 3 tahun.


    FAQ

    1. Apa perbedaan antara drawdown dan kerugian?

    Kerugian bisa terjadi dalam periode waktu apapun, sementara drawdown secara spesifik mengukur penurunan dari nilai puncak sebelumnya ke titik terendah sebelum pemulihan.


    2. Apakah drawdown merupakan ukuran risiko yang baik?

    Ya, karena drawdown mencerminkan kerugian nyata yang dialami, bukan hanya volatilitas teoritis.


    3. Apakah drawdown bisa dihilangkan sepenuhnya?

    Tidak. Semua aset berisiko mengalami drawdown, tetapi Anda bisa mengelolanya melalui diversifikasi dan kontrol risiko.


    4. Apa itu maximum drawdown?

    Maximum drawdown adalah drawdown terbesar yang tercatat sepanjang hidup suatu strategi investasi.


    5. Bagaimana drawdown memengaruhi pengembalian jangka panjang?

    Drawdown yang besar dapat merugikan pengembalian yang terkompoun, karena modal Anda harus pulih dulu sebelum bisa tumbuh lagi.


    6. Apakah drawdown sama di semua pasar?

    Tidak. Bear markets, lonjakan volatilitas, dan aset yang tidak likuid dapat menghasilkan drawdown yang lebih dalam dan lebih lama.


    Pentingnya Memahami Drawdown

    Drawdown lebih dari sekadar statistik; ini adalah lensa yang digunakan investor untuk mengukur risiko, ketahanan, dan kekuatan strategi. Meskipun pengembalian menarik perhatian, memahami drawdown membantu Anda menoleransi gejolak pasar, membuat keputusan alokasi yang lebih cerdas, dan melindungi portofolio dari tekanan psikologis dan finansial.


    Apakah Anda sedang membangun kekayaan jangka panjang atau mengelola perdagangan jangka pendek, menguasai drawdown memberikan Anda kerangka kerja yang kuat untuk investasi yang lebih sadar risiko.


    Penafian: Materi ini hanya untuk tujuan informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai (dan tidak boleh dianggap sebagai) saran keuangan, investasi, atau saran lainnya yang harus dijadikan dasar. Tidak ada pendapat yang diberikan dalam materi ini yang merupakan rekomendasi oleh EBC atau penulis bahwa investasi, sekuritas, transaksi, atau strategi investasi tertentu sesuai untuk orang tertentu.